Kebaikan seujung kuku berbuah keajaiban

HIDUP-MATI SEORANG ANGGOTA GENG MOTOR

          Saya mendapaptkan cerita ini ketika duduk di bangku kelas 6 SD.. ini cerita NYATA seorang mantan murid wali kelas saya.. terjadi beberapa tahun kebelakang.. semoga dapat mengambil hikmah di balik cerita ini.. selamat membaca..
**********************
          Pada suatu keluarga, hiduplah seorang laki-laki yang mungkin saat itu berusia 14-15 tahun-nan. Sebut saja Fajar, Fajar adalah seorang anak laki-laki yang sangat sangat nakal, padahal sewaktu di SD dia tak senakal sekarang. Dahulu ia adalah seorang murid yang pandai, cerdas, sholeh, dan segalanya lah.. Tapi semenjak ia memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP), sifatnya itu berubah 95%. Ia berubah karena pergaulannya dan pengaruh teman-temannya di SMP. Perubahan sifatnya itu terlihat oleh kebiasaanya pulang tengah malam, kebiasaanya merokok,, sifat terhadap anggota keluarga yang tidak biasanya ia lakukan..
          Kebiasaan Fajar pulang malam itu disebabkan karena Fajar masuk Club Geng motor. Innalillahi. Setiap malam hampir seperti itu. Di geng tersebut Fajar sering melakukan hal-hal negative yang dilarang agama. Fajar pernah merasakan yang namanya minuman keras. Karena pikirannya saat itu masih mudah terpengaruh, Fajar mau saja di manfaatin oleh teman-temannya.. Lalu, pada satu malam yang tak akan pernah ia lupakan, Fajar ikut Balapan liar di suatu perumahan di kota Bandung. Hal yang tidak disangka-sangka, saat itu juga Fajar mengalami kecelakaan yang dahsyat. Ia terserempet oleh sebuah Truk peti kemas yang saat itu truknya melaju dengan kencang dan tidak bertanggung jawab sudah menyerempet Fajar. Motornya terhampar sejauh ±10m. dan dirinya terseret oleh Truk sejauh 1m. sungguh ini kejadian yang sangat tak terduga. Malam itu juga Fajar lansung di larikan ke rumah sakit terdekat oleh para warga yang menyaksikan kejadian itu.. Padahal sebenarnya teman-teman satu geng nya dia pun melihat kejadian itu. Tapi mengapa mereka tidak mau menolong temannya yang sedang sekarat ?? wallahualam.. teman-temanya itu malah kabur, satu pun dari mereka yang biasanya sangat ekat, sangat akrab dengan Fajar, tidak ada yang mempedulikannya, mengabari orang tuanya pun tidak ada. Teman macam apa mereka itu ? . Tidak punya rasa berperikemanusiaan. Teman yang hanya mendekat bila di saat senang saja. Teman yang EGOIS.

          Tapi mungkin itu sudah takdirnya Fajar, di perlakukan seperti ini karena itu mungkin teguran untuk Fajar. Saat itu, malam itu, kondisi fajar sangat buruk,, hanya 30% kemungkinan untuk hidup. Dan sisanya, entahlah wallahualam. Untungnya Fajar memiliki handphone yang pastinya bisa memberitahukan keberadaan Fajar ssat itu kepada keluarganya. Untunglah ada yang berbaik hati menolong Fajar dan membawanya ke Rumah sakit sebelum terlambat. Setelah menghubungi keluarganya, mereka (keluarganya) semua langsung datang ke Rumah sakit tersebut. Isak tangis tak terbendung, terutama sang ibunda.
          Hari demi hari telah berlalu, keadaan Fajar masih sama, ia bergantung pada alat bantu pernafasan. Tidak ada perubahan sama sekali. Hingga setelah 2 bulan berlalu, Fajar di vonis koma. Keluarga Fajar sudah memasrahkan semuanya pada yang diatas. Setiap sehabis shalat, ibundanya hanya bisa berdoa kepada Allah, agar Fajar bisa kembali seprti dulu,.


===>> lanjutan nya


3,4,5 bulan telah terlwati, dan  Fajar kondisi nya masih sama. Ia masih tetap berbaring dengan keadaan tak sadarkan diri. “Ya Allah sampai kapan kah Fajar akan begini ? hamba mohon pada-Mu ya Rabb, sadarkanlah Fajar, ampunilah semua dosa yang telah diperbuat nya Ya Allah.. Amiinn..”. itulah doa yang sering sang bunda panjatkan kepada-Nya untuk anak tercinta..
          Di pertengahan bulan ke-6, sang malaikat Izrail mendatangi Fajar. Saat itu Malaikat bertanya kepada Fajar, “Fajar, sudah siapkah kamu saya jemput ?”. Fajar menjawab,”siapa kamu, jemput apa ? bicara apa kamu ini ?”. Malaikat berkata, “saya malaikat maut, saya akan menjemput kamu dan mengantarkan kamu pulang kembali kepada-Nya”, dengan ketakutan Fajar menjawab, “kamu bohong, mustahil. Saya masih ingin hidup. Saya belum siap mati. Saya masih banyak dosa”. Malaikat menjawab, “akhirnya kamu sadar bahwa kamu masih terlalu banyak dosa. Tapi apa pun yang terjadi, kamu tetap harus ikut saya !”. “aku mohon pada mu malaikat pencabut nyawa, beri aku kesempatan 1x lagi, aku janji aku akan berubah , aku janji aku akan menjadi anak yang shaleh, aku janji Malaikat.. aku janji..aku masih ingin hidup” Fajar sangat memohon kepada sang Izrail. “baik, saya akan memberikan 1x lagi kesempatan untuk mu Fajar. Tapi ada 1 syarat” balas malaikat. “syarat apa itu, wahai malaikat?”. “saya beri kesempatan 48 jam untuk kamu, dalam 48 jam ini harus ada 50 orang yang mendoakan kamu. Jika tidak 50, maka kamu akan saya bawa ke akhirat”. Timpa Malaikat. “50? Ta-ta-tapi, memang nya aka nada orang yang akan mendoakan aku? Selama hidup, aku telah berbuat banyak dosa. Semua orang aku sakiti. Tapi entahlah, pasti banyak orang yang akan mendoakan aku.” Balas Fajar dengan sombong. “kalau begitu, saya beri waktu mulai dari pukul 12.00 tepat tengah malam nanti” balas malaikat.
          Sang Malaikat pergi meninggalkan Fajar. 50 orang untuk Fajar agar bisa bertahan hidup. Memang nya bisa? Fajar kan anak yang pembangkang. Semua orang pasti benci padanya. Tapi, Wallahualam, Allah bisa berkehendak. Allah maha adil. Jam menujukan pukul 02.00 am 1/3 malam sangat tepat untuk melaksanakan ibadah shalat tahajjud. di malam yang hening itu, sang bunda sedang melaksanakan shalat tahajjud, sambil bercucuran air mata di pipi. Selesai shalat, ia berdoa kepada sang khalik, isi doa nya.. “Ya Allah ya Rabb, sembuhkan lah anak hamba, sadarkanlah ia. Aku sakat menyayanginya walau pun ia selalu membangkang kepada ku.. aku mohon pada-Mu dengan sangat Ya Rabb, sembuhkanlah ia agar bisa kembali hidup normal dan kembali berkumpul kembali bersama kami ya Rabb,, aminn amiin ya rabbal alamin..”. itulah isi doa sang bunda untuk Fajar.
          2,3,4,5.. tepat pukul 5 subuh, keluarga Fajar melaksanakan shalat subuh berjama’ah, terdapat Ayah, Bunda, Kakak, dan adik Fajar di situ, mereka semua memang rutin melaksanakan shalat berjama’ah, tapi selalu saja Fajar tak ikut Shalat. Innalillahi..
          Ber-jam-jam telah berlalu, Fajar baru mendapatkan 1 doa, yaitu dari sang bunda saja. Kemana ayah nya? Adik nya ? kakak nya ? sahabat nya ? teman-teman nya ?.. mereka sudah terlalu sakit hati, kecewa dengan Fajar.. tapi semoga saja mereka mau mendoakan fajar.. amiinn..
          Waktu menunjukan pukul 7.00 pm, sehabis shalat isya, ayah Fajar hampir menangis tersedu-sedu, sambil berdoa kepada-Nya, “Ya Rabbi, sembuhkan lah anak ku, berilah dia kesehatan, kembalikan lah ia pada kami. Berilah waktu untuk nya, agar bisa kembali di jalan-Mu, aku mohon ya Rabb,.. kabulkan lah doa ku ini.. aminnn..” itu lah isi do’a sang ayah untuk anak tercinta..
                                                                                                                                



             Jam 12 pm teng, sang malaikat kembali mendatangi Fajar. Ia berkata kepada Fajar “Fajar, waktu kamu tinggal 24 jam lagi, sedangkan kamu baru mendapatkan 2 kiriman doa. Kamu butuh 48 orang lagi untuk kelangsungan hidupmu. Kamu masih akan sanggup?”. “apaaa ? 2 orang ? siapa mereka ?” tanya Fajar kaget. “mereka adalah ibu dan ayah mu!”. “oh,, aku masih sanggup kok, pasti teman-temanku akan mendoakan ku.” Timpa Fajar dengan PeDe. “baik kalau itu pernyataan mu, saya akan kembali esok pukul 12 malam untuk menemui mu kembali dan akan membawakan berita buruk untuk mu.” Kata sang Malaikat menakuti 

Fajar.”




==> yang dinanti-nanti..


Bagaimana ada yang akan mendoakan aku lagi ?? kakak ku ?? ohh,, tidakk tidak mungkin,, dia sangat benci pada ku, aku sering menyakiti dia, aku sering mengambil barang” milik nya tanpa sepengetahuan kakak.. Ya Rabb,, siapa lagi yang akan mendoakan ku ?? aku sangat masih ingin hidup.. aku masih banyak dosa,, aku ingin mempunyai banyak pahala,, aku berjanji kalau kau member ku umur,, aku akan bertaubat kepada mu,, aku janji ya Allah.. pegang lah janjiku ini.. (kata Fajar dalam ucapan nya di dunia yang berbeda…)

          Tapi Allah berkehendak lain,, setelah selesai shalat dzhuhur, Kakak perempuan Fajar berdoa dan menangis kepada Allah,, ia mendoakan adik laki” nya yang sedang koma,, isi doa nya,, “Ya Allah,, biar pun adik ku itu sering menyakiti hati ku,, mengambil barang-barang milik ku, dan menyuruh-nyuruh aku, tapi hati kecil ku berkata, aku sayang pada nya ya Allah,, berilah dia kesempatan untu hidup,, sadarkanlah dia, sembuhkanlah dia,, aku ingin berkumpul lagi bersama nya,, jangan kau ambil nyawa nya Ya Allah,, aminn ya robbal alamiin…” itulah isi doa sang kakak..
          Setelah kakak, bunda dan ayah, siapa lagi yang akan mendoakan Fajar? Apakah mungkin adik nya,? Ouou,, tidak tidak, *mana mungkin adik ku akan mendoakan ku, aku selalu usil terhadap nya, aku selalu marah pada nya, aku selalu memukul adik ku, apakah dia akan mendoakan kakak nya yang bejat ini ? Ya Allah, Hamba mohon..*(omongan fajar lagi di dunia yang berbeda..
          Sesaat setelah fajar berpikiran begitu di dunia yang berbeda, ternyata adik nya yang baru duduk di kelas 3 SD itu mendoakan kakak nya sehabis shalat maghrib, isi doa anak itu, “Ya Allah, aku sayang sama kak Fajar, walau pun kak Fajar selalu bawel, jahil, marah, dan memukul ku. Sembuhkan lah kak Fajar ya Allah,, aminn ya Rabbal alamin..” itulah isi doa adik nya Fajar,, subhanallah..
          Waktu sudah menunjukan pukul 7.00 malam, Fajar cemas, dari siapa lagi doa itu akan datang ? teman-teman nya ? boro-boro mendoakan Fajar, shalat saja mereka gak pernah.. Fajar-Hidup-Mati.. sulit memang..
          Subhanallah,, sungguh besar keajaiban dari-Nya.. tepat sehabis shalat isya, anak-anak panti asuhan menggelar doa bersama. *loh ko? Jadi ke anak panti asuhan sih ? yap,, gini deh ceritanya,, ‘jadi, beberapa bulan kebelakang, ada acar kegiatan Bakti Sosial di sekolah Fajar, nah, saat itu Fajar ikut menyumbang uang cukup banyak,, tapi niat nya bukan karna ibadah,, tapi karna gengsi sama teman-teman nya. Innalillahi,,’.. itu dia cerita nya.. malam ini, anak-anak itu berdoa “Ya Allah, berilah Rizki bagi orang-orang yang telah membantu kami, sehatkanlah mereka, jauhilah mereka dari segala macam bahaya, jagalah mereka agar selalu dalam lindungan-Mu,, amiinnnn..” itu dia isi doa 46 anak yatim tersebut..
          Kini, jam menunjukan pukul 12.00 tengah malam. Sang malaikat datang kembali kepada Fajar, ia berkata, “Fajar, sudah siapkah kamu untu ikut dengan saya ?” Fajar sudah pasrah, “Ya sudah baiklah, bawa saja sayaa”, sang malaikat berkata lagi, “benarkah kamu bersedia?”, Fajar terpongoh, “jika itu memang tidak ada yang mengirimi ku doa, baiklah, aku tidak mau ingkar janji.” Malaikat mengagetkan, “Fajar, selamat kamu telah medapatkan 50 kiriman doa dari Bunda, ayah, kakak, adik, dan 46 anak yatim yang kamu sumbang uang waktu itu. Bersyukurlah pada-Nya?”, Fajar tidak percaya “Alhamdulillah,, subhanallah,, terimakasih ya Allah,,” Malaikat pun ikut member selamat, “Fajar,, besok pagi, roh mu akan saya kembalikan, pegang janjimu itu, selamat tinggal,” mereka berdua terpisah sekarang Fajar tidak lagi di dunia yang berbeda..
          Subhanallah,, AllahuAkbar…
          Pagi itu, keluarga Fajar datang ke rumah sakit, dan kebetulan juga, Fajar telah sadarkan diri, sungguh bahagia lah keluarga itu. Bunda dan ayah tak berhenti-berhenti nya bersujud syukur kepada-Nya.. beberapa hari berlalu, Fajar diperboleh kan pulang, akan tetapi Fajar mengalami kelumpuhan total dan permanen pada bagian kaki nya. Ini akibat terlindas truk peti kemas dalam kecelakaan itu.. terpaksa Fajar harus mengenakan kursi roda untuk selamanya..
                                                                                                              Hari silih berganti,, 3 bulan telah berlalu,, sekarang sifat Fajar, kembali jauh berbeda,, Fajar sekarang telah menjadi remaja yang shaleh, baik, ramah, poko nya dia menjadi baikk bangett,, sampai saat ini, dia duduk di bangku kelas XII mualimin atau kelas 3 SMA.. keluarga Fajar sekarang hidup bahagia.. subhanallah…





                                                                                                                                                                                                                                                  ======è begitulah kisah nya kawan,, semoga bermanfaat ya,, terimakasih udah mau baca, ambilah hikamh di balik itu semua,, jangan lupa vote suaramu di bagian paling bawah,, syukron kaatsiran.. ;).. wassalam,, Salma Afifah ç======
                                                                                                            ALHAMDULILLAH...

Related Posts:

cinta dalam ISLAM.

     CINTA DI DALAM ISLAM  Cinta di dalam Islam sebenarnya tiada hubungan romantic atau caring atas alasan jika benar pencinta yang memahami corak Islam lebih ke arah menulis peringatan-peringatan Allah di dalam konteks cara perhubungan walaupun mungkin tidak pernah berdating…malah orang yang bercinta dalam bentuk syariat Islam takut untuk berhubungan secara menulis…kerana was-was dengan keupayaan menahan bentuk luahan hati yang akan menimbulkan *zina hati*. Malah orang yang benar-benar beriman takut untuk berhubungan melalui telefon atau kaedah bercakap yang penuh lemah-lembut dalam bentuk hubungan lain seperti chatting kerana biasanya kekerapan hubungan percakapan lebih ke arah tidak tertapis dan bisa ~menggoda keimanan~ dengan rasa^rindu^ dengan suara dan gurauan sehingga akhirnya membuat tautan rasa cinta ~asmaradana~ bermula kecuali bagi mereka yang benar-benar tiada masalah hati…itu pun boleh menjadi satu bentuk perhubungan awalan jika tidak disekat. 
     Semakin kerap berhubung akan menjadikan semakin rapat perhubungan dan akhirnya tanpa mengimbangkan ^kewarasan akal^ dan lebih mementingkan^perasaan & nafsu^ akhirnya menjerumus kepada fahaman itulah ^cinta^yang sebenarnya. Kerana atas dasar apa?? >>>rasa rindu yg amat sangatt<<< …sedangkan hakikat rindu yang sebenar hanyalah satu; rindukan Allah. Orang yang beriman dapat menangkis ketahanan rindu apabila asas cinta benar-benar berlandaskan –-> iman <—. 
     Cinta berasaskan Islam ialah cintakan [kebaikan] [keimanan] dan [keutuhan pendirian] kerana ia adalah asas kepada tiang pengukuhan iman di hari depan. Malah cinta di dalam Islam lebih ke arah rasa hormat, malu dengan kewarakan responden kerana itulah cinta hakiki yang tidak boleh dijual beli. Malah malu untuk berkata-kata di sebalik kata-kata yang tidak sepatutnya. 
     Malah, masalah samada sayang ke, samada tak sayang ke…tidak timbul…kerana asas cinta sebenar ialah keupayaan untuk sama-sama menggembleng meningkatkan iman andaikata terbina ikatan yang di akhiri ukhwah Islamiyah di dalam pemantapan jasmani & rohani. Itulah cinta yang sebenar di dalam Islam…bukan seperti sebahagian anak muda yang tidak memahami konteks percintaan hakiki yang yang mana terlalu mudah jatuh cinta dengan hanya sekali pandang, dan juga dengan hanya tautan kata-kata.
      Sememangnya tidak dinafikan kuasa cinta benar-benar dapat menguasai respondennya. Ada yang berubah sikap dengan rangsangan cinta…contoh ada yang semakin beriman, semakin baik dan semakin terdidik kerana nasihat & peringatan oleh orang yang di cintainya. Tetapi adakah rangsangan itu akan terus berkekalan andaikata :: cinta berpaling arah :: atau tidak menjadi. Inilah yang di bimbangi kerana rangsangn cinta murahan hanya satu < kepura-puraan > yang tidak berkekalan atas asas tujuan untuk memikat hati.  

     Ada yang jadi baek…bercakap yang baek2 di depan orang yang di cintainya…almaklomle yang di cintai itu seorang yang beriman…tetapi bila bercakap dengan kawan-kawan yang laen mulalah membebel ntahapehape kerana asas malu tiada.  
      Sebab itu di dalam konteks perhubungan cinta sesama Islam…jika ingin memulakan ikatan cinta itu…berasaskan cinta yang penuh didikan “iman”…perhati muamalat responden agar tidak tersalah jatuh di dalam ^jerat percintaan^ yang tak patut…sebab ia lebih ke arah mengheret masalah baru…mungkin akan menjatuhkan ke lembah hina.  
     Bila seorang menyampaikan hasrat cintanya…perhatikan agamanya, kebaikannya dan segalanya sejak dia belum mengenali kita…maksud sifat asalnya dan muamalat asalnya…kerana jika kita mudah membenarkan hati di lalui…ia hanya akan membuka peluang kepada ke arah #ketidakfahaman# konsep cinta berasaskan Islam. Uji mereka dulu dengan corak akhlak dan pergaulan yakni jangan membenarkan diri kita dirapati akan perasaan mereka…agar menimbulkan keraguan dan was-was yang kita tidak menerima cinta mereka.  
      Ini tidak, anak gadis dan pemuda suka :: melayan & melayan :: dan akhirnya terbuai kata-kata asmara yang terbina sendiri dan menimbulkan kerosakan hati di dalam hati-hati mereka sendiri. Biarlah di katakan diri kita EGO…ego untuk kebaikan yakni menjaga diri untuk mengimbangi antara kewarasan akal dan iman yang akan menjadi benteng dan senjata melumpuhkan pihak lawan…benarkah begitu?? Sebab bagi perempuan mahupun lelaki yang beriman, mempunyai sifat-sifat yang [[[ konkrit ]]] di dalam pendirianmahupun akhlak…bukankah akhlak yang *cantik* terbina dari didikan hati nurani iman yang cantik …?  
      So, kata-kata bidalan “berkawan biar beribu bercinta biar satu” tidak begitu tepat di dalam konteks Islam dan patut ditambah +++; bercinta biarlah untuk teman di akhirat yang dihalalkan oleh Islam bersebabkan faktor-faktor semua~panahan cinta~ di atas konsep berkawan adalah tidak tepat dan bercanggah di dalam konteks perhubungan di dalam Islam sebab kerana ia hanya boleh menjatuhkan ke arah perhubungan dalam suasana =fitnah=.  

      Akhir kalam, hanya Jauhari sahaja yang mengenal Manikamnya yakni hanyaorang-orang yang beriman akan menghargai dan mengagungi keimanan orang yang patut dicintainya kerana hanya orang yang baik-baik sahaja yang inginkan sesuatu yang baik…di situ sudah menampakkan penilaiannya…di mana jodoh yang baik adalah untuk orang yang baik… dan begitulah sebaliknya. Kerana orang yang tidak baik tidak menyanggupi untuk hidup bersama dengan orang yang baik kecuali dalam dirinya itu adalah mempunyai zat yang baik juga. Berkata Imam Nawawi: “Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu,hilanglah cintaku padamu..” 
sumber:emel

Related Posts:

Pacaran Dalam Islam

Allah swt menjadikan bahwa kaum laki-laki membutuhkan keberadaan kaum wanita didalam kehidupannya dan memberikan didalam diri kaum laki-laki kecenderungan kepada kaum wanita begitu pula sebaliknya.



Hal demikian bisa dilihat dari ayat-ayat Allah swt yang meminta setiap laki-laki maupun perempuan untuk menjaga pandangannya dari melihat aurat atau sesuatu yang bisa mengundang fitnah dari diri lawan jenisnya. Firman Allah swt :

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾
وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (QS. An Nuur : 30 – 31)
    Tak syah lagi bahwa adanya kecenderungan atau perasaan suka kepada lawan jenis ini menjadikan kehidupan di dunia ini terus berlangsung hingga bergenerasi dan berabad-abad lamanya hingga waktu yang telah Allah tentukan.
     Namun demikian islam tidaklah melepaskan kecenderungan, perasaan suka kepada lawan jenisnya dan cara berhubungan diantara mereka begitu saja sekehendak mereka.                                  Islam memberikan batasan dalam hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya demi mencegah terjadinya kemudharatan diantara mereka.
       Islam tidak membolehkan menumpahkan perasaan suka diantara laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya atau sebaliknya dengan cara berpacaran dikarenakan hal itu memberikan peluang kepada setan untuk membisikkan kalimat-kalimat kotornya kedalam diri mereka yang kemudian bisa membuka pintu-pintu perzinahan. Firman Allah swt :
Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa : 32)
Pintu-pintu zina yang tidak jarang muncul dari perbuatan ini (baca : pacaran) adalah memandang lawan jenis yang bukan mahramnya dan tidak jarang disertai dengan syahwat diantara mereka berdua, saling bersentuhan kulit bahkan tidak    jarang berakhir dengan perzinahan. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Syauki tentang memandang yang dilarang ini yaitu : “Memandang (berpandangan) lalu tersenyum, lantas mengucapkan salam, lalu bercakap-cakap, kemudian berjanji dan akhirnya bertemu.”
Wallahu A’lam

Related Posts:

Duh,, Jaga Hijab Dong !!

<=== Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???, tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis, sangat dekat posisi tubuhnya.




     Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu? tanya sang mad kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.

      aduhh ngeri, lihat itu ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat-dekatan ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihat ikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran.

    si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?,†tanya seorang akhwat penuh keheranan.

Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena:
1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.
2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.
3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.
4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.

    Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.

   Sesungguhnya panggilan Ya ikhwan dan Ya akhwat adalah panggilan persaudaraan. â€کIkhwan’ artinya adalah saudara laki-laki, dan â€کakhwat’ adalah saudara perempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya dan akhlaknya baik. Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-â€کikhwanan’-nya atau ke-â€کakhwatan’-nya bila belum bisa menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.

Aktivis sekuler tak lagi segan

    Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya, â€Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi.â€

  Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.

 Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat

Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:

  








1. Pulang Berdua
Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.

2. Rapat Berhadap-Hadapan
Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah â€کcair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.

3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)
Bukankah ada pepatah yang mengatakan, "Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati". Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!!! Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.

4. Duduk/ Jalan Berduaan
Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.

5. “Men-tek†Untuk Menikah
“Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang.†Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga â€کmen-tek’ seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.

6. Telfon Tidak Urgen
Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.

7. SMS Tidak Urgen
Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da'wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.

8. Berbicara Mendayu-Dayu
âDeuu si akhiii, antum bisa aja deh…..†ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.

9. Bahasa Yang Akrab
Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :).“ Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.

10. Curhat
“Duh, bagaimana ya…., ane bingung nih, banyak masalah begini … dan begitu, akh….†Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasi da’wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah.

11. Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen
YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.

12. Bercanda ikhwan-akhwat
“Biasa aza lagi, ukhtiii… hehehehe,†ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.

Dalil untuk nomor 1-5:
a. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.†(HR.Ahmad)

b. Allah SWT berfirman, â€œKatakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, â€کHendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya……†(QS.24: 30)

c. Allah SWT berfirman, â€œKatakanlah kepada wanita yang beriman, â€کHendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya……†(QS.24: 31)

d. Rasulullah SAW bersabda, â€œPandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.â€

e. Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu." (HR Ahmad)

Dalil untuk nomor 6-12:
"... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al Ahzab: 32)

Penutup

Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.

Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. â€œDan janganlah kamumendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.†(QS. Al Isra:32).

Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na’udzubillah. Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat…., jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan…., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.

“Ya Rabbi…, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. Ampunilah kami ya Allah…… Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah… “









"thanks for reading this blog, may be useful"

Related Posts: