terimakasih atas luka yang kau beri


Selalu Aku

3 Mei 2012
Hari itu merupakan bencana bagi kehidupan cintaku. Dirinya yang berhasil membuatku dari keterpurukan hidup,tapi sudahlah, tidak baik mengingat masa lalu, ayo masa depanmu masih cerah Sal, batinku berbisik. Ku coba di setiap hariku yang berbeda mencari jati diriku yang sempat hilang. Lama, sulit, lika-liku yang ku hadapi sangat membuat aku semakin tegar.

26 November 2012
Hari ini, orang baru hadir ke dalam kisah cintaku. Dia bilang, saat pertama melihatku ia terpanah. Mungkin ini saatnya aku membuka hatiku untuk orang lain. Dia perlahan mengisi hariku. Akhirnya ku dapat rasakan kembali rasa itu. Rasa yang orang bilang itu seperti gado-gado. Minggu pertama ku dibuat bahagia olehnya, maklum umur hubungan kami yang masih mentah memang kadang berawal bahagia.
Di minggu kedua, konflik mulai mengganggu kami. Dia yang sangat ingin diperhatikan lebih, merengek padaku agar aku mengerti dia, menjadi yang terbaik untuknya, merubah sifatku yang dia tak suka. Okay! Demi orang tercinta aku rela berkorban. Aku mulai mencoba merubah sifatku seperti yang dia mau. Aku mencoba mengerti keadaan dia. Aku coba berikan perhatianku pada setiap detik dihidupnya.
Aku kira aku akan bahagia, aku kira aku akan selalu tersenyum. Disaat dia suka dan duka aku berusaha untuk selalu ada untuknya. Tapi kini, disaat aku terluka, kemnakah sosok itu ? sungguh keegoisan yang berapi. Ku hanya bis berdoa dan mengelus dadaku. Takkan ku biarkan air mataku ini menetes setitikpun kucoba tersenyum saat air mata mencoba keluar dari mataku. Mungkin kemunafikan ini sangatlah jijik. Tapi inilah adanya.

Selalu aku, jika ini memang yang terbaik, jika aku memang harus selalu mengalah, jika memang harus selalu aku yang tersakiti, insyaAllah aku ikhlas, insyaAllah aku terima jika itu memang yang terbaik, jika itu memang skenario dari-Nya.


Aku yang terluka,

Salmaa Afiifah

Related Posts: