pertemanan membawa motivasi



Bismillah…
Hari ini, adalah hari Jum’at yang paling akan kuingat di tahun 2013 ini.  Sebab mengapa ? karena hari ini Jum’at, 24 Mei 2013 aku bertemu kembali dengan teman masa TK-ku. Tidak terasa, 9 tahun yang lalu kami berpisah, dan kini waktu telah mempertemukan kami kembali. Usia yang beda, menuntun kami kedalam keremajaan yang penuh kebahagiaan ini. Kami dipertemukan untuk berjuang kembali dalam ruhul-jihad/ tholabul ilmi bersama-sama. Bukan hanya teman lama, tapi hari ini juga aku mendapat teman baru. Sungguh indah awal kebahagiaan ini. Mungkin kalian pikir ini hanya reuni biasa. Tapi bagiku tidak.!
Sore ini, kami akan mengikuti sebuah kajian tahsin Al-qur’an di Masjid Manba’ul-Huda. Berawal dari keinginanku menemui sebuah kegiatan baru, alhamdulillah tumbuhlah semangat baru dalam hati kecilku. Kemacetan sore ini, menemani keterlambatanku memenuhi janji bertemu dengan mereka. Ternyata mereka hampir lama menungguku, dipertemuan pertama ini aku sangat malu dan merasa bersalah. Tapi, sepertinya mereka tidak menghiraukan itu. Adzan maghrib telah berkumandah. Matahari telah kembali keperaduannya. Shalat maghrb pun menjadi terlambat.
Setelah shalat maghrib selesai, kajian Tahsin pun dimulai. Perlahan-lahan banyak orang yang terkumpul di masjid itu. Subhanallah, ternyata masih banyak orang yang terbuka hatinya untuk mengkaji kitab suci ummat islam ini. Metode belajarnya sangatlah menyenangkan. Kebetulan, Mudirnya berasal dari tempat aku belajar tahsin juga yaitu Maqdis. Selain metode belajarnya yang menyenangkan, Mudirnya juga terasa nyaman. Alhamdulillah. Tapiiiii, para jamaah yang datang di Masjid itu nampaknya masih malu-malu, wajar manusiawi. Di sana, Nampak banyak santri-santri dari Manba’ul Huda, selain itu masyarakat umum yang datang juga tidak kalah banyaknya. Subhanallah.
Tidak terasa jam telah menunjukan waktu shalat isya, semua orang yang ada di dalam masjid melaksanakan shalat isya berjama’ah. Sungguh aku terharu dengan malam ini. Sesudah shalat isya, kami yang asalnya berenam pun pulang ke rumah masing-masing secara bersamaan, tapi jumlahnya menjadi sepuluh aku rasa. Hehe, tidak sempat melihat ke belakang, karena sisanya itu ikhwan semua. Sepanjang perjalanan dari Masjid Manba’ul Huda menuju jalan raya aku sempat berbincang dengan beberapa teman lama dan teman baruku. Subhanallah, perbincangan yang sangat berbeda. Bedanya apa?. Disini aku merasa sangat islami dan asing. Aku yang hidup dan belajar di tanah pesantren tidak pernah merasa seberkualitas ini dikala berbincang. Lumayan keluh lidah ini, tapi insyaAllah semoga akan seterusnya aku seperti ini. Bukannya mau munafiq atau menjadi orang lain, tapi aku ingin mencoba menjadi yang lebih baik dari yang terbaik.
Angkot pun telah menunggu kami. Terdengar seorang ikhwan berbicara pelan seperti berbisik, ”pisah angkot, penuh”. Subhanallah, disini aku berpikir positif sambil terkagum-kagum. Mereka ini bukan dari pesantren, mereka hidup di lingkungan yang penuh godaan. Tapi Subhanallah, imannya sangat kuat. Pisah angkot supaya hijab antara ikhwan dan akhwat tetap terjaga. Hatiku pun mulai terbuka lebih lebar. Senyum, tawa, dan canda mereka itu penuh kehangatan. Malam ini pun aku termotivasi untuk lebih baik, dan berusaha menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. insyaAllah, innamal a’malu binniyati.
Pertemuan singkat ini, membawaku kedalam semangat baru. Motivasi baru. Rasanya ingin sekali lebih dekat dengan mereka. Semoga saja mereka mau menerima segala kelebihan dan kekuranganku. Semoga mereka mau berteman denganku.
Salam untuk teman baruku dan teman lamaku. J  

Related Posts: