Arisan Tidak Ada Dalam Islam


          
“Syetan itu menginginkan di antara kamu terjadi permusuhan dan kebencian (dengan sebab) arak dan judi  dan memalingkan dari mengingat Allah dan shalat. Tidakkah kamu berhenti?” (QS. Al-Maidah: 91).
Di kalangan kaum ibu dan remaja putri arisan bukan hal yang asing, arisan sudah menjadi kebiasaan.
Arisan itu sendiri secara bahasa adalah kegiatan pengumpulan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang, kemudian diundi di antara emereka   untuk ditentukan siapa yang memperolehnya. Undian dilakukan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Secara garis besar arisan itu terbagi dua yaitu, arisan biasa (konvensional) dan arisan berantai.
Arisan biasa atau konvensional adalah arisan yang biasa dilakukan ibu-ibu dengan tenggang waktu tertentu.
Arisan berantai adalah arisan yang dilakukan perorangan via pos yang biasanya menjanjikan keuntungan ratusan lipat dengan modal minim dan tanpa ada aturan yang jelas. Arisan berantai juga sering dilakukan perusahaan besar, menjanjikan keuntungan berlipat ganda dengan hanya menyerahkan uang sekian ratus ribu atau sekian juta.
Hukum arisan berantai jelas haram karena umumnya mengandung unsur penipuan. Mereka biasanya menjanjikan keuntungan ratusan juta rupiah hanya menyetorkan uang lima ribu hingga seratus ribu ripuah. Arisan berantai ini biasa dilakukan via pos dan  mereka menjaring calon anggotanya dengan cara mengirim selebaran yang berisi ajakan arisan ke siapa saja yang alamatnya dijumpai di surat kabar atau majalah. Umumnya mereka menggunakan alamat kotak pos karena takut alamat aslinya diketahui.
Arisan berantai ada juga yang dilakukan oleh perusahaan tertentu yang mengajak nasabah untuk menyetorkan uang antara satu juta hingga puluhan juta dan janji akan dikembalikan dengan berlipat  ganda. Namun setelah uang itu terkumpul tak jarang si kolektor lantas kabur dan membawa uang ratusan juta bahkan ada yang mencapai milyaran. Hal ini pernah terungkap beberapa tahun lalu di Indonesia.
Adapun hukum arisan biasa yang lazim dilakukan ibu-ibu itu juga hukumnya haram. Dasar diharamkan arisan ini karena transaksi pemindahan uang atau barang dari anggota arisan tidak jelas apakah jual-beli, tabungan, atau simpan-pinjam.
   Menurut Qaidah Ushul Fiqih, asal dari kepemilikan harta itu haram kecuali ada dalil yang membolehkannya. Yang membolehkan kepemilikan harta menurut Islam yaitu jual-beli, hibbah, upah, dan simpanpinjam. Sementara dalam arisan pemindahan itu tidak jelas. Apakah uang yang dikumpulkan yang notabenenya milik orang lain kemudian diserahkan pada pemenang itu pinjaman, hibbah atau apa? Jika tidak jelas, maka kembalikan pada hukum asalnya yaitu haram.
   K.H.E. Abdurahman pernah membahas masalah ini dalam majalah Risalah beliau menggolongkan arisan ke dalam judi. Menurut beliau, harta yang terkumpul dari beberapa orang  peserta adalah harta milik orang lain, bukan harta milik kita (sebagai salah satu peserta) dan mengapa ia jadi milik kita? Tidak lain karena dengan undian yang lantas jatuh pada kita. Maka pemindahan hak milik dengan cara demikian termasuk maisir (judi) yang jelas hukumnya haram.
Sekalipun arisan kadang ada kebersamaan, namun ada kalanya anggota arisan tidak senang temannya mendapat giliran, satu sama lain berharap menang segera sehingga secara tidak langsung menumbuhkan kebencian di hati masing-masing anggota. Sekalipun arisan itu suka sama suka, itu tidak akan merubah hukum. Zina juga sekalipun dilakukan suka-sama suka, tapi lantas tidak jadi halal karena alasan suka sama suka.
Arisan sendiri sifatnya mirip dengan judi yaitu, mendapatkan uang dengan mudah tanpa harus kerja keras. Bahkan mungkin manfaat arisan ini ada yaitu yang tadinya modal sedikit, kemudian menjadi banyak karena bantuan harta orang lain. Tapi hukum tidak bisa diubah hanya karena merasa sesuatu itu ada manfaatnya. Arak atau minuman keras jika diminum sedikit ada manfaatnya yaitu menghangatkan badan, tapi tidak lantas jadi halal dengan alasan bermanfaat. 
Manfaat sedikit sementara madlaratnya banyak, maka harus ditinggalkan. Qaidah Ushul Fiqih menyatakan :
darul mafaasid muqaddamun ‘ala jalbil mashaalih
“Mencegah kemadlorotan itu lebih diutamakan dari pada mengambil manfaat”.
Arisan bermanfaat tapi madlaratnya banyak, di antaranya menimbulkan sifat was-was di antara anggota arisan, takut yang sudah menang tidak bayar, merasa tidak suka pada yang menang. Undian lazim ada dalam judi, membuang waktu percuma, pamer kekayaan/perhiasan, membuka kelemahan suami, melalaikan kewajiban sebagai ibu rumah tangga, dan biasanya kumpul-kumpul dalam arisan suka disertai gosif sana-sini.

 “Sungguh bahagia orang-orang yang beriman…yang berpaling dari hal-hal yang melalaikan (tidak bermanfaat).” (QS. Al-Mu’minun: 1 &3).

Related Posts:

arti lirik lagu miley_cyrus The Climb


Aku hampir bisa melihatnya .
Mimpi itu aku bermimpi , tapi
Ada suara dalam kepala saya mengatakan
Anda tidak akan pernah mencapainya
Setiap langkah yang saya bawa '
Setiap langkah yang saya buat
Merasa hilang tanpa arah ,
Iman saya adalah gemetar '
Tapi , aku harus terus tryin '
Harus menjaga kepala tegak

Selalu ada akan menjadi gunung lain
Aku selalu akan ingin membuatnya bergerak
Selalu akan menjadi perjuangan yang berat
Kadang-kadang aku akan harus kehilangan
Bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana
Bukankah tentang apa yang menunggu ' di sisi lain
Ini pendakian

Perjuangan saya hadapi
Kemungkinan Aku mengambil
Kadang-kadang mungkin menjatuhkanku , tapi
Tidak aku tidak melanggar
Aku mungkin tidak tahu , tapi
Ini adalah saat-saat yang
Aku akan ingat sebagian , yeah
Hanya harus terus pergi ' ,
Dan aku , aku harus menjadi kuat
Hanya terus mendorong pada , karena

Selalu ada akan menjadi gunung lain
Aku selalu akan ingin membuatnya bergerak
Selalu akan menjadi perjuangan yang berat
Kadang-kadang aku akan harus kehilangan
Bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana
Bukankah tentang apa yang menunggu ' di sisi lain
Ini pendakian

ya

Selalu ada akan menjadi gunung lain
Aku selalu akan ingin membuatnya bergerak
Selalu akan menjadi perjuangan yang berat
Seseorang harus kehilangan
Bukan tentang seberapa cepat aku sampai di sana
Bukankah tentang apa yang menunggu ' di sisi lain
Ini pendakian

Ya , yeah yeah

Terus movin '
Jauhkan Climbin '
Jauhkan bayi iman
Ini semua tentang , itu semua tentang pendakian

Jaga iman , menjaga iman Anda , whoa , whoa , oh .

Related Posts:

Teori terbentuknya Jagat Raya

Teori-teori tentang proses terbentuknya tata surya dapat dikelompokkan menjadi beberapa teori yaitu Teori Nebula(Kant dan Laplace), Teori planet esimal(Moulton dan Chamberlain), teori pasang surut(Jeans dan Jeffreys), teori Bintang kembar (Lyttleton), dan teori awan debu (Weizsaecker dan Kuiper). Benda-benda angkasa yang termasuk struktur utama tata surya adalah Matahari (the sun), planet-planet (The planets), bulan (the moon), dan satelit alam lainnya, asteroid, dan komet.
Jagat raya

            Rahasia mengenai banyaknya terbentuknya jagat raya dikemukakan dengan bebrapa teori yaitu teori ledakan besar (Big Bang Theory), Teori mengembang dan memapat (The Oscillating Theory). Menurut teori Big Bang, jagat raya berawal dari adanya satu massa yang sangat besar dengan berat jenis besar pula yang mengalami ledakan dahsyat karena adanya reaksi pada inti massa. Setelahnya milyaran tahun ledakan yang terpental itu membentuk kelompok yang disebut galaksi.

Related Posts:

Teori Kebutuhan Abraham Maslow


Maslow telah membentuk sebuah hirarki dari lima tingkat kebutuhan dasar. Di luar kebutuhan tersebut, kebutuhan tingkat yang lebih tinggi ada. Ini termasuk kebutuhan untuk memahami, apresiasi estetik dan spiritual kebutuhan murni. Dalam tingkat dari lima kebutuhan dasar, orang tidak merasa perlu kedua hingga tuntutan pertama telah puas, maupun ketiga sampai kedua telah puas, dan sebagainya. Kebutuhan dasar Maslow adalah sebagai berikut:

Teori Kebutuhan Maslow :

1.  Kebutuhan Fisiologis
Ini adalah kebutuhan biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan.
2.  Kebutuhan Keamanan
Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman.
3.  Kebutuhan Cinta, sayang dan kepemilikan
Ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.
4.  Kebutuhan Esteem
Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.
5.  Kebutuhan Aktualisasi Diri
Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.




Related Posts:

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur


kisah inpirasi .com 
Ada seorang sahabat menuturkan
kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani
istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah
tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar,
tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman
dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama
seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata
kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia
menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000
rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala
tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu
menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya.
Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan
sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke
mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini
sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun
membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah
berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan
sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri
dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak
gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang
sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna
mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal
gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo
rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia
tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat
kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat
Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya.
Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan
rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah
kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar
uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu
yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil
untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi
meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang
diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur
kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman
dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan:
"Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima
kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat
untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi
kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga.
Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa
rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang
shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga
diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"
Budiman tidak menyangka
ia akan mendengar respon
yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa
pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja.
Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi
sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu.
Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata
kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita
bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu
kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap
tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan.
Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian
mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu
masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga
istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa
Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan
istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya
bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman
menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah
kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"
Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala
Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan
sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman
kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu.
Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali
seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia
mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan
keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10
ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal
aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo
dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan
bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat
saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan
tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap
hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu
begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih
kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang
pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang
menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah
aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun
sedikitpun aku tak berucap hamdalah."
Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang
terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes.
Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa
selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah,
ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas

segala nikmat-Mu

Related Posts: