Dinamika litosfer dan pedosfer



Tenaga geologi dibedakan atas tenga endogen dan tenaga eksogen yang menyebabkan terjadinya bentuk muka bumi. Muka bumi adalah bagian terluar dari lapisan bumi, baik yang berupa daratan maupun perairan.
Vulkanisme adalah aktivitas magma di dalam kulit bumi, baik yang bergerak meresap diantara batuan di dalam kulit bumi maupun yang sampai keluar permukaan bumi. Tektonisme adalah terjadinya dislokasi batuan di dalam bumi, atau perubahan posisi atau letak dari komplek batuan, baik yang mengakibatkan putusnya hubungan batuan atau tidak. Berdasarkan bentukan alam yang dihasilkan, diastropisme dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu patahan dan lipatan. Patahan (sesar) terdiri atas sesar nain, sesar normal, dan sesar mendatar.
Jenis-jenis letusan gunung api ada yang erupsi eksplosif dan erupsi epusif. Cara keluarnya magma, dapat dibedakan menjadi erupsi sentral, erupsi linear, dan erupsi areal. Berdasarkan penyebabnya terjadi letusan gunung api dapat dibedakan menjadi erupsi magmatic dan erupsi preatik. Materil gunung api dapat dibedakan menjadi material cair, material gas, dan material padat.
Gempa bumi adalah getaran asli yang berasal dari lapisan kulit bumi bagian dalam, yang dirambatkan di antara lapisan batuan dalam kulit bumi kemudian sampai ke permukaan. Gempa bumi dapat terjadi karena tektonik, vulkanik, dan runtuhan.
Kulit bumi (litosfer) dibentuk oleh berbagai jenis batuan utama, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan beku berdasarkan tempat pembekuan magma, dapat dibedakan menjadi batuan beku, batuan beku kerak, dan batuan beku luar. Batuan sedimen atau endapan terbentuk melalui proses pengendapan. Batuan metamorf adalah batuan yang sudah mengalami perubahan wujud dan susunan kimia akibat peningkatan suhu dan tekanan.
Tenaga eksogen yang merobek-robek batuan muk bumi adalah air, angina, suhu, es. Pengerjaannya melalui suatu proses pelapukan, pengikisan, atau erosi, masswating, dan pengendapan.
Pedosfer adalah lapisan paling atas dari bentukan muka bumi tempat berlngsungnya
proses pembentukan tanah. Factor pembetuk tanah terdiri atas iklim (suhu dan curah hujan), organisme, bahan induk, dan waktu.
Sifat fisik tanah dapat dilihat dari warna tanah, struktur tanah, dan tekstur tanah. Penentuan tekstur tanah didasarkan perbandingan banyaknya butir-butir pasir, debu, dan liat. Struktur tanah merupakan gumpalan-gumpalan kecil dari tanah akibat melekatnya butir-butir tanah satu sama lain yaitu lempeng (platy), prisma (prosmatic), tiang (columnar), gumpal bersudut (angular blocky), gumpal membulat (sub angular blocky), granuler (granular), dan remah (crumb).

Metode pengawetan tanah pada umumnya dilakukan untuk melindungi tanah dari curahan langsung air hujan, menigkatkan kapasitas infiltrasi tanah, mengurangi run off (aliran air di permukaan tanah), meningkatkan stabilitas agregat tanah. Metode pengawetan tanah terdiri atas metode vegetative, metode mekanik, dan metode kimiawi.

Related Posts:

qoidah ushul fiqih

Tentang Qoidah-qoidah pemahaman


  • qoidah ke-1            : urusan-urusan itu tergantung pada niatnya.
  • qoidah ke-2            : apa-apa yang disyaratkan didalam pekerjaan itu suatu niat, kemudian       menyalahi dari ketentuan niat itu, maka pekerjaan itu menjadi batal.
  • qoidah ke-3            : apa-apa yang disyaratkaan menghadapkan niat secara jumlah dan tidak mensyaratkan menentukannya secara terperinci, apabila menentukannya itu salah, aka pekerjaan itu menjadi batal.
  • qoidah ke-4            : apa-apa yang tidak disyaratkaan menghadapkan niat secara jumlah dan tidak mensyaratkan menentukannya secara terperinci, apabila menentukannya itu salah, maka pekerjaan itu tidak batal
  • qoidah ke-5            : maksud lafadz itu tergantung kepada orang yang melafadzkannya.
  • qoidah ke-6            : keyakinan itu tidak dapat hilang oleh keragu-raguan.
  • qoidah ke-7            : pokok tetapnya sesuatu hukum itu atas keadaan.
  • qoidah ke-8            : pokok bebas tanggung jawab.
  • qoidah ke-9            : pokok itu tidak ada
  • qoidah ke-10          : pokok setiap kejadian itu diukurnya kepada waktu yang terdekat.
  • qoidah ke-11           : kesulitan bisa membawa kepada kemudahan
  • qoidah ke-12          : sesuatu itu apabila luas, akan menjadi sempit
  • qoidah ke-13          : kemadharatan itu bisa dihilangkan.
  • qoidah ke-14          : kemadharatan itu tidak bisa hilang dengan kemadharatan lagi, karena kalau kemadharatan itu bisa hilang dengan yang madhorot lagi, maka tidak benar qoidah yang menyatakan bahwa kemdharatan bisa dihilangkan.
  • qoidah ke-15          : keterpaksaan membolehkan pekerjaan yang terlarang.
  • qoidah ke-16          : apa yang diperbolehkan karena dhorurot, diukur dengan ukuran kemadharatannya.
  • qoidah ke-17          : kebutuhan adakalanya menempati tempat dharurat.
  • qoidah ke-18          : apabila terdapat dua mafsadat (kerugian) hendaklah diperhatikan yang lebih besar dari keduanya itu madhorotnya dan ambillah yang lebih ringan.
  • qoidah ke-19          : menolak mafsadat-mafsadat itu didahulukan daripada mendatangkan kemashlahatan.
  • qoidah ke-20          : asal dalam bercampur itu menunjukan haram.
  • Qoidah ke-21         : kebiasaan itu dianggap sebagai hokum
  • Qoidah ke-22         : apa yang disyara itu datang secara mutlak tanpa ada qoidah ba MA, tanpa ada lughoh, makan kembali MA itu kepada kebiasaan.
  • Qoidah ke-23         : ijtihad itu tidak akan bathal dengan ijtihad lain.
  • Qoidah ke-24         : mendahulukan yang lain dalam beribadah itu terlarang.
  • Qoidah ke-25         : mendahulukan yang lain yang bukan ibadah itu bagus.
  • Qoidah ke-26         : tindakan imam atas orang banyak tergantung pada mashlahat.
  • Qoidah ke-27         : had-had itu akan bathal (gugur) dengan Syubuhat (yang samar-samar)
  • Qoidah ke-28         : sesuatu yang tidak akan sempurna kewajibannya itu, kecuali dengan sesuatu itu akan menjadi wajib.
  • Qoidah ke-29         : keluar dari pertentangan disunahkan.
  • Qoidah ke-30         : rukshoh itu tidak bisa dibebankan kepada kemaksiatan.
  • Qoidah ke-31         : rukshoh itu tidak bisa dibebankan kepada keraguan.
  • Qoidah ke-32         : sesuatu yang lebih banyak pekerjaannya, maka akan lebih baik keutamaanya.
  • Qoidah ke-33         : apa-apa yang tidak diketahui seluruhnya janganlah ditinggalkan seluruhnya.
  • Qoidah ke-34         : Kemudahan itu tidak bisa gugur dengan kesulitan.
  • Qoidah ke-35         : sesuatu yang haram melakukannya, maka haram pula mencarinya.
  • Qoidah ke-36         : sesuatu yang haram mengambilnya, maka haram pula memberinya
  • Qoidah ke-37         : kebaikan yang melampaui batas lebih utama dari yang kurang.
  • Qoidah ke-38         : ridho terhadap sesuatu hal berarti ridho pula terhadap apa yang diakibatkan/ditimbulkan dari sesuatu itu.
  • Qoidah ke-39         : hokum itu berputar berdasarkan illah baik ada maupun tidak
  • Qoidah ke-40         : ashal pada sesuatu itu boleh-boleh saja.

Related Posts:

Say no to valentine

Sejarah Valentine Days.
Menurut data dariEnsiklopedi Katolik, nama Valentinus diduga bisa merujuk pada tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda.
Hubungan antara ketiga martir ini dengan hari raya kasih sayang (valentine) tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.
Santo atau Orang Suci yang di maksud yaitu :
·         Pastur di Roma
·         Uskup Interamna (modern Terni)
·         Martir di provinsi Romawi Afrika.
Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti dari emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada tahun 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine (14 Februari), di mana peti dari emas diarak dalam sebuah prosesi dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu dilakukan sebuah misa yang khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.
Hari raya Valentine Days ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santo yang asal-muasalnya tidak jelas, meragukan dan hanya berbasis pada legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.
Hukum Merayakan Valentine Dalam Islam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam, artinya, ” Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi).
Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkata, ” Memberikan ucapan selamat terhadap acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut HARAM “.
Mengapa ? karena berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah subhanahu wata’ala. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah subhanahu wata’ala dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh.
Syaikh Muhammad al-Utsaimin ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan, ” Merayakan Hari Valentine itu tidak boleh ”, karena alasan berikut :
Pertama : Ia merupakan hari raya bid’ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari’at Islam.
Kedua : Ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) -semoga Allah meridhai mereka-.
Contoh kasus : ada seorang gadis mengatakan bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
Saudaraku!! Ini adalah suatu kelalaian, mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah subhanahu wata’ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.
Di dalam ayat lainnya, artinya, ” Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22).
Jadi, kesimpulan dari hukum Perayaan Valentine adalah sebagai berikut :
Seorang muslim dilarang untuk meniru-niru kebiasan orang-orang di luar Islam, apalagi jika yang ditiru adalah sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan, pemikiran dan adat kebiasaan mereka.
Bahwa mengucapkan selamat terhadap acara kekufuran adalah lebih besar dosanya dari pada mengucapkan selamat kepada kemaksiatan seperti meminum minuman keras dan sebagainya.
Haram hukumnya umat Islam ikut merayakan Hari Raya orang-orang di luar Islam.
Valentine’s Day adalah Hari Raya di luar Islam untuk memperingati pendeta St. Valentin yang dihukum mati karena menentang Kaisar yang melarang pernikahan di kalangan pemuda. Oleh karena itu tidak boleh ummat Islam memperingati hari Valentine’s tersebut.
Sumber :
·         www.beritaterkini.net


Related Posts:

Karena-Nya aku menolakmu

I
ni kisahku,
Saat dulu mengenal cinta semu
Cuma cerita pencarian jati diri anak manusia
Masa belia,
Serba ingin mencoba segalanya
Tanpa sadar perangkap syetan telah menanti disana

Cintamu menerangkapku dalam dosa dan nafsu
Sampai hari itu, kejadian itu,
Aku memutuskanmu ini penjelasanku.

Apa yang engkau mau
Kuberikan semampuku,
Tapi yang satu itu tak boleh berlaku
Meski kau trus meminta
Ku lakukan demi CINTA
Tapi maaf, aku tak mudah tuk tergoda
Saat kau Tanya mengapa
Aku tak mau,
Aku pun yakin menjawab,
“KarenaNya aku menolakmu”

Related Posts:

Cerita Berantai

Salmafifeeh.blogspot.com
Kelas x MAS Manbaul Huda
eMHa Writing Club

            Sepi, sunyi, hampa. Oh terasa begitu hinanya hidup ini. Dilahirkan dari sebuah keluarga konglomerat seharusnya membuat Diana bahagia. Nasib lain yang dirasakan Diana, ia hidup seorang diri. Anak sematawayang yang kini menginjak usia remaja. Tidak seperti kebanyakan remaja lain.
            Setiap kali ia berada di rumah, ia selalu menonton keributan yang dilakukan oleh orang tuanya, itulah makanan ia sehari-hari. Karena ia merasa tertekan dan hampa bersama kedua orang tuanya, ia pun memutuskan pergi dari rumah hingga ia memutuskan pendidikannya.
            Andaikan orang tuanya tidak berbuat keributan rumah tangga, Diana pasti masih bias meanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi. Saat dia melihat orang sebayanya mengenakan seragam putih abu-abu dia sangat iri. Dalam benaknya ingin sekali bias mengenakan seragam itu lagi.
            Terlahir dari keluarga yang berantakan, membuat Diana sangat frustasi, setiap hari hanya terdiam di kamar dan memandangi jendela yang menghadap ke taman. Masih kuat terigat di benaknya, canda tawa bersama keluarga kecilnya yang dulu masih utuh. Di taman depan kamar, persis di tempat itu Diana dan keluarga kecilnya menghabiskan waktu. Tapi itu semua kini tinggal kenangan.
            Pikiran Diana yang terbatas dan pergaulan yang minim membuat Diana sulit memecahkan setiap masalah yang ia hadapi. Diana terpaksa mengambil keputusan yang sangat bodoh. Kabur dari rumah itu bukan solusi terbaik, malah akan membuat masalah baru dalam hidupnya. Namun apalah daya, semua sudah terlanjur. Apa gunanya lagi ia kembali ke rumah yang sudah seperti neraka itu.
            Diana berjalan kaki sangat jauh, hingga ia merasakan lelahnya berjalan kaki. Ia memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah warnet. Tanpa berpikir panjang Diana memasuki warnet itu dan menempati sebuah komputer. Diana pun langsung menyalakan komputer dan membuka akun twitter miliknya untuk sekedar menghilangkan stress yang ia rasakan. Tiba-tiba listrik di warnet mati dan terpaksa ia menunggu di warnet. Tersadar bahwa ia tak membawa uang sepeser pun, Diana terpaksa kabur dan tidak membayar warnet itu.
            Ketika Diana melarikan diri, Diana pun merasa senang dan gembira dan berkata,
“horeeee.. aku berhasil kabur dan tidak usah membayar sewa warnet!!!”
Diana berlari tergopoh-gopoh menjauhi warnet tadi. ia merasa belum tenang karena takut penjaga warnet itu tahu ia tidak membayar biaya sewa internet yang sangat mahal. Saat menengok ke belakang, ternyata si penjaga warnet telah ada dibelakang dia. Diana berlari semakin kencang seperti di kejar anjing. Ia berlari sangat kencang tidak peduli apa yang ia lewati, apa yang dia tabrak, dan apa yang dia injak, sampai sandalnya lepas pun dia tak sadar.
            Saat ia berlari sangat kencang, dari kejauhan dia melihat sebuah gubuk tua kecil dekat dengan pohon besar. Tak perlu berpikir panjang dia segera masuk ke dalam gubuk itu dan menenangkan dirinya. Setelah ia masuk ke dalam gubuk itu, tak sengaja ia menginjak sarang lebah.  Diana ingin berlari meninggalkan gubuk itu, tetapi ia berpikir kalau ia keluar nanti si penjaga warnet meminta bayaran padanya. Diana pun terdiam sejenak, namun tak lama kumpulan lebah itu keluar dari sarangnya.
            Diana pun keluar dari gubuk itu karena takut disengat lebah. Ternyata si penjaga warnet masih ada disekitar situ dan dia melihat Diana. Kemudian Diana berlari tanpa alas kaki karena sandal yang tinggal sebelah terlepas di gubuk tua tadi.  penjaga warnet tadi mengejar Diana. Dan kumpulan lebah yang sarangnya diinjak Diana terus mengikuti Diana. Akhirnya Diana dikejar oleh penjaga warnet, dan lebah.
            Diana berlari sangat kencang sekali, sampai ia tak sengaja menginjak tubuh orang gila yang sedang tertidur di trotoar. Orang gila itu terbangun dan menggoda Diana. Diana megira orang gila itu akan marah, tetapi malah menggodanya. Dalam benak Diana terlintas pikiran udah gila aja masih ngegoda cewe cantik, apalagi kalau waras.  Karena takut, Diana memukul kepala orang gila itu dengan tas yang ia bawa. Orang gila itu marah,  kemudian mengejar Diana. Dan sekarang Diana dikejar oleh Penjaga warnet, orang gila, dan kumpulan lebah.
            Diana menambah kecepatan larinya. Ia berlari sekencang mungkin untuk menghindar dari semua yang mengejarnya. Diana menjadi tontonan orang-orang, dikejar penjaga warnet yang bergaya banci, dikejar kumpulan lebah yang semakin banyak, dan ditambah orang gila yang tidak mengenakan sehelai pakaian pun. Perasaan malu campur aduk dengan rasa takut dalam diri Diana.
            Diana tak tahu harus kemana lagi berlari. Diana melewati ujung jalan dan dihadapannya adalah sungai yang tertutupi semak-semak ditepinya. Tak bepikir panjang, Diana bersembunyi diantara semak belukar yang banyak durinya. Sedangkan yang mengejar Diana terus mengejar Diana ke arah semak-semak. Karena tak tahu ada sungai di balik semak-semak tersebut, brusssssss terjunlah mereka ke dalam sungai yang penuh sampah dan kotoran manusia.
            Tersadar bahwa ada suara berisik yang masuk ke sungai, Diana beranjak dari semak belukar penuh duri itu. Diana melihat ke sungai dan tertawa terbahak-bahak.
“hahaha rasain kalian. Cape cape ngejar aku malah kena batunya.” Ejek Diana kegirangan.
Sadar takut mereka mengejar Diana lagi, Diana langsung meninggalkan semak belukar itu dan berlari ke jalan raya. Diana menghentikan sebuah taxi. Dan Diana pun berniat kembali ke rumah orang tuanya lagi.

            Setibanya di rumah, Diana melihat banyak polisi di rumah mewahnya. Diana turun dari taxi dan menyuruh supir taxi untuk menunggu karena ia akan meminta uang pada satpam untuk mebayar taxi itu. Diana pun memasuki rumah, dan ia melihat kedua orang tuanya berbincang dengan polisi. Nampaknya kedua orang tua Diana tampak akur. Saat mereka melihat kehadiran Diana yang belusutan mereka berteriak memanggil nama Diana dan menghampiri Diana sambil memeluknya

Related Posts:

Hikmah dan manfaat agung poligami

Nama : Salma Afifah
Kelas  : x (sepuluh)
Tugas : Tafsir Ahkam



Karena poligami disyariatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mempunyai nama al-Hakim, artinya Zat yang memiliki ketentuan hukum yang Mahaadil dan hikmah[1] yang Mahasempurna, maka hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia ini tentu memiliki banyak hikmah dan faidah yang agung, di antaranya:
1- Terkadang poligami harus dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya jika istri sudah lanjut usia atau sakit, sehingga kalau suami tidak poligami dikhawatirkan dia tidak bisa menjaga kehormatan dirinya. Atau jika suami dan isrti sudah dianugerahi banyak keturunan, sehingga kalau dia harus menceraikan istrinya, dia merasa berat untuk berpisah dengan anak-anaknya, sementara dia sendiri takut terjerumus dalam perbuatan zina jika tidak berpoligami. Maka, masalah ini tidak akan bisa terselesaikan kecuali dengan poligami, insya Allah.
2- Pernikahan merupakan sebab terjalinnya hubungan (kekeluargaan) dan keterikatan di antara sesama manusia, setelah hubungan nasab. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
Dan Dia-lah yang menciptakan manusia dari air (mani), lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah (hubungan kekeluargaan karena pernikahan), dan adalah Rabbmu Maha Kuasa.” (QS. al-Furqaan: 54).
Maka, poligami (adalah sebab) terjalinnya hubungan dan kedekatan (antara) banyak keluarga, dan ini salah satu sebab poligami yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.[2]
3- Poligami merupakan sebab terjaganya (kehormatan) sejumlah besar wanita, dan terpenuhinya kebutuhan (hidup) mereka, yang berupa nafkah (biaya hidup), tempat tinggal, memiliki keturunan dan anak yang banyak, dan ini merupakan tuntutan syariat.
4- Di antara kaum laki-laki ada yang memiliki nafsu syahwat yang tinggi (dari bawaannya), sehingga tidak cukup baginya hanya memiliki seorang istri, sedangkan dia orang yang baik dan selalu menjaga kehormatan dirinya, akan tetapi dia takut terjerumus dalam perzinaan, dan dia ingin menyalurkan kebutuhan (biologis)nya dalam hal yang dihalalkan (agama Islam), maka termasuk agungnya rahmat AllahSubhanahu wa Ta’ala terhadap manusia adalah dengan dibolehkan-Nya poligami yang sesuai dengan syariat-Nya.[3]
5- Terkadang setelah menikah ternyata istri mandul, sehingga suami berkeinginan untuk menceraikannya, maka dengan disyariatkannya poligami tentu lebih baik daripada suami menceraikan istrinya.
6- Terkadang juga seorang suami sering bepergian, sehingga dia butuh untuk menjaga kehormatan dirinya ketika dia sedang bepergian.
7- Banyaknya peperangan dan disyariatkannya berjihad di jalan Allah, yang ini menjadikan banyak laki-laki yang terbunuh sedangkan jumlah perempuan semakin banyak, padahal mereka membutuhkan suami untuk melindungi mereka. Maka, dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik.
8- Terkadang seorang lelaki tertarik/ kagum terhadap seorang wanita atau sebaliknya, karena kebaikan agama atau akhlaknya, maka pernikahan merupakan cara terbaik untuk menyatukan mereka berdua.
9- Kadang terjadi masalah besar antara suami-istri, yang menyebabkan terjadinya perceraian, kemudian sang suami menikah lagi dan setelah itu dia ingin kembali kepada istrinya yang pertama, maka dalam kondisi seperti ini poligami merupakan solusi terbaik.
10- Umat Islam sangat membutuhkan lahirnya banyak generasi muda, untuk mengokohkan barisan dan persiapan berjihad melawan orang-orang kafir, ini hanya akan terwujud dengan poligami dan tidak membatasi jumlah keturunan.
11- Termasuk hikmah agung poligami, seorang istri memiliki kesempatan lebih besar untuk menuntut ilmu, membaca al-Quran dan mengurus rumahnya dengan baik, ketika suaminya sedang di rumah istrinya yang lain, dan kesempatan seperti ini umumnya tidak didapatkan oleh istri yang suaminya tidak berpoligami.
12- Dan termasuk hikmah agung poligami, semakin kuatnya ikatan cinta dan kasih sayang antara suami dengan istri-istrinya, karena setiap kali tiba waktu giliran salah satu dari istri-istrinya, maka sang suami dalam keadaan sangat rindu pada istrinya tersebut, demikian pula sang istri sangat merindukan suaminya.
Dan masih banyak hikmah dan faidah agung lainnya, yang tentu saja orang yang beriman kepada Allah dan kebenaran agama-Nya tidak ragu sedikitpun terhadap kesempurnaan hikmah-Nya dalam setiap ketentuan yang disyariatkan-Nya. Cukuplah sebagai hikmah yang paling agung dari semua itu adalah menunaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menaati-Nya dalam semua ketentuan hukum yang disyariatkan-Nya.[4]
13.  Dengan banyaknya istri akan memperbanyak keturunan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda:
((تَنَاكَحُوا تَنَاسَلُوا؛ فَإِنِّي مُبَاةٍ بِكُمُ الأُمَمَ))
“Menikahlah kalian dan buatlah keturunan karena aku berbangga dengan kalian di depan umat-umat yang lain.”
14.. Terkadang wanita itu ada yang mandul tidak bisa beranak, maka manakah yang lebih utama? Apakah mencerainya atau tetap bersamanya menikah lagi, manakah yang lebih utama? Membiarkan suami tanpa keturunan atau dia menikah lagi? Jawabnya, yang lebih utama adalah tetap bersamanya dan membiarkannya menikah lagi.
15. Wanita pada saat nifas dan haidnya seringkali suami tidak bisa sabar menahan sehingga akan menyeretnya pada sesuatu yang haram, dan jalan keluar dari masalah ini adalah dengan suami menikah lagi.
16. Kadang pada wanita ada beberapa aib (kekurangan) maka yang lebih utama adalah suami menikah lagi dan tidak menceraikannya..
17. Banyaknya istri (poligami) akan mempererat hubungan beberapa keluarga. Sebagaimana AllahSubhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
“Dan Allah (pula) yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah2 dan adalah Rabbmu Maha Kuasa.” (Al-Furqan: 54)
18. Seorang wanita itu harus ada orang yang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya berupa nafkah dan lainnya, maka dengan poligami seorang suami yang akan melaksanakan hal itu. Dan ilmunya berada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala
19. Untuk menyelamatkan perempuan-perempuan dari krisis akhlak seperti pada negara yang jumlah perempuannya lebih banyak daripada laki-laki. Umpamanya akibat perang yang berkepanjangan dan sebagainya, maka dengan berpoligami mereka dapat terselamatkan.
Pendapat para ulama tentang Poligami :
1.    Poligami Menurut Muhammad Abduh
 Poligami Dilarang Kecuali Sangat Terpaksa
      -Menggunakan pendekatan normatif keagamaan, psikologi keluarga, sosiologi dan budaya.
      -Beliau lebih cenderung kepada berlakunya teori struktur peranan dalam keluarga, iaitu adanya kedamaian yang jauh daripada konflik antara anggota keluarga. Bagi mewujudkan hal itu, keadilan perlu menjadi common value (nilai yang biasa).
      -Atas kepentingan faktor keadilan inilah, Abduh melarang amalan poligami apabila menjawat jawatan sebagai mufti Mesir, kecuali dalam situasi yang sangat terpaksa, seperti si isteri mandul (infertility).
      -Poligami menurutnya adalah tradisi masa lampau sebelum Islam. Ia berhubung kait dengan kedudukan wanita yang dipandang sebagai satu hubungan antara manusia dan haiwan, atau manusia tidak sempurna.
      -Bagi Abduh juga, poligami tanpa sebab adalah satu bentuk merendahkan maruah wanita.




2.    Poligami menurut Imam Ghazali
Isteri Berhak Menerima Ataupun Menolak Dimadu

-Imam Ghazali terkenal sebagai ulama yang sering membela kaum wanita.
-Beliau kurang membicarakan persoalan poligami.
-Dalam bukunya, Nahwu al-Tafsir al-Maudu’I li Suwari Al-Quran, beliau membahaskan isu poligami dengan amat terhad. Menurutnya poligami dalam Islam mempunyai aturan khusus, tidak seperti di Barat yang lelakinya mempunyai satu isteri tetapi isteri haramnya sampai sepuluh.
-Dalam Islam, lelaki bujang yang tidak mampu berkahwin dianjurkan berpuasa, soalnya bagaimana pula lelaki yang tidak mampu berpoligami? Menurutnya orang seperti itu tidak boleh dibiarkan, dia tidak akan mampu berlaku adil.
-Ghazali melihat dalam perkahwinan tidak boleh ada paksaan. Oleh itu, wanita bebas untuk menerima ataupun menolak bagi dimadu.
-Sekiranya seorang isteri khuatir dimadu oleh suaminya, dia boleh mengajukan syarat itu dalam perjanjian perkahwinannya. Si suami perlu berpegang teguh dengan perjanjian itu. Sekiranya tidak, dia hendaklah menceraikannya. Ini perlu kerana hubungan keluarga perlu dibina atas dasar takwa, keadilan dan kedamaian.
-Menurut Ghazali, perkahwinan adalah ibadah, dan keluarga adalah jambatan menuju sebuah kehidupan yang mulia, dan tempat pembinaan iman dan budayannya.  Itu juga harapan ibad al-Rahman iaitu rumahtangga yang damai dengan isteri dan anak cucu yang menyejukkan pandangan mata. Bagi mewujudkan hal itu perlu kerjasama orang tua.
-Ghazali menekankan bahawa perkahwinan bukan tujuan tetapi hanyalah wasilah. Ia jalan bagi berlakunya pertumbuhan keluarga yang beriman, adil, tenteram, cinta kasih, dan penuh rahmat terpulanglah sama ada dengan cara poligami ataupun tidak.

3.    Poligami Menurut Yusuf al-Qaradhawi
Asal Perkahwinan Muslim Adalah Berkahwin Satu
-Para gerakan Kristian dan orientalis menjadikan topik poligami seakan-akan ia adalah syiar daripada syiar-syiar Islam, ataupun wajib daripada kewajipan-kewajipan Islam, atau sekurang-kurangnya galakan daripada galakan-galakan Islam. Ini adalah sesat lagi menyesatkan.
-Asal yang mendominasi dalam perkahwinan Muslim adalah BERKAHWIN SATU, yang mana isterinya yang itu menjadi penenang dirinya, pelembut hati, pengurus rumahtangga, tempat menyimpan rahsia. Dengan itu, terbinalah atas keduanya ketenangan, kasih sayang dan kerahmatan yang menjadi teras kehidupan perkahwinan dalam pandangan al-Quran.

Related Posts: