Wanita, sadarlah kau ini makhluk paling kuat



Wanita, sadarlah kau ini makhluk paling kuat

Wanita adalah makhluk paling istimewa. Wanita dilahirkan dengan sempurna. Wanita memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh laki-laki. Bahkan kemuliaan wanita ini dalam islam diabadikan dalam 1 surat diantara 114 yang memuat tentang wanita. Wanita diibaratkan sebagai perhiasan dunia. Tanpa wanita takan ada keturunan nabi Adam.
Namun kemuliaan dan keistimewaan ini tak banyak disadari oleh semua wanita. Mereka bahkan lupa akan diri mereka sendiri yang telah Allah berikan kelebihan padanya. Acap kali wanita menangis meronta-ronta karena kehilangan sesuatu yang mereka sayang. Kadang pula wanita meluapkan amarahnya sehingga mendzolimi yang lain. Kadang pula wanita berbuat diluar dugaan semua orang.
Wanita mudah sekali merasakan sesuatu karena ia dilahirkan dan diciptakan oleh Allah dengan salah satu kelebihannya yaitu memiliki kepekaan yang mendalam. Karena kepekaannya itu lahirlah kesensitifan dalam hati wanita. Kesensitifan karena perasaannya yang terlalu mendalam. Dan semua itu tebangun dari hati mereka yang lembut. Hati yang masih bisa merasai walau sering kali tersakiti. Hati yang masih bisa tegar walau sering kali dijatuhkan. Hati yang masih bisa bertahan walau sering kali dikecewakan.
Setiap hembusan nafas wanita ia keluarkan bersama perasaan cintanya yang mendalam. Setiap
aliran darah wanita ia alirkan juga energy-energi poistif tuk bisa selalu merasai. Setiap kedipan mata wanita ia mencoba melupakan kenangan pahit yang ia lihat. Setiap detakan jantung ia hanyutkan keegoisan dalam dirinya. Setiap bulir air mata yang jatuh membasahi pipinya ia selipkan luka yang teramat dalam yang coba ia ungkapkan setelah sulitnya menyembunyikan luka. Setiap getaran hati yang ia rasakan ada benih-benih luka dan cinta yang mustahil bersatu tapi kan selalu berdampingan.
Wahai wanita, tak sadarkah dirimu sempurna? Kau memiliki hati yang lembut. Kau memiliki kesabaran yang besar. Kau memiliki ketegaran yang kuat. Kau bahkan bisa mengalahkan hati para lelaki yang kelihatan dari tampangnya mereka kuat. Kau lebih hebat dari mereka. Kau bukan makhluk yang lemah. Masih maukah kau tertindas oleh para penjahat hati ?
Teriakan suara kaum feminis muslim yang takkan pernah menyerah dengan keadaan. Teriakan atas nama Allah kekuatan hati kalian yang tak bisa ditindas oleh apapun. Teriakan atas nama Rasul pengabdian kalian sebagai wanita yang tak mudah terkalahkan. Teriakan TIDAK pada penindasan kaum perempuan.


#coming soon at my paper “Konsep Feminisme dalam Perspektif Islam”

Related Posts:

Cinta itu ibarat sebuah laba-laba

Cinta itu ibarat sebuah laba-laba
Laba-laba kecil menyulam jaring diantara dedaunan yang mulai mengering itu. Kemahiran dan kecepatannya dalam membuat jarring seolah membuat kita terkagum-kagum. Dibalik kemahirannya itu, sang induk laba-laba ternyata sedang berjuang untuk kelangsungan hidup anak-anaknya. Dalam waktu kurang dari 5 menit sarang yang terbuat dari jaring itu pun telah selesai. Dan kini siap untuk dihuni. Sang induk membawa serta anak-anaknya pindah ke sarang yang baru. Namun tak lama setelah pindah sang ibu menjerat dirinya sendiri. Ia lakukan itu hanya karna ingin anaknya tak mati kelaparan. Sang anakpun memakan induknya dengan cepat dan hampir tak tersisa. Pertanyaan yang tepat adalah, mengapa sang anak tega memakan ibunya sendiri ? padahal ibunya sudah susah payah membuatkan jaring untuknya ? sang anak telah durhaka pada induknya.
Setiap insan yang memiliki hati pasti pernah berkorban untuk orang yang dia sayang. Apapun pasti dilakukan untuk membahagiakan orang yang disayang. Perjuangan, pengorbanan, tenaga, jiwa, pikiran seluruhya ia kerahkan demi dia yang disayang. Namun apalah arti sebuah cinta tanpa ada pengorbanannya. Sama seperti anak laba-laba yang memakan induknya. Orang yang disayang pun melakukan hal yang sama. Setelah semuanya dikerahkan, diperjuangkan, dikorbankan lalu ia malah menyakiti begitu saja.
Bukan tak paham akan arti sebuah pengorbanan, tapi sebuah perasaan yang tulus kan selalu bertahan tanpa rasa ingin dibalas. Cinta yang tulus itu ialah membiarkannya pergi bahagia dan jangan mengharapkan balasan. Karena cinta yang tulus itu idealnya dalam hati dan kan tersimpan tanpa batasan waktu. Pengorbanan kita biarlah jadi sebuah cerita hidup yang mungkin kan terkenang setelah kita tiada.
Kejujuran cinta kan menuntun semuanya jadi nyata. Insan yang memiliki cinta dan belum terbalaskan, bersabarlah. Karena cinta yang hakiki datangnya tanpa kita harapkan dan tanpa kita ketahui kapan datangnya. Cintailah cinta.

Related Posts: