KRISTENISASI DI ANGKOT

Kristenisasi naik angkot

            Orang-orang Kristen telah lama melancarkan program kristenisasi, mereka melakukan dengan berbagai cara. Kristenisasi, orientalisme, dan penjajahan adalah tiga serangkai untuk menghancurkan umat islam. Artikel ini diambil dari pengalaman langsung yang saya lihat di angkot yang saya naiki saat perjalanan pulang sekolah pukul 15.15 WIB (05/10/15). Juga sedikit diambil dari bulletin Lembaga Penelitian Pengkajian Islam (LPPI).
            Ketika orde baru Berjaya, banyak juga para pejabat yang tidak percaya adanya krisetenisasi besar-besaran yang telah terjadi di  Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku Fakta dan Data tentang kristenisasi di Indonesia oleh Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak misionaris zending telah bekerja keras siang-malam untuk mengkristenkan umat Islam secara khusus.
            Setelah sempat ramai proses kristenisasi dalam acara CFD(Car Free Day) di kota-kota besar 2014 lalu, kini nampak langsung di hadapan kita bahwa kristenisasi semakin meraja lela. Awalnya memang sedikit acuh dengan isu ini. Akan tetapi setelah menyadari bahwa ini adalah hal serius. Hal yang menyangkut masa depan umat Islam di Indonesia. Bila hal ini dibiarkan menjamur, maka masa depan anak-cucu kita akan hancur atau (naudzubillah) mereka bisa saja ikut terbawa arus zaman yang semakin dahsyat ini.
Hasil gambar untuk kristenisasi di angkot            Sepulang sekolah seperti biasa saya dan dua orang teman saya menaiki angkot yang sama karena rumah kami satu arah. Saat itu, di dalam angkot terdapat 2 orang perempuan sebaya (keduanya tidak berhijab), 1 orang anak SMA(tidak berhijab), beserta supir ditambah kami bertiga menaiki angkot yang sebaiknya tidak disebutkan namanya. Lalu kami bertiga duduk di sebelah kanan (dibelakang supir) disamping anak SMA tadi, sedangkan 2 orang perempuan sebaya itu duduk di sebelah kiri.
            Angkotpun mulai melaju perlahan. 2 orang perempuan sebaya itu memulai pembicaraan. Terlihat salah seorang diantara 2 perempuan sebaya itu membawa sebuah handbag dan tas jinjing transparan berisi beberapa jenis buku. Dan ada satu judul buku yang ia bawa beberapa eksemplar. Sampul buku itu menarik, berwarna biru, tidak besar tidak juga kecil seperti majalah pada umumnya. Judul buku itu kalau tidak salah adalah “Siapakah Yehuwa?”.
            Sepintas terbesit dipikiran ini itu adalah buku biasa untuk anak TK karena penuh dengan gambar dan warna. Akan tetapi saat terdengar pembicaraan kedua perempuan paruh baya itu, cukup menarik perhatian saya untuk mendengarkannya. Mereka bercakap dengan menggunakan Bahasa sunda yang sangat halus. Karena kami bertiga mulai ngeuh akan apa isi pembicaraan yang sedang mereka bicarakan. Isi pembicaraannya saya tuliskan menggunakan Bahasa Indonesia.
*NB :   A adalah perempuan yang membawa buku siapakah yehuwa?
B adalah perempuan yang diajak bicara oleh A
A          : ini siapa tau mau bukunya. (menyodorkan buku biru itu)
B          : (menerima buku itu dan memberi sedikit senyum)
A          : semoga bukunya bermanfaat ya. Setiap orang mempunyai kepercayaan yang berbeda-beda. Di Kristen ada percaya ke yesus, Islam percaya ke Allah. Tapi itupun bukan nama Tuhan yang sebenarnya. Yesus punya nama aslinya, Allah juga punya nama aslinya. Itu hanya nama panggilan saja seperti teteh juga kan punya nama aslinya.
B          : oh seperti itu. (senyum simpul)
A          : lya. Pada hari kiamat juga kan islam merasakan Kristen merasakan dan umat lainpun merasakannya. Di hari kiamat juga kita sama-sama akan dibangkitkan sesuai agama kita. Dihari itulah nama asli Tuhan dari setiap agama di sebutkan. Sampai sekarang ya belum ada yang mengetahuinya seperti di Qur’an juga ada kan di surat al-ikhlas yang berbunyi “Qulhuwa” arti dalam Bahasa Indonesia kan “katakanlah Dia”. Dia disini kan masih rancu siapa dia sebenarnya. Nah itu merupakan suatu rahasia yang nanti di hari kebangkitan akan kita ketahui apa arti dari Qulhuwa itu. Begitupun umat Kristen. Umat Kristen juga mempunyai tuhan yesus. Tapi nama sebenarnya bukan yesus, karena yesus hanyalah panggilan. Tersebut di kitab injil juga disebutkan yehuwa. Nah dalam buku inilah kita bisa mengetahui siapakah yehuwa ini.
B          : oh gitu yah. Iya bener ya.
A          : nah iya. Seperti ini saja contohnya. Pak presiden punya nama kan. Nah nama itu pula bukan nama yang sebenarnya. Ada nama lain dari pak Presiden.

Percakapan terputus karena ada beberapa penumpang baru yang naik angkot.
A          : sampai kemana tadi ? oiya godaan zaman sekarang memang benar-benar cobaan beratnya. Lihat saja orang Arab yang perawakannya tinggi, berkulit gelap, berhidung mancung. Seperti yang mereka lakukan terhadap TKW kita. Kadang ada yang di gaji ya itupun yang majikannya memang baik. Ada yang ga digaji karena majikannya tidak puas. Ada juga yang bahkan punya anak hasil dari majikannya. Sudah tidak di gaji, punya anak dari orang sana. Ya tidak akan mengakui anak dari orang Indonesia karena TKW sudah dianggap dibeli. Ya itu di Negara Arab yang mayoritas ya.
B          : iya iya. Kasihan sekali kadang pulang tidak bawa apa-apa. Ada yang meninggal, di siksa, tidak di gaji dan macam-macam ya.
A          : iya. Jangankan seperti itu, kadang di kampong juga tetangga saya pergaulan anak-anaknya sudah mulai kacau. Anak-anak SD juga sudah tidak lurus bahkan sudah gendong bayi. Di kota begal motor, alcohol, narkoba macem-macem padahal mereka tau agama dari orang tuanya. Tapi terkadang itu hanya nama saja.
B          : aduh iya, anak-anak zaman sekarang cuman bisa geleng-geleng kepala melihatnya.
A          : maaf, ibu muslim atau…? (terpotong)
B          : iya. (langsung menjawab dengan anggukan kepala dan senyum simpul)
A          : maaf yah ini mah kita gitu sama-sama sharing gitu ya. Ya terkadang kan anak pesantren juga padahal ya mereka hidup di lingkungan agamis, tapi tetap saja ada gitu yang melenceng. Tantangan zaman benar-benar sudah kacau. Oh iya omong-omong ibu tinggal di mana ?
B          : oh iya saya itu sudah dekat di belakang pom bensin situ.
A          : oh gitu, deket atuh. Iya say amah di belakang ****maret deket juga. Siapa nama ibu teh? Siapa tau nanti bertemu di jalan berpapasan bisa sharing-sharing lagi.
B          : saya (menyebutkan nama). Kalau ibu ?
A          : saya (menyebutkan nama).
B          : kiri. (memberhentikan angkot berbarengan dengan kedua teman saya). Ayo ibu saya duluan. Terimakasih bukunya.
A          : oh iya sama-sama. Semoga bermanfaat ya.

Ibu B turun angkot berbarengan dengan kedua teman saya. Selama pembicaran mereka tadi, saya dan kedua teman saya tidak tinggal diam. Awalnya kami saling tatap-tatap mata. Kemudian kembali mendengarkan pembicaraan mereka. Sayapun mencoba berbicara lewat ketikan singkat di ponsel saya lalu saya perlihatkan ke salah seorang teman saya yang tepat dipinggir saya. Isinya “itu kayanya orang Kristen. Kasihan si ibu yang satu lagi dia muslim. Takut terbawa”. Dan teman saya pun hanya menganggukkan kepala dan kembli memperhatikan kedua perempuan sebaya itu.
Mendengar ibu A berbicara menjelek-jelekkan Islam dengan cara halus, saya dan teman disebelah saya saling menyikut dan saling memandang. Kamipun berbisik-bisik. “andai saja punya ongkos lebih, ingin rasanya mengikuti mereka”. Kami bertiga sangat jengkel dan penasaran apa yang akan dibicarakan dan apa yang akan dilakukan serta apa maksud ibu itu menjelek-jelekkan islam dengan cara halus seperti itu. Saking penasarannya kami, salah satu diantara kami yang harusnya sudah turun duluan, malah tidak turun dan sepetinya ia ingin mendengarkan kelanjutan pembicaraan kedua perempuan itu. Begitupun teman saya yang satu lagi. Tapi akhirnya kedua teman saya turun duluan bersama ibu B tadi.
Hasil gambar untuk kristenisasi di angkotKejadian ini pun memberiku inspirasi sekaligus kekhawatiran akan kehidupan saya pribadi maupun bangsa ini kedepannya. Upaya non-muslim menghancurkan islam sangatlah bermacam-macam. Bilakah seseorang yang kuat imannya akan bertahan? Ataukah orang yang belum fasih agamanya, akan tergoyahkan dengan pembicaraan singkat tadi ? mau dibawa kemana masa depan bangsa ini, kehidupan ummat Islam yang merapuh karena kemajuan dan perkembangan teknologi yang ada ?
            Tiga Serangkai Musuh Islam Kristenisasi, Orientalisme dan Penjajahan menjadi tiga serangkai, yang tidak dapat dipisahkan. Masing-masing mempunyai tugas untuk menghancurkan umat Islam.
Kristenisasi bertugas untuk merusak aqidah; orientalisme memporak-porandakan pemikiran Islam; dan penjajahan melumpuhkan fisik.
Allah SWT Berfirman : “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. “(Q.S. At-Taubah 32) .
Tujuan utama missionaris Zending adalah menyeret orang-orang Islam ke Kristen. Jika hal itu sulit dilakukan, maka akan ditempuh dengan upaya bagaimana cara mengaburkan pengertian Islam bagi kaum muslimin. Misionaris bertindak sebagai antek-antek dan mata-mata penjajah Barat demi merusak kesatuan Islam. Tujuan itu diperjelas bahwa misionaris adalah faktor penting sebagai penghancur kekuatan persatuan umat Islam.
Negara yang pertama kali mengembangkan kristenisasi adalah Belanda, yang pernah menjajah Indonesia dan memecah Jawa menjadi kawasan-kawasan yang dibangun untuk gereja dan sekolahan. Kemudian langkah tersebut diikuti oleh negara Eropa lainnya.
Maka benar dan terbuktilah firman Allah swt: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. (Q.S. Al-Baqarah 120).

Apa upaya kita dalam menghadapi kejahatan kristenisasi?
Bandung, 02 Oktober 2015

Oleh, Salma Afifah

Related Posts: