Penyebab Boros (bagian kedua)


KURANG PERAWATAN

Aini sekali lagi harus pergi ke dokter gigi untuk memeriksakan giginya yang sering sakit. Padahal dokter gigi yang praktek di kampungnya cuma satu-satunya dan berjarak cukup jauh hingga untuk mendapatkan perawatan dokter tersebut ia harus meluangkan waktu lebih awal dan tetap antri berlama-lama bersama-sama dengan pasien lain.

Aini sebetulnya tidak perlu repot-repot pergi ke dokter gigi seandainya ia rajin merawat kesehatan giginya. Perawatan yang ringan dengan kebiasaan menjaga kebersihan tentu lebih menguntungkannya.

Ia tidak perlu membuat jadwal khusus untuk pergi ke dokter gigi yang selain menyita waktu dan tenaga, juga menguras keuangannya untuk sekedar ongkos naik angkot dan membeli obat.

Silahkan bayangkan sendiri apa yang terjadi andaikata kita tidak merawat gigi kita selama sebulan saja, jangan digosok, biarkan saja! Resiko apa kira-kira yang akan kita pikul (keuntungan yang diperoleh adalah hemat odol, hemat waktu, dan hemat tenaga).

(Maaf) Gigi menjadi kuning menebal membuat mual siapapun yang melihatnya, aromanya benar-benar memusingkan siapapun yang menghirupnya tentu saja termasuk yang bersangkutan, penyakit mulut serba kumat bisa jadi sariawan, infeksi mulut, termasuk sakit gigi (seperti yang kita maklumi sakit gigi adalah sakit yang paling dramatis, selain sakitnya hampir tak tertahankan, jarang ada yang menengok apalagi mengirim makanan bahkan terkadang jadi bahan tertawaan), hubungan dengan sesama akan kacau berantakan, begitupun hubungan bisnis/kerja, sekali lagi silahkan kalkulasikan sendiri kerugian dari segala sisi terhadap akibat dari kurangnya perawatan.

Hal ini berlaku terhadap apapun yang harus dirawat, barang-barang rumah tangga, elektronik, kendaraan, apapun termasuk tubuh kita sendiri, kita akan menanggung resiko pengeluaran yang jauh lebih besar dibanding biaya perawatan berkala yang dilakukan.

Pernah kami melihat sebuah mobil Mercy tahun 48, yang masih sangat mulus, karena pemiliknya begitu disiplin merawatnya dengan seksama, baik kondisi bodinya maupun mesinnya, bahkan sampai komponen detail interiornya sekalipun, karena dengan teratur dibersihkan secara apik dan benar, begitu pun penggantian komponen atau pelumas sesuai dengan aturan ausnya, dianggarkan secara khusus, dan hasilnya selain mobil itu awet dan masih sangat nyaman dipakai juga punya nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Mahasuci Allah SWT yang menjanjikan "La insyakartum la adzii dannakum wa la in kafartum inna adzaabi la syadiid" (QS. Ibraahim [14] : 7) yang artinya "Barangsiapa yang bersyukur atas nikmat yang ada niscaya Kutambah nikmat-Ku padamu, dan barangsiapa yang tiada tahu bersyukur niscaya adzab Allah sangat pedih."

Memelihara nikmat yang Allah titipkan/karuniakan kepada kita sesungguhnya termasuk amal shaleh yang utama dan dikategorikan ahli syukur yang pasti mendapat balasan nikmat lain yang lebih baik, dan sebaliknya orang yang tak mau merawat nikmat ini termasuk orang yang kufur nikmat yang akan memikul derita kerugian lahir batin, naudzubillaah.

Sebetulnya anggaran untuk merawat, tidak boleh disebut biaya perawatan, melainkan investasi/modal, seperti halnya membeli sikat gigi dan pastanya bukan biaya melainkan modal untuk menikmati gigi yang sehat, bisa makan dengan nikmat dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, marilah kita songsong nikmat yang melimpah yang Allah janjikan dengan mensyukuri nikmat yang ada yaitu diantaranya dengan merawat, memelihara dengan baik, teratur dan benar.

Bersambung...

Related Posts:

Peran Ulama


A. Tarif Ulama
Ulama ialah orang yang mempunyai pengetahuan tentang ayat-ayat Allah, baik yang bersifat kauniyah maupun quraniyah (Fathir 35: 28, Asy-Syuara 26: 197). (M. Quraish Shihab, 2001: 382).

B. Tugas Ulama Sebagai Pewaris Nabi (Waratsatul Anbiya)
1. Tabligh, menyampaikan ajaran-ajaran Nabi Saw. (Al-Maidah 5: 67).
2. Tabyin, menjelaskan ajaran-ajaran Nabi Saw. (An-Nahl 16: 44).
3. Tahkim, memutuskan perkara atau problem yang dihadapi masyarakat (Al-Baqarah 2: 213).
4. Uswah memberikan contoh pengamalan.

C. Akhlak Rasulullah Saw. (Ali Imran 3: 159, At-Taubah 9: 128-129).
1. Kasih sayang dan pemaaf terhadap umat.
2. Memintakan ampunan bagi umat.
3. Bermusyawarah dengan umat.
4. Senasib-seperjuangan dengan umat.
5. Sangat antusias terhadap kemajuan umat.
6. Tawakal dan sabar dalam membimbing umat

D. Akibat Umat Jauh dari Ulama
Rasulullah Saw. bersabda,

سَيَأْتِيْ زَمَانٌ عَلَى اُمَّتِيْ يَفِرُّوْنَ مِنَ الْعُلَمَاءِ فَيَبْتَلِيَهُمُ اللهُ بِثَلأَثِ بَلِيَّاتٍ: يَرْفَعُهُمُ اللهُ الْبَرَكَةَ مِنْ كَسْبِهِمْ, وَيُسَلِّطُهُمْ سُلْطَانًا ظَالِمًا, وَيَخْرُجُوْنَ مِنَ الدُّنْيَا بِغَيْرِ إِيْمَانٍ.

“Akan datang suatu zaman kepada umatku, ketika itu mereka menjauh dari ulama. Kemudian Allah menimpakan tiaga bencana kepada mereka:
1. Allah mencabut keberkahan usaha mereka.
2. Mereka dikuasai pemimpin yang aniaya.
3. Mereka meninggal tanpa membawa iman.


Wallahua

Related Posts:

Penyebab Boros (bagian pertama)


TIDAK ADA PERENCANAAN

Salah satu ciri zaman modern adalah segala sesuatu dibuat menjadi sangat mudah. Lihat saja televisi, kalau dulu selain ukurannya besar, memindahkan channel-nya pun butuh tenaga.

Bandingkan dengan TV zaman sekarang yang sudah menggunakan remote control, yang hanya dengan sekali sentuh, channel sudah berpindah. Termasuk untuk menggerakkan TV-nya sekalipun. Juga AC, lampu, bahkan ada yang dengan suara pun sudah bisa menjadi sensor penggerak peralatan rumah tangga kita, luar biasa.

Sungguh kemampuan akal manusia telah menjadikan kebutuhan hidup kita lebih mudah untuk dilakukan.

Tapi, kemudahan ini pun ada dampak negatifnya. Tiada lain karena segala kemudahan yang didukung dengan pengetahuan yang memadai serta sikap mental yang bermutu, ternyata dapat menjadi biang munculnya pemborosan.

Ada seorang suami yang tercengang melihat rekening tagihan bulanannya yang membengkak luar biasa sesudah ia dan istrinya masing-masing memiliki kartu kredit dan menggunakan handphone.

Tiada lain, karena sedemikian mudahnya menggunakan dua alat yang memang diperuntukkan sebagai pemberi kemudahan ini. Biasa tinggal menggesek dan memijit saja sampai-sampai waktu untuk mengadakan perhitungan biaya yang dikeluarkan pun terlewati.

Sangat berlainan halnya dengan orang yang menyimpan uangnya di tabungan, yang harus berproses dulu. Untuk mengambilnya, proses ini akan cukup menghambat keinginannya untuk mudah mengeluarkan uang.

Harap dimaklumi, sesungguhnya tidak berarti kartu kredit dan handphone itu buruk, melainkan para pemiliknya harus memiliki mental dan keilmuan yang lebih tangguh agar apa yang dimilikinya tidak jadi bumerang, yang akan menjebak dan menyengsarakannya.

Salah satu yang dapat kita lakukan untuk menghindari perilaku boros ini adalah dengan membuat perencanaan keuangan. Subhanallaah, sebuah rumah tangga yang terbiasa mengadakan perencanaan, selain lebih hemat juga dapat mengadakan antisipasi terhadap kekurangan cash flow keuangan keluarga.

Bahkan anak-anak pun sudah dapat dilatih sedari kecil dengan cara uang jajannya diberikan mingguan atau bahkan bulanan, sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan pengeluarannya, dalam hal ini akan sangat membantu dalam program penghematan.

Ada sebuah contoh menarik. Ibu Fulanah, sebut saja begitu, hampir setiap minggu selalu bertengkar dengan suaminya. Sebabnya adalah anggaran belanja yang tidak pernah cukup. 

Padahal menurut perhitungan kasar sang suaminya, dianggap sudah memadai. Sesudah diselidiki dengan seksama, ternyata ibu Fulanah ini memang tidak punya perencanaan anggaran belanja berimbang, sehingga tidak ada prioritas dalam pengeluaran uang dan tentu saja akibatnya banyak hal penting tak terbiayai sedangkan hal sekunder yang tak begitu penting malah dibeli.

Berlainan dengan ibu Siti, bukan nama sebenarnya, yang memiliki pengetahuan untuk mengadakan perencanaan pengeluaran dan pemasukan yang berimbang.

Walaupun gaji suaminya pas-pasan dan bahkan cenderung kurang, tapi dengan perencanaan yang cermat dan terbuka kepada seluruh anggota keluarga sehingga setiap anggota keluarga memahami keadaan perekonomian keluarga yang sebenarnya.

Akibatnya, selain dananya tepat guna, seluruh keluarga pun terbiasa juga berhemat. Selain itu, kekurangan dana juga bisa dideteksi lebih awal dan segera dicarikan solusinya bersama.

Tentu saja hasil kerja sama setiap anggota keluarga ini membantu menyelesaikan masalah yang ada. Sungguh sangat belainan dengan ibu Fulanah dan suaminya tadi yang sibuk saling menyalahkan, padahal tentu saja tidak menyelesaikan masalah, justru malah menambah masalah.

Kalau tak percaya, untuk hal yang sederhana saja yaitu jikalau kita pergi berbelanja ke pasar atau toko serba ada namun tidak punya perencanaan yang jelas, maka akibatnya bisa secara sembrono membeli hal yang tidak prioritas.

Disamping itu kurangnya perencanaan menyebabkan pula peluang kegagalan semakin terbuka lebar, berarti pemborosan dalam segala bidang.

Maka jikalau ingin menjadi orang yang hemat, selalu adakan perencanaan yang matang dalam segala hal. Semakin mendetail/rinci maka semakin besar pula peluang untuk sukses dalam penghematan ini. Termasuk untuk hal-hal yang sederhana atau yang biasa dianggap sepele.

Biasakanlah sebelum belanja tulis dengan baik dan jelas barang yang harus dibeli dan anggaran yang harus disediakan, begitu pula dalam belanja bulanan, rumah tangga yang terbiasa mengadakan perencanaan, selain lebih hemat juga bisa mengadakan antisipasi terhadap kekurangan biaya belanja, bahkan anak-anak pun sudah bisa dilatih mulai dari kecil dengan cara uang jajannya bisa diberikan mingguan atau bahkan bulanan, sehingga sang anak sudah biasa membuat perencanaan pengeluarannya, dan hal ini akan sangat membantu dalam hal efisiensi.

Hanya saja harus juga dianggarkan dengan jelas biaya sedekah sebagai investasi penting untuk penolak bala dan bencana, pengundang rezeki yang lebih berkah.

Jangan sampai keinginan hemat menjadi kekikiran dalam kebaikan. Rasulullah dalam hal ini bersabda, "Orang yang kikir akan jauh dari Allah dan jauh dari manusia" (HR Thabrani).

Allah SWT pun menjelaskan dalam firman-Nya, "Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan, jika kamu tidak menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui" (QS. Ali Imran [3] : 92). Dalam ayat lain, "Dan barangsiapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (QS. Ath Taghabun [54] : 16).

Nampaklah bahwa perencanan finansial yang berdampak pada perilaku hemat, ternyata bukan berarti harus kikir.

Related Posts:

Tak Perlu Ajari Kami Berpuasa


Hari ke tiga di bulan ramadhan saya berkesempatan menumpang becak menuju rumah ibu. Sore itu, tak biasanya udara begitu segar, angin lembut menerpa wajah dan rambutku. Namun kenikmatan itu tak berlangsung lama, keheninganku terusik dengan suara kunyahan dari belakang, "Abang becak ...?"

Ya, kudapati ia tengah lahapnya menyuap potongan terakhir pisang goreng di tangannya. Sementara tangan satunya tetap memegang kemudi. "Heeh, puasa-puasa begini seenaknya saja dia makan ...," gumamku.

Rasa penasaranku semakin menjadi ketika ia mengambil satu lagi pisang goreng dari kantong plastik yang disangkutkan di dekat kemudi becaknya, dan ... untuk kedua kalinya saya menelan ludah menyaksikan pemandangan yang bisa dianggap tidak sopan dilakukan pada saat kebanyakan orang tengah berpuasa.

"mmm ..., Abang muslim bukan? tanyaku ragu-ragu.

"Ya dik, saya muslim ..." jawabnya terengah sambil terus mengayuh

"Tapi kenapa abang tidak puasa? abang tahu kan ini bulan ramadhan. Sebagai muslim seharusnya abang berpuasa. Kalau pun abang tidak berpuasa, setidaknya hormatilah orang yang berpuasa. Jadi abang jangan seenaknya saja makan di depan banyak orang yang berpuasa ..." deras aliran kata keluar dari mulutku layaknya orang berceramah.

Tukang becak yang kutaksir berusia di atas empat puluh tahun itu menghentikan kunyahannya dan membiarkan sebagian pisang goreng itu masih menyumpal mulutnya. Sesaat kemudian ia berusaha menelannya sambil memperhatikan wajah garangku yang sejak tadi menghadap ke arahnya.

"Dua hari pertama puasa kemarin abang sakit dan tidak bisa narik becak. Jujur saja dik, abang memang tidak puasa hari ini karena pisang goreng ini makanan pertama abang sejak tiga hari ini."

Tanpa memberikan kesempatan ku untuk memotongnya,

"Tak perlu ajari abang berpuasa, orang-orang seperti kami sudah tak asing lagi dengan puasa," jelas bapak tukang becak itu.

"Maksud bapak?" mataku menerawang menunggu kalimat berikutnya.

"Dua hari pertama puasa, orang-orang berpuasa dengan sahur dan berbuka. Kami berpuasa tanpa sahur dan tanpa berbuka. Kebanyakan orang seperti adik berpuasa hanya sejak subuh hingga maghrib, sedangkan kami kadang harus tetap berpuasa hingga keesokan harinya ..."

"Jadi ...," belum sempat kuteruskan kalimatku,

"Orang-orang berpuasa hanya di bulan ramadhan, padahal kami terus berpuasa tanpa peduli bulan ramadhan atau bukan ..."

"Abang sejak siang tadi bingung dik mau makan dua potong pisang goreng ini, malu rasanya tidak berpuasa. Bukannya abang tidak menghormati orang yang berpuasa, tapi..." kalimatnya terhenti seiring dengan tibanya saya di tempat tujuan.

Sungguh. Saya jadi menyesal telah menceramahinya tadi. Tidak semestinya saya bersikap demikian kepadanya. Seharusnya saya bisa melihat lebih ke dalam, betapa ia pun harus menanggung malu untuk makan di saat orang-orang berpuasa demi mengganjal perut laparnya. Karena jika perutnya tak terganjal mungkin roda becak ini pun tak kan berputar ...

Ah, kini seharusnya saya yang harus merasa malu dengan puasa saya sendiri? Bukankah salah satu hikmah puasa adalah kepedulian? Tapi kenapa orang-orang yang dekat dengan saya nampaknya luput dari perhatian dan kepedulian saya?

"Wah, nggak ada kembaliannya dik..."

"hmm, simpan saja buat sahur bapak besok ya ..." 

Related Posts:

Sungai Penghapus Dosa


"Hendaklah kalian mengingat Tuhan kalian, dan shalatlah kalian di awal waktu. Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melipatgandakan pahala kalian" (HR.Al-Thabrani)

Shalat adalah "komunikasi langsung" dengan sang Khaliq. Langsung karena tidak boleh "diwakilkan" oleh orang lain. Atau, tidak boleh digantikan oleh amalan apapun, karena ia sarana percakapan hamba dengan penciptanya.

Sungguh indah kehidupan seorang muslim dengan Tuhannya. Setiap hari, lima kali ia menghadap kepada-Nya.

Belum lagi shalat-shalat tambahan (nawafil), seperti dhuha, witir, tahajjud, hajat, dan sebagainya. Saat itulah sang hamba memuji Tuhannya, mensucikan, memohon pertolongan, meminta rahmat, hidayah dan ampunan kepada-Nya.

Shalat, menurut Rasulullah SAW seperti sungai yang mengalir di depan pintu rumah seorang Muslim. Dari Abu Hurairah r.a.: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bagaimana pendapat kalian seandainya di depan pintu seorang dari kalian terdapat sebuah sungai. Setiap hari ia mandi lima kali di dalamnya. Apakah masih ada kotoran yang melekat di tubuhnya?" Mereka menjawab, "Tidak ada!" Rasulullah berkata, "Itulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus semua kesalahan." (Muttafaq 'Alaih).

Dari Jabir r.a.: Rasulullah saw bersabda, "Perumpamaan shalat lima waktu seperti sebuah sungai yang melimpah, yang mengalir di depan pintu rumah seorang dari kalian. Ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali." (HR Muslim).

Subhanallah! Begitu pemurahnya Allah kepada kita. Dosa-dosa kita dihapus hanya dengan shalat lima waktu. Kesalahan kita berguguran di sungai "penghapus dosa". Tidak ada kenikmatan, selain kenikmatan bermunajat kepada Allah lewat shalat. Shalat dijadikan oleh Rasulullah SAW sebagai "permata hati" (qurah 'ain).

Dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah berkata kepada Bilal, "Ya Bilal! Aqim al-shalah wa arihna biha (Hai Bilal! Dirikanlah shalat dan rehatkan kami dengannya). Bahkan akhir dari wasiat beliau adalah "shalat" (HR Ibnu Majah).

Pertanyaannya adalah: shalat yang bagaimanakah yang berfungsi sebagai "sungai penghapus dosa" itu?

Pertama, shalat yang senantiasa dilakukan di awal waktunya. Shalat inilah yang dicintai oleh Allah SWT. Hal ini dijelaskan oleh Nabi saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Mas 'ud ra: Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w., "Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?" Beliau menjawab, "Shalat pada waktunya!" Aku bertanya lagi, "Lalu apa?" "Berbakti kepada kedua orangtua," jawab beliau. Lalu aku bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah" (Muttafaq 'Alaih).

Kedua, shalat yang khusyu'. Shalat yang khusyu' adalah shalat seorang Mukmin yang benar-benar mendapat "kesuksesan" dari Allah. Karena khusyu' dalam shalat adalah dambaan setiap Muslim yang mengerjakan shalat.

Meskipun khusyu' itu boleh dikatakan tidak merata alias relatif. Namun, berusaha untuk khusyu' dalam shalat adalah usaha yang sangat baik. Allah SWT berfirman, "Telah beruntunglah orang-orang yang berikan. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya." (Qs. Al-Mu'minun: 1-2).

Tentunya untuk khusyu' ada kiat-kiat khusus di dalamnya. Di antaranya adalah dengan cara "memperbaiki cara berwudhu". Wudhu yang tidak sempurnya, akan menimbulkan rasa was-was dalam hati. Wudhu yang asal jadi hanya menyia-nyiakan air. Itulah mubadzir, dan mubadzir adalah perbuatan syaitan.

"Tidak seorang Muslim pun yang berwudhu, kemudian ia memperbagus wudhu'nya, lalu ia mendirikan shalat dua rakaat. Dengan dua rakaat itu ia benar-benar menghadapkan hatinya dan wajahnya, melainkan ia wajib memperoleh surga." (HR Muslim).

Rasulullah SAW bersabda, "Seburuk-buruk manusia adalah yang mencuri shalatnya." Mereka bertanya, "Bagaimana seseorang mencuri shalatnya?" Beliau menjawab, "Ruku' dan sujudnya tidak sempurna" (HR Ahmad). Inilah mungkin model shalat "patok ayam".

Selain itu, shalat yang khusyu' adalah "media" untuk menggapai ampunan Allah SWT. Nabi saw bersabda, "Barangsiapa yang berwudhu dan memperbagus wudhu'nya. Kemudian ia shalat sebanyak dua rakaat atau empat rakaat, baik itu shalat wajib atau selainnya (shalat sunnah), dimana ia ruku dan sujud dengan baik kemudian meminta ampun kepada Allah, niscaya Allah mengampunkannya." (HR. Al-Thabrani).

Ketiga, shalat yang dilakukan dengan ikhlas. Amal adalah "jasad", dan ruhnya adalah "ikhlas". Shalat yang dilakukan dengan niat agar dilihat orang sebagai orang yang rajin shalat adalah shalat yang hanya menghabiskan energi.

Dalam setiap ibadah, Allah senantiasa menganjurkan kita untuk "ikhlas" dan mengharap ridha dari-Nya. Shalat yang hanya sekedar "menggugurkan" kewajiban adalah shalat yang tidak banyak memberikan bekas dalam kehidupan.

Allah menjelaskan, "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama..." (Qs. Al-Bayyinah: 5).

Insya Allah, shalat yang demikian adalah shalat yang diibaratkan oleh Rasulullah sebagai "sungai", sungai penghapus dosa, yang menghanyutkan kesalahan kita. Semoga shalat yang kita lakukan selama ini menjadi shalat yang benar-benar diterima oleh Allah SWT, sehingga dosa-dosa dan kesalahan kita "layak" untuk dihapus dan dihanyutkan.

Wallaahu a'lamu bi al-shawab.

Related Posts:

PUASA YANG SEMPURNA


Saudaraku kaum muslimin, agar sempurna puasamu, sesuai dengan tujuannya, ikutilah langkah-langkah berikut ini :

1. Makanlah sahur, sehingga membantu kekuatan fisikmu selama berpuasa; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

"Makan sahurlah kalian, sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah. " HR.'Al-Bukhari dan Muslim)

"Bantulah (kekuatan fisikmu) untuk berpuasa di siang hari dengan makan sahur, dan untuk shalat malam dengan tidur siang " (HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya)

Akan lebih utama jika makan sahur itu diakhirkan waktunya, sehingga mengurangi rasa lapar dan haus. Hanya saja harus hati-hati, untuk itu hendaknya Anda telah berhenti dari makan dan minum beberapa menit sebelum terbit fajar, agar Anda tidak ragu-ragu.

2. Segeralah berbuka jika matahari benar-benar telah tenggelam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur . " (HR. Al-Bukhari, I\luslim dan At-Tirmidz)

3. Usahakan mandi dari hadats besar sebelum terbit fajar, agar bisa melakukan ibadah dalam keadaan suci.

4. Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sesuatu yang terbaik yang pernah diturunkan didalamnya, yakni membaca Al-Qur'anul Karim.

Sesungguhnya Jibril 'alaihis salam pada setiap malam di bulan Ramadhan selalu menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk membacakan Al-Qur'an baginya. (HR. AL-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhu).

Dan pada diri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ada teladan yang baik bagi kita.

5. Jagalah lisanmu dari berdusta, menggunjing, mengadu domba, mengolok-olok serta perkataan mengada-ada. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa tidak meninggalkan pevkataan dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh terhadap puasanya dari makan dan minum." (HR. Al-Bukhari)

6. Hendaknya puasa tidak membuatmu keluar dari kebiasaan. Misalnya cepat marah dan emosi hanya karena sebab sepele, dengan dalih bahwa engkau sedang puasa. Sebaliknya, mestinya puasa membuat jiwamu tenang, tidak emosional.

Dan jika Anda diuji dengan seorang yang jahil atau pengumpat, jangan Anda hadapi dia dengan perbuatan serupa. Nasihati dan tolaklah dengan cara yang lebih baik. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Puasa adalah perisai, bila suatu hari seseorang dari kama beupuasa, hendaknya ia tidak berkata buruk dan berteriak-teriak. Bila seseorang menghina atau mencacinya, hendaknya ia berkata 'Sesungguhnya aku sedang puasa" (HR. Al- Bukhari, Muslim dan para penulis kitab Sunan)

Ucapan itu dimaksudkanagar ia menahan diri dan tidak melayani orang yang mengumpatnya Di samping, juga mengingatkan agar ia menolak melakukan penghinaan dan caci-maki.

7. Hendaknya Anda selesai dari puasa dengan membawa taqwa kepada Allah, takut dan bersyukur pada-Nya, serta senantiasa istiqamah dalam agama-Nya.

Hasil yang baik itu hendaknya mengiringi Anda sepanjang tahun. Dan buah paling utama dari puasa adalah taqwa, sebab Allah berfirman : "Agar kamu bertaqwa. "(Al-Baqarah: 183)

8. Jagalah dirimu dari berbagai syahwat (keinginan), bahkan meskipun halal bagimu. Hal itu agar tujuan puasa tercapai, dan mematahkan nafsu dari keinginan. Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhu berkata :

"Jika kamu berpuasa, hendaknya berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta dan dosa-dosa, tinggalkan menyakiti tetangga, dan hendaknya kamu senantiasa bersikap tenang pada hari kama beupuasa jangan pula kamu jadikan hari berbukamu sama dengan hari kamu berpuasa."

9. Hendaknya makananmu dari yang halal. Jika kamu menahan diri dari yang haram pada selain bulan Ramadhan maka pada bulan Ramadhan lebih utama. Dan tidak ada gunanya engkau berpuasa dari yang halal, tetapi kamu berbuka dengan yang haram.

10. Perbanyaklah bersedekah dan berbuat kebajikan. Dan hendaknya kamu lebih baik dan lebih banyak berbuat kebajikan kepada keluargamu dibanding pada selain bulan Ramadhan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paring dermawan, dan beliau lebih dermawan ketika bulan Ramadhan.

(Lihat Mulhaq (bonus) Majalah Al WaLul Islami bulan Ramadhan, 1390 H.hlm.38-40.)

Related Posts:

Surga Kelas Ekonomi


Diriwayatkan oleh Muslim, dari Abdullah bin Masud, Rasulullah bersabda, Saya sudah tahu siapakah yang terakhir keluar dari neraka dan yang terakhir masuk surga. Ada seorang yang keluar dari neraka dengan merangkak. Allah kemudian berfirman kepadanya, Pergilah dan masuklah ke dalam surga. Orang itu kemudian pergi menuju surga sambil berangan-angan bahwa surga telah penuh, orang itu lalu kembali lagi, Wahai Tuhanku, saya mendapati surga telah penuh. Allah lalu berfirman kepadanya, Pergilah ke surga, engkau akan mendapatkan sepuluhkali lipat luas dunia. Orang itu berkata, Apakah Engkau mengolok-olokku? Dan Engkau adalah Raja segala Raja. Ibnu Masud melanjutkan, Dan saya melihat Rasulullah tertawa hingga nampak kedua gigi gerahamnya. Dan itu adalah para penghuni surga kelas paling bawah. Perkataan orang tersebut bukan karena dia tidak percaya kepada Allah tetapi disebabkan karena sangat gembiranya akan menerima karunia sebesar itu. Sebuah karunia yang sama sekali tidak pernah terdetik di dalam hatinya. Ini sama dengan kasus yang diriwayatkan oleh Muslim tentang seseorang yang kehilangan tunggangannya di tengah gurun pasir, setelah dia putus asa dan sudah yakin bahwa dia akan binasa di tengah gurun tiba-tiba dia menemukan kembali onta tunggangannya, langsung saja orang tersebut memuji kebesaran Allah dan berkata, Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan saya adalah Tuhan-Mu. Begitu gembiranya sehingga dia salah ucap.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, Yang terakhir masuk surga adalah seseorang yang berjalan diatas shirat, kadangkala berdiri tegak dan kadangpula merangkak dan kadangkala badannya dijilat oleh api jahannam. Setelah dia berhasil melewati shirat, dia menoleh ke arah jahannam dan berkata, Maha suci Dia yang telah menyelamatkan diriku darimu, Allah telah memberiku karunia yang tidak pernah diberikannya kepada seorangpun, baik kepada umat yang terdahulu maupun kepada umat yang terakhir. Orang tersebut kemudian mengangkat kepalanya sehingga dia melihat sebatang pohon, diapun berkata, Wahai Tuhanku, dekatkanlah saya kepada pohon itu supaya saya bisa berteduh di bawahnya dan mereguk airnya. Allah berfirman kepadanya, Wahai Anak Adam, kalau Aku memenuhi permintaanmu itu pastilah engkau akan meminta yang lainnya. Orang itu berkata, Wahai Tuhanku, saya berjanji tidak akan meminta yang lainnya. Allah kemudian memenuhi permintaan orang tersebut karena Dia melihatnya sudah tidak sabar lagi. Allah kemudian mendekatkan orang tersebut ke bawah pohon itu sehingga dia bisa berteduh di bawahnya dan mereguk airnya. Tiba-tiba orang itu melihat sebatang pohon yang lain, yang lebih bagus dari yang pertama, diapun memohon kepada Allah sekali lagi, Wahai Tuhanku, dekatkanlah saya ke pohon itu supaya saya bisa berteduh di bawahnya dan mereguk airnya dan saya berjanji tidak akan meminta yang lainnya lagi. Allah berfirman kepadanya, Wahai Anak Adam, kalau Aku memenuhi permintaanmu, membawamu ke bawah pohon itu pastilah engkau akan meminta yang lainnya. Orang tersebut berkata, Saya tidak akan meminta yang lainnya. Orang itu lalu berjanji kepada Tuhannya untuk tidak meminta yang lainnya. Allah memenuhi permintaannya karena Dia melihatnya sudah tidak sabar lagi untuk mendekat ke pohon tersebut tetapi ketika dia telah di dekatkan ke pohon tersebut dia melihat sebatang pohon di pintu gerbang surga yang lebih bagus dan lebih rindang daripada pohon pertama dan kedua, dan dia kembali memohon untuk di dekatkan kepadanya, dan Allah kembali mengabulkan permohonannya, dari bawah pohon itu dia mendengar suara gelak tawa dan canda riang para penghuni surga. Dia kemudian berkata kepada Allah, Wahai Tuhanku, masukkanlah saya ke dalam surga. Allah berfirman kepadanya, Wahai Anak Adam, alangkah penipunya engkau! Puaskah engkau apabila Aku memberimu seperti dunia dan ditambah duakali lipat lagi?. Orang itu lalu berkata, Wahai Tuhanku apakah Engkau mengolok-olokku? Dan Engkau adalah Tuhan semesta alam. Ibnu Masud lalu tertawa sambil bertanya, Apakah kalian tidak mau bertanya kenapa saya tertawa. Merekapun lalu bertanya, Kenapa Anda tertawa?. Dia menjawab, Begitulah saya melihat Rasulullah tertawa. Kami lalu bertanya, Kenapa engkau tertawa wahai Rasulullah?. Rasulullah menjawab, Saya tertawa dengan tertawa Tuhan semesta alam, Dia berkata, Aku tidak mengolok-olokmu tetapi Aku Maha Kuasa melakukan apa yang Aku kehendaki.

Diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashri, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah akan mengendara.i seekor kuda dari yaqut merah dan bersayap emas dengan diiringi oleh beribu-ribu pelayan yang mengabdi kepadanya, apabila engkau melihatnya pastilah engkau akan melihat sebuah kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, Musa bertanya kepada Tuhannya, dia berkata, Wahai Tuhanku, seperti apakah penghuni surga yang paling rendah?. Allah berfirman, Yaitu seorang yang masuk surga setelah semua orang masuk ke dalam surga, Allah lalu berfirman kepadanya, Masuklah ke dalam surga!. Orang itu lalu menjawab, Wahai Tuhanku, bagaimana saya bisa masuk? Sedangkan semua orang telah menempati tempatnya masing-masing. Allah berfirman kepadanya, Maukah engkau apabila Aku memberimu tempat seluas wilayah maharaja dunia?. Orang itu menjawab, Saya mau. Allah berfirman, Engkau akan mendapatkannya dan ditambah duakali lipat lagi, duakali lipat lagi, duakali lipat lagi. Dan pada yang kelima orang tersebut berkata, Saya mau. Allah lalu berfirman kepadanya, Engkau akan mendapatkannya dengan ditambah sepuluhkali lipat yang serupa dengannya, engkau juga akan mendapatkan apa yang engkau inginkan. Orang itu berkata, Saya mau. Musa bertanya, Wahai Tuhanku, lalu siapakah para penghuni surga yang paling tinggi?. Allah berfirman, Mereka adalah yang Aku balas kehormatan mereka dengan tangan-Ku, mereka akan menerima apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terdetik dalam hati.

Diriwayatkan oleh Bukhori, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan yang paling terakhir masuk ke surga akan keluar dari neraka dengan merangkak. Allah lalu berfirman kepadanya, Masuklah ke surga!. Orang itu menjawab, Wahai Tuhanku, surga telah penuh. Orang itu terus menjawab seperti itu sampai tiga kali bahwa surga telah penuh. Allah lalu berfirman, Engkau akan mendapatkannya seluas sepuluh kali lipat dunia.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah akan mendapatkan tujuh istana, istana dari emas, istana dari perak, istana dari permata, istana dari zamrud, istana dari yaqut, istana yang berwarna sama dengan warna Arsy dan istana yang tidak bisa dilihat oleh mata, pada setiap istana terdapat pakaian, perhiasan dan bidadari-bidadari yang jumlahnya tidak ketahui selain oleh Allah.

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah bersabda, Penghuni surga yang paling rendah akan melihat-lihat tamannya dan segala kenikmatan serta kesenangannya selama perjalanan seribu tahun dan sesungguhnya penghuni surga yang paling tinggi adalah mereka yang bisa melihat wajah Tuhannya pagi dan petang.

Mujahid berkata, Penghuni surga yang paling rendah akan berjalan-jalan mengelilingi kerajaannya selama seribu tahun sehingga dia melihat batasnya yang paling jauh sebagaimana dia melihat batas yang paling dekat.

Wallahua'lam

Related Posts:

Teman Bergaul


Perumpamaan Teman

إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَجَلِيْسِ السُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُّحْذِيَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَنَافِخُ الْكِيْرِإِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً.
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan yang jahat ialah bagaikan penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Bila berteman dengan penjual minyak wangi; mungkin ia memberimu, atau engkau membelinya, atau paling tidak engkau akan mendapatkan harumnya. Sedangkan berteman dengan pandai besi; bajumu akan terpercik api, atau paling tidak engkau akan mendapat bau yang tidak enak. (HR. Muttafaq Alaih).

إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ اْلإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ, يَأْخُذُ الشَّاةَ الْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ. فَإِيَّاكَ وَالشُّعَابَ, وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةَ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ.
“Sesungguhnya syetan itu serigalanya manusia, seperti serigala memangsa domba yang keluar dari kelompoknya dan terpencar. Maka hati-hatilah engkau, jangan menyendiri. Engkau harus bersama jamaah (orang berilmu), berkumpul dengan orang-orang awam dan berkumpul di masjid. (HR. Ahmad).


Hikmah Bergaul dengan Orang yang Shaleh

Mengubah syak menjadi yakin.
Mengubah riya menjadi ikhlas.
Mengubah lalai menjadi ahli dzikir.
Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
Mengubah sombong menjadi tawadhu.
Mengubah akhlak buruk menjadi akhlak mulia dan suka menerima nasihat.

Setia Kawan

إِنَّ أَحَدَكُمْ مِرْأَةُ أَخِيْهِ فَإِذَا رَأى فِيْهِ شَيْأً فَلْيُمِطْهُ عَنْهُ.

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian adalah cermin saudaranya (temannya); jika melihat sesuatu (keburukan) padanya maka hendaklah membersihkannya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Jangan Berkhianat

أَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ, عَيْنَاهُ تَرَيَانِيْ, وَقَلْبُهُ يَرْعَانِيْ, إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا, وَإِنْ رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekasih/teman yang khianat, kedua matanya selalu memandangku tetapi hatinya berpaling dariku. Apabila melihat kebaikanku ia menyembunyikannya, dan apabila melihat keburukanku ia menyiarkannya.” (HR. Ibnu Najjar).

Sabar dalam Bergaul

أَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الَّذِيْ لأَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلأَ يَصْبِرُ عَلى أَذَاهُمْ.

“Seorang mukmin yang bergaul dengan orang lain dan ia bersabar atas gangguan mereka adalah lebih baik daripada orang yang tidak suka bergaul dan tidak suka sabar atas gangguan orang lain.” (HR. Ibnu Majah).

Wallahua'lam

Related Posts:

Seputar Bulan Sya'ban (Bagian Kedua)


Puasa pada Akhir bulan Syaban 

Telah tsabit dalam Shahihain dari Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bersabda: Apakah engkau berpuasa pada sarar (akhir) bulan ini? Dia berkata: Tidak. Maka beliau bersabda: Apabila engkau berbuka maka puasalah dua hari. Dan dalam riwayat Bukhari: Saya kira yang dimaksud adalah bulan Ramadhan. Sementara dalam riwayat Muslim: Apakah engkau puasa pada sarar (akhir) bulan Syaban? (HR. Bukhari 4/200 dan Muslim No. 1161).

Telah terjadi ikhtilaf dalam penafsiran kata sarar dalam hadits ini, dan yang masyhur maknanya adalah akhir bulan. Dan dikatakan sararusy syahr dengan mengkasrahkan sin atau memfathahkannya dan memfathahkannya ini yang lebih benar. Akhir bulan dinamakn sarar karena istisrarnya bulan (yakni tersembunyinya bulan).

Apabila seseorang berkata, telah tsabit dalam Shahihain dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa salla, beliau bersabda: Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa berpuasa maka puasalah. (HR. Bukhari No. 1983 dan Muslim No. 1082), maka bagimana kita mengkompromikan hadits anjuran berpuasa (Hadits Imran bin Hushain tadi) dengan hadits larangan ini?

Berkata kebanyakan ulama dan para pensyarah hadits: Sesungguhnya orang yang ditanya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam ini telah diketahui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bahwa dia ini terbiasa berpuasa atau karena dia punya nadzar sehingga diperintahkan untuk membayarnya.

Dan dikatakan bahwa dalam masalah ini ada pendapat lain, dan ringkasnya bahwa puasa di akhir bulan Syaban ada pada tiga keadaan:

1.Berpuasa dengan niat puasa Ramadhan sebagai bentuk kehati-hatian barangkali sudah masuk bulan Ramadhan. Puasa seperti ini hukumnya haram.

2.Berpuasa dengan niat nadzar atau mengqadha Ramadhan yang lalu atau membayar kafarah atau yang lainnya. Jumhur ulama membolehkan yang demikian.

3.Berpuasa dengan niat puasa sunah biasa. Kelompok yang mengharuskan adanya pemisah antara Syaban dan Ramadhan dengan berbuka membenci hal yang demikian, di antaranya adalah Hasan Al-Bashri meskipun sudah terbiasa berpuasa- akan tetapi Malik memberikan rukhsah (keringanan) bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa. Asy-Syafii, Al-Auzai, dan Ahmad serta selainnya memisahkan antara orang yang terbiasa dengan yang tidak.

Secara keseluruhan hadits Abu Hurairah tadilah yang digunakan oleh kebanyakan ulama. Yakni dibencinya mendahului Ramadhan dengan puasa sunah sehari atau dua hari bagi orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa, dan tidak pula mendahuluinya dengan puasa pada bulan Syaban yang terus-menerus bersambung sampai akhir bulan.

Apabila seseorang berkata, kenapa puasa sebelum Ramadhan secara langsung ini dibenci (bagi orang-orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa sebelumnya)? Jawabnya adalah karena dua hal:

Pertama: agar tidak menambah puasa Ramadhan pada waktu yang bukan termasuk Ramadhan, sebagaimana dilarangnya puasa pada hari raya karena alasan ini, sebagai langkah hati-hati/peringatan dari apa yang terjadi pada ahli kitab dengan puasa mereka yaitu mereka menambah-nambah puasa mereka berdasarkan pendapat dan hawa nafsu mereka.

Atas dasar ini maka dilaranglah puasa pada yaumusy syak (hari yang diragukan). Berkata Umar: Barangsiapa yang berpuasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim shallallahu alaihi wa alihi wa sallam. Dan hari syak adalah hari yang diragukan padanya apakah termasuk Ramadhan atau bukan yang disebabkan karena adanya khabar tentang telah dilihatnya hilal Ramadhan tetapi khabar ini ditolak.

Adapun yaumul ghaim (hari yang mendung sehingga tidak bisa dilihat apakah hilal sudah muncul atau belum maka di antara ulama ada yang menjadikannya sebagai hari syak dan terlarang berpuasaa padanya. Dan ini adalah perkataaan kebanyakan ulama.

Kedua: Membedakan antara puasa sunah dan wajib. Sesungguhnya membedakan antara fardlu dan sunah adalah disyariatkan. Oleh karenanya diharamkanlah puasa pada hari raya (untuk membedakan antara puasa Ramadhan yang wajib dengan puasa pada bulan Syawwal yang sunnah).

Dan Rasulullah melarang untuk menyambung shalat wajib dengan dengan shalat sunah sampai dipisahkan oleh salam atau pembicaraan. Terlebih-lebih shalat sunah qabliyah Fajr (Shubuh) maka disyariatkan untuk dipisahkan/dibedakan dengan shalat wajib. Karenanya disyariatkan untuk dilakukan di rumah serta berbaring-baring sesaat sesudahnya.

Dan Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam ketika melihat ada yang sedang shalat qabliyah kemudian qamat dikumandangkan, beliau berkata kepadanya: Apakah shalat shubuh itu empat rakaat? (HR. Bukhari No.663).

Barangkali sebagian orang yang jahil mengira bahwasanya berbuka (tidak berpuasa) sebelum Ramadhan dimaksudkan agar bisa memenuhi semua keinginan (memuaskan nafsu) dalam hal makanan sebelum datangnya larangan dengan puasa. Ini adalah salah/keliru dan merupakan kejahilan dari orang yang berparasangka seperti itu. Wallahu taala alam.

Maraji: Lathaaiful Maarif fi ma Limawasimil Aami minal Wadhaaif, Ibnu Rajab Al-Hambali.

Al-Ilmam bi Syaiin min Ahkamish Shiyam, Abdul Aziz Ar-Rajihi.

(Diterjemahkan dari artikel berjudul Haula Syahri Syaban di www.islam-qa.com oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

Related Posts:

Seputar Bulan Sya'ban (Bagian Pertama)


Syaban adalah nama bulan. Dinamakan Syaban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasyaabun (berpencar) untuk mencari sumber air. Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam sering berpuasa pada bulan ini. Artikel ini membahas hal-hal yg berkaitan dengan bulan Syaban, khususnya masalah puasa di Bulan Syaban

Syaban adalah nama bulan. Dinamakan Syaban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasyaabun (berpencar) untuk mencari sumber air. Dikatakan demikian juga karena mereka tasyaub (berpisah-pisah/terpencar) di gua-gua. Dan dikatakan sebagai bulan Syaban juga karena bulan tersebut syaaba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan. Jamaknya adalah Syaabanaat dan Syaaabiin.

Shaum di bulan Syaban
Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Syaban. (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956). Dan dalam riwayat Muslim No.1957 : Adalah beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Syaban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Syaban.

Sebagian ulama di antaranya Ibnul Mubarak dan selainnya telah merajihkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam tidak pernah penyempurnakan puasa bulan Syaban akan tetapi beliau banyak berpuasa di dalamnya.

Pendapat ini didukung dengan riwayat pada Shahih Muslim No. 1954 dari Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata: Saya tidak mengetahui beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan dalam riwayat Muslim juga No. 1955 dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: Saya tidak pernah melihatnya puasa satu bulan penuh semenjak beliau menetap di Madinah kecuali bulan Ramadhan. 

Dan dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, dia berkata: Tidaklah Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa asatu bulan penuh selain Ramadhan. (HR. Bukhari No. 1971 dan Muslim No.1157). Dan Ibnu Abbas membenci untuk berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan. Berkata Ibnu Hajar: Shaum beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam pada bulan Syaban sebagai puasa sunnah lebih banyak dari pada puasanya di selain bulan Syaban. Dan beliau puasa untuk mengagungkan bulan Syaban.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma, dia berkata: Saya berkata: Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasanmu di bulan Syaban. Maka beliau bersabda: Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul alamin.

Dan saya suka untuk diangkat amalan saya sedangkan saya dalam keadaan berpuasa. (HR. Nasai, lihat Shahih Targhib wat Tarhib hlm. 425). Dan dalam sebuah riwayat dari Abu Dawud No. 2076, dia berkata: Bulan yang paling dicintai Rasulullah untuk berpuasa padanya adalah Syaban kemudian beliau sambung dengan Ramadhan. Dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih Sunan Abi Dawud 2/461.

Berkata Ibnu Rajab: Puasa bulan Syaban lebih utama dari puasa pada bulan haram. Dan amalan sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum dan sesudahnya. Kedudukan puasa Syaban diantara puasa yang lain sama dengan kedudukan shalat sunah rawatib terhadap shalat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib.

Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan. Maka oleh karena sunah-sunah rawatib lebih utama dari sunah muthlaq dalam shalat maka demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan lebih utama dari puasa yang jauh darinya.

Sabda beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam: Syaban bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan, menunjukkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung bulan haram dan bulan puasa- manusia sibuk dengan kedua bulan tersebut sehingga lalai dari bulan Syaban.

Dan banyak di antara manusia mengganggap bahwa puasa Rajab lebih utama dari puasa Syaban karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian. Dalam hadits tadi terdapat isyarat pula bahwa sebagian yang telah masyhur keutamaannya baik itu waktu, tempat ataupun orang bisa jadi yang selainnya lebih utama darinya.

Dalam hadits itu pula terdapat dalil disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan. Sebagaimana sebagian salaf, mereka menyukai menghidupkan antara Maghrib dan Isya dengan shalat dan mereka mengatakan saat itu adalah waktu lalainya manusia.

Dan yang seperti ini di antaranya disukainya dzikir kepada Allah taala di pasar karena itu merupakan dzikir di tempat kelalaian di antara orang-orang yang lalai. Dan menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan punya beberapa faedah, di antaranya:

Menjadikan amalan yang dilakukan tersembunyi. Dan menyembunyikan serta merahasiakan amalan sunah adalah lebih utama, terlebih-lebih puasa karena merupakan rahasia antara hamba dengan rabbnya. 

Oleh karena itu maka dikatakan bahwa padanya tidak ada riya. Sebagian salaf mereka berpuasa bertahun-tahun tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Mereka keluar dari rumahnya menuju pasar dengan membekal dua potong roti kemudian keduanya disedekahkan dan dia sendiri berpuasa.

Maka keluarganya mengira bahwa dia telah memakannya dan orang-orang di pasar menyangka bahwa dia telah memakannya di rumahnya. Dan salaf menyukai untuk menampakkan hal-hal yang bisa menyembunyikan puasanya. 

Dari Ibnu Masud dia berkata: Jika kalian akan berpuasa maka berminyaklah (memoles bibirnya dengan minyak agar tidak terkesan sedang berpuasa). Berkata Qatadah: Disunahkan bagi orang yang berpuasa untuk berminyak sampai hilang darinya kesan sedang berpuasa.

Demikian juga bahwa amalan shalih pada waktu lalai itu lebih berat bagi jiwa. Dan di antara sebab keutamaan suatu amalan adalah kesulitannya/beratnya terhadap jiwa karena amalan apabila banyak orang yang melakukannya maka akan menjadi mudah, dan apabila banyak yang melalaikannya akan menjadi berat bagi orang yang terjaga.

Dalam shahih Muslim No. 2948 dari hadits Maqal bin Yassar: Ibadah ketika harj sepeti hijarah kepadaku. Yakni ketika terjadinya fitnah, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sehingga orang yang berpegang teguh akan melaksanakan amalan dengan sulit/berat.

Ahli ilmu telah berselisih pendapat tentang sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Syaban ke dalam beberapa perkataan:

1. Beliau disibukkan dari puasa tiga hari setiap bulan karena safar atau hal lainnya. Maka beliau mengumpulkannya dan mengqadhanya (menunaikannya) pada bulan Syaban. Dan Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam apabila mengamalkan suatu amalan sunah maka beliau menetapkannya dan apabila terlewat maka beliau mengqadhanya.

2.Dikatakan bahwa istri-istri beliau membayar hutang puasa Ramadhannya pada bulan Syaban sehingga beliaupun ikut berpuasa karenanya. Dan ini berkebalikan dengan apa yang datang dari Aisyah bahwa dia mengakhirkan untuk membayar hutang puasanya sampai bulan Syaban karena sibuk (melayani) Rasulullah.

3.Dan dikatakan bahwa beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa karena pada bulan itu manusia lalai darinya. Dan pendapat ini yang lebih kuat karena adanya hadits Usamah yang telah disebutkan tadi yang tercantum di dalamnya: Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. (HR. Nasai. Lihat Shahihut Targhib wat Tarhib hlm. 425).

Dan adalah beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam apabila masuk bulan Syaban sementara masih tersisa puasa sunah yang belum dilakukannnya, maka beliau mengqadhanya pada bulan tersebut sehingga sempurnalah puasa sunah beliau sebelum masuk Ramadhan sebagaiman halnya apabila beliau terlewat sunah-sunah shalat atau shalat malam maka beliau mengqadhanya-.

Dengan demikian Aisyah waktu itu mengumpulkan qadhanya dengan puasa sunahnya beliau. Maka Aisyah mengqadha apa yang wajib baginya dari bulan Ramadhan karena dia berbuka lantaran haid dan pada bulan-bulan lain dia sibuk (melayani) Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam.

Maka wajib untuk diperhatikan dan sebagai peringatan bagi orang yang masih punya utang puasa Ramadhan sebelumnya untuk membayarnya sebelum masuk Ramadhan berikutnya.

Dan tidak boleh mengakhirkan sampai setelah Ramadhan berikutnya kecuali karena dharurat, misalnya udzur yang terus berlanjut sampai dua Ramadhan.

Maka barang siapa yang mampu untuk mengqadha sebelum Ramadhan tetapi tidak melakukannya maka wajib bagi dia di samping mengqadhanya setelah bertaubat sebelumnya untuk memberi makan orang-orang miskin setiap hari, dan ini adala perkataannya Malik, Asy-Syafii dan Ahmad. 

Demikian juga termasuk faedah dari puasa di bulan Syaban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.

Dan oleh karena Syaban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Quran, dan shadaqah.

Berkata Salamah bin Suhail: Telah dikatakan bahwa bulan Syaban itu merupakan bulannya para qurra (pembaca Al-Quran). Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Syaban dia berkata: Inilah bulannya para qurra. Dan Amr bin Qais Al-Mulai apabila masuk bulan Syaban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Quran.
Bersambung..

Related Posts:

INSTAGRAM MARKETING



Hallo temen-temen ,, setelah sebelumnya kamu udah bikin instagram sendiri, terus memperbaiki tampilanya dan mengisi foto-foto dengan produk yang akan di jual,, kali ini saya akan bahas dari mana aja sih pelanggan bisa masuk ke profil kita, dan langsung beli produk,,
Jika Belum Baca Dulu Cara Awal Membangun Toko Instagram
ada beberapa cara menarik pelanggan di instagram, ada paid promote, paid kroyok, endorse, dan colek pelanggan,, mana yang paling efektif ?? semua tergantung gimana cara kamu memaksimalkanya, tergantung PP dimana, tergantung foto dan caption yang di gunakan, tergantung nyolek target yang tepat atau ngga.
pusing ?? mending kita bahas satu per satu yaa
1.Paid Promote
Paid promote adalah iklan berbayar di akun akun besar yang ada di instagram, yang di maksud akun besar disini, akun yang memiliki banyak followers dan banyak konfersi ( like dan komennya banyak)
kita ambil contoh @duniajilbab, nah nanti kita bayar dulu untuk booking jadwalnya, kalau udah dapet, nanti kita ngasihin foto dan caption yang bagus, tinggal tunggu di promotin deh sama akunya @duniajilbab,,
efektifitas tergantung pada jam postingan, hari postingan, foto + caption, Dan akun Paid Promotenya
2.Paid Kroyok
Paid Kroyok(PK), ngga jauh beda sama PP sistemkerjanya, hanya saja di Paid kroyok ini kita di promotin sama 20an lebih akun,, misalkan ikutan PK 200rb followers,, nanti kita akan di promote sama akun-akun yang memiliki followers minimal 200rb followers,, akun apa aja yang ngepromotinya ?? ya ga tentu kadang akun publik kadang olshop ,, tapi yang pasti followersnya 200rb,,
ada grup2nya sih, kadang ada yang PK 100k ada yang PK 150k dll,, paling gede biasanya 255k
efektifitas tergantung pada grup PK, gue rekomendasiin mending PK di 200k++ ,, tergantung jam postingan, tergantung foto caption
mininos udah jarang PK sekarang , sekarang aga kurang efektif sih, tapi kalau kamu mau nyobain PK bisa ke Line ini : @sfsfamily ( pakai @ )
Dan sejujurnya kita gatau Paid Keroyok ini masih ada atau ngga hehehe
3.Endorse
Endorse atau simplenya promote di selebgram, apa itu selebgram ?? mereka adalah artis instagram yang punya ratusan ribu bahkan ada yang jutaan followers,, nah kalau mau di endorse, nanti kita bayar ama si selebgram, terus selebgramnya milih baju mana yang mereka suka, nah nanti kita ngasihin baju ke selebgram, dan tunggu di posting deh sama si selebgramnya,, biasanya prosesnya aga lama, kita daftar dan ngirim barang bulan januari, di postingnya bulan februari,,
oiya kalau kamu mau endorse pilih-pilih dulu selebgramnya yaa,, cukup liat followersnya, minimal ratusan ribu, terus liat komenya, komentar di foto selebgramnya banyak ngga ? manusia ngga ? jangan sampai komentarnya isinya peninggi badan semua,,
efektifitas tergantung seebgramnya, jadi pilih selebgram yang punya feedback bagus
4.Colek Target
Ini yang paling enak,, kenapa ? karena cara ini bisa di lakukan secara GRATIS,,
apa maksud dari colek pelanggan ?? colek pelanggan di sini adalah cara gimana membuat pelanggan ngeliat olshop kita,, caranya ?? bisa dengan ngelike foto target, komen di foto target, atau follow target,, oiya target di sini adaah bener-bener orang yang tertarget ya, karena kamu reseller @mininos_id tentu targetnya cewe, berhijab, remaja
Cara nyari targetnya gimana ??
Pertama, kira-kira target kamu nge follow akun apa ya ?? mungkin bisa aja nge follow akun joke seperti @dagelan ?? atau ngefollow akun muslim2 seperti @kartun.muslimah ?? atau nge follow olshop yang ngejual kebutuhan wanita ??
oke kita anggap kamu sudah menentukan kemana target kamu nge follow ,, anggap aja ke akun A ,, nah si akun A ini punya folowers yang cukup bagus followersnya 2M (2 juta),, kamu bisa dapetin data target kamu dengan mengklik followersnya,, kan muncul tuh list orang-orang yang ngefollow akun A,, tugas kamu follow mereka 1 1,, dalam 5 menit kamu cukup follow 10 orang ,, jangan terlalu nafsu ya ntar kena blokir sama instagram,, nanti udah 5 menit baru follow 10 lagi,, dengan waktu yang di jeda-jeda tapi konsisten kamu bisa ngefollow 250-500 orang sehari,, jangan banyak2 juga yaa,, dan jangan terlalu dikit juga
pas follow jangan ngasal, sambil di liat fotonya cewe apa bukan, keliatan foto asli apa bukan,, oiya selain nge follow kamu bisa juga spam like foto target,, sama di liat dulu dari foto, terus klik orangnya , kamu like deh fotonya ( minimal 5foto di like ),, supaya ntar yang di like heran "ini siapa nih ngelike foto aku?" terus lihat IG jualan mu deh,,
atau bisa juga kamu komen fotonya, misalkan
"wah cantik ka fotonya, kayanya kalau pakai gamis dari kita bakal lebih kece deeh hihi :)"
itu contoh yaa, kamu mainin aja kreatifitas kamu dalam mengolah kata agar orang tertarik
( Copywriting )
Perlu di ingat teknik ini memang efektif, tapi harus teratur jangan sampai kebanyakan dalam waktu yang singkat,, kenapa ?? ya nanti akunya di blok sama instagram..
dan jangan terlalu dikit juga,, ntar lama,, intinya kudu KONSISTEN!!
dan sebagai bocorin, mininos awal juga promonya kaya gini,, lumayan lah sampai belasan ribu followers dan punya modal, baru deh mulai ngiklan yang berbayar..
efektifitas tergantung pada tepat atau tidaknya target yang kamu colek
.
Nah, itu dia 4 cara menarik pelanggan di instagram,, mana yang lebih efektif ?? semuanya menurut saya efektif,, Oiya ada 1 yang ketinggalan, Instagram Ads ,, tapi ini bakal gue bahas barengan sama Facebook ads aja yaa..
.
.
Thank udah baca sampai akhir semoga bermanfaat, dan jangan lupa di praktekin :)..


Related Posts:

CARA AWAL MEBANGUN TOKO DI INSTAGRAM



Hallo temen-temen, saya kali ini akan bahas bagaimana cara memulai Online Shop,, kalau sebelumnya kalian berjualan barang @shaalihaaproject berjualan ke temen2 rumah atau temen sekolah, , dan kalian dapet profit yang lumayan dari sana, sekarang mari kita tingkatin penjualan, dengan mencari customer secara online..
.
Sebelum memulai, perlu di ingat bahwa membangun online shop itu harus serius, ga cuma asal jadi ga cuma asal coba,, kalau gitu ya paling kamu cuma buang-buang waktu doang,, mulailah dengan  ngasih nama olshop yang bagus, punya instagram khusus olshopnya, akun line@ khusus olshop, pokonya bener-bener fokus dengan olshopnya,, penghasilan ? Ya itung sendiri aja kalau kamu bisa ngejual 10pcs aja per harinya,, di tambah ngejualin ke temen-temen sekitaran daerah kamu
.
Berbeda dengan sebelumnya, karna ngirimnya otomatis ke customer kalian, yang ga tentu pembelinya dari kota apa,, kamu akan menggunakan format dropship, apa itu dropship ? mungkin gambar di atas sudah cukup untuk menjelaskanya,, keuntunganya lagi, ongkir di tanggung customer looh, jadi kalian ga perlu pusing2 mikirin ongkir,,
.
Penting juga untuk  membuat e-mail khusus untuk bisnis, kalau saya rekomendasiin pakai gmail.com ,, nah jika udah punya email khusus bisnis, kalau kamu mau bikin akun2 lainya yang khusus bisnis bisa gunain email yang sama, supaya ga pusing ntar akunya,, oiya nama emailnya cocokin sama nama olshop ya contohnya shaalihaaproject@gmail.com
Lanjut, mulai dari instagram dulu okee ? E-mail udah ada kan ? Nah sekarang bikin akun olshop kamu pake email bisnis yang tadi,, supaya profesional pisahin instagram pribadi sama instagram olshop
.
Percantik dan isi etalase instagram, percantik tampilan instagram dengan ngisi foto profil, isi biodata, isiin juga kontak bbm/line/wa pokonya kemana mereka akan order,, bisa juga isiin tagline olshop di bio,,
.
Selanjutnya, upload foto produk di jam2 orang megang hp, kapan aja itu ? Pagi sebelum kerja, siang jamnya break, dan malem jamnya santai upload jangan banyak2 sekaligus, tiap jam upload 3foto cukup, jadi sehari upload 9 foto, atau kalau mau lebih ya atur sendiri deh,, tapi jangan banyak banget, ntar ke blokir sama pihak instagram
.
Pas upload foto, jangan lupa isii  detail produk, isi keterangan detail harga bahan, kode barang, dan kontak kamu, kemana mereka kalau mau order,, dan jangan lewatkan hashtag juga ya ini penting buat mancing pelanggan, hashtagnya apa aja ? Ya harus sesuai sama barang yang di jual, misalkan #tunik #hijabmurah #supplierhijab dll , bisa juga #dagelan #hijabootindo #muslimah pokonya isi yang sesuai target dan yang kira2 banyak di search sama orang, maximalkan dengan menggunakan 25hashtag.
.
Agar lebih profesional, jangan campur2 barang dagangan, kalau udah jual baju hijab ya udah baju aja, atau kalau mau campur bisa sama jual hijabnya kalau masih berhubungan gpp campur, tapi kalau jualan baju hijab di campur jualan juga peninggi badan, di tambah jualan tas2, ah ya ntar keliatan ga jelas ini olshop jualan apa siiiiih,,
.
Disini masih dalam tahap ngebangun etalase toko, jadi jangan dulu gebyar promo2, fokus aja dulu upload foto teratur, sampai foto udah keisi minimal 80foto,, oiya foto produknya @shaalihaaproject udah ada dan update terus di google drive shaalihaa project yaa.

Related Posts:

PENJELASAN SISTEM RESELLER SHAALIHAA PROJECT


Hallo temen-temen, di Thread ini saya akan jelaskan sistem reseller/dropshiper Shaalihaa Project, dan saya akan jelaskan dalam bentuk Q&A yang sering di tanyain oleh temen-temen reseller yaa..

Pertama, banyak yang nanya gimana caranya Jadi Reseller/Dropship ???

Syarat Jadi Reseller ???
Syarat jadi reseller, cukup izin aja lewat WA / DM Instagram kalau kamu mau jadi reseller/dropshiper nya Shaalihaa Project. Selanjutnya kami akan kirimkan syarat-syaratnya.

Produk yang ready yang mana aja ??
Produk Shaalihaa Project itu semuanya SIAP ORDER, bukan ready yaa.
Kenapa ga ready ?? emm sebetulnya ready, cuma karena barang di kita cepet banget abis tapi cepet juga restoknya. Jadi ada kemungkinan kecil barang mendadak habis kak, dan tentu akan segera kita konfirmasi. Biasanya jika masih restok 1-2 hari juga sudah beres!!

Keuntungan ??
Keuntungan ini sebetulnya luas jawabanya. Contoh
* kamu untuk ga perlu stok barang, cukup jualin menggunakan foto2 realpicture dari kita :)
* kamu gaperlu cape packing dan beli kresek+lakban dll untuk pengiriman
* ga perlu bawa barang ke ekspidisi (jne,jnt,dll)
* gaperlu takut rugi, orang ga nyetok barang jadi kemungkinan rugi ya kecil :D
tapi tentu saya pahami maksud dari pertanyaan keuntungan disini adalah komisi yang didapat kan ??

POTONGAN HARGA sekitar 5rb/pcs untuk hijab dan 10rb/pcs untuk gamis.

cuma 5rb untungnya ??
kamu bisa UP jadi 10rb/pcs, caranya kamu wajib order 3x menggunakan nomor wa yang sama,, jika udah order 3x minta saja kode diskon 10rb ke admin WA ,, dan penggunaan kodenya sama ya, di simpan dibawah format order

cuma 10rb untungnya ??
Shaaliha  Project awal jadi reseller ngambil untungnya juga 10rb looh :D dan lumayan dengan ketekunan kita bisa sampai ngejualin puluhan item/hari (saat jadi reseller) ya itung sendiri aja yaa berapa keuntungan perbulanya hehehe

tapi tenang ajaa, kalau pingin untungnya aga gedean juga bisaa, kamu bisa naikin lagi harga yang Shaalihaa Projectsesuka hati kamu, asal wajar aja yaa ,, saran kita sih maksimal naikin 20rb itu juga udah gede kok,, lebih baik fokuskan untuk menjual produk sebanyak banyaknyaa...

Cara Cek Ongkir ??
kita biasa gunakan aplikasi My Jne , karena ini apk yang terbaru di update datanya
*Download aplikasi My Jne diplaystore
*Cek Tarifk
*Masukan pengiriman dari Bandung
*Masukan tujuan ke kecamatan dan pastikan kotanya benar
*kita biasa pakai yang layanan REG

Format Order Untuk Reseller ??
Sama saja seperti format order biasa, kamu bisa langsung kontak WA untuk format ordernyaa
tapi untuk dropship, kamu tambahkan

Nama Pengirim : (Olshop Kamu)
No. Pengirim : (Nomor Kamu)

Related Posts:

Ayat dan Hadits Hutang Piutang



Syari’at Hutang (Qardh)


مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗۚ وَٱللَّهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٢٤٥ 

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (QS. Al-Baqarah: 245)

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١١ 

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak (QS. Al-Hadid: 11)

إِن تُقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعِفۡهُ لَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ ١٧ 

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun (QS. At-Taghabun: 17)

Peringatan Keras bagi yang ingin Berhutang

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: “Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali hutangnya” (HR. Muslim)

Wallahua'lam

Related Posts:

Sinopsis Film SEXY KILLERS


Sexy Killer adalah sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Dandhi D Laksono dan di produksi oleh Rumah Produksi Watch Doc, film ini melibatkan dua jurnalis yang berkeliling indonesia dan dibantu puluhan videographer dari berbagai daerah. Film ini adalah film terakhir dari serangkaian film yang bertajuk Ekspedisi Indonesia Biru.

Film ini menceritakan tentang bagaimana sumber daya menjadi "pembunuh" bagi rakyat kecil. Dimulai dari Kalimantan Timur, disana banyak rakyat kecil yang sengsara atau tercemari limbah dari perusahaan batu bara, sejak adanya perusahaan batu bara banyak lahan-lahan rakyat kecil yang tergusur bahkan limbahnya mencemari diri mereka hingga banyak menelan korban akbit dari lubang-lubang bekas tambang yang seharusnya ditutup kembali tapi malah dibiarkan begitu saja.

Tidak sampai disitu saja, tongkang-tongkang pembawa batu bara dari kalimantan tersebut mengirim batu baranya ke daerah jawa dan bali, dua pulau pengkonsumsi sumber daya paling rakus.

Salah satu transit pengirimannya adalah di pulau karimun jawa. Kita tahu bahwa pulau karimun jawa adalah salah satu objek wisata yang paling eksotis karena keindahan flora dan fauna yang ada di laut, namun semenjak adanya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang diresmikan pada tahun 2015 dan disebut-sebut yang terbesar di Asia Tengggara, kondisi lingkungannya berubah drastis dari mulai terumbu karang banyak yang hancur akibat lalu lalangnya tongkang dan tumbuhannya pun mulai berkurang produktifitasnya.

Diakhir film ini ditutup dengan data yang sangat mencengangkan yaitu tentang siapa saja pemegang saham dari perusahaan-perusahaan yang "membunuh" rakyat kecil.

Dan satu hal lagi, ini ada hubungannya dengan PILPRES.

Penasaran dengan filmnya? Tonton filmnya di link berikut ini Film Sexy Killers

Adegan di awal hanyalah pemanis, jangan terkecoh !!!

Related Posts:

Adab Berhutang (Bagian 2)



5. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang

“sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang…” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

6. Jangan pernah mempesulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.

“Allah SWT akan memasukkan ke dalam Surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR. Ahmad, An Nasa’I, dan Ibnu Majah)

7. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ad Darimi, dan Ibnu Majah) Meski sudah meninggal dunia hutang itu akan tetap menjadi hutang sebelum semua dilunasi oleh ahli waris.

8. Jangan Pernah Berbohong kepada pihak yang menghutangi

“Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila ia bicara ia akan dusta dan bila ia berjanji ia akan ingkari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

... وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٤ 

“… Dan penuhilah Janji. Karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban..” (QS Al Isra : 34)

10. Jangan Pernah lupa doakan orang yang telah menghutangi.

“Barangsiapa yang telah berbuat kebaikn kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

11. Memberikan penangguhan waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam melunas hutangnya setelah jatuh tempo.

وَإِن كَانَ ذُو عُسۡرَةٖ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيۡسَرَةٖۚ وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٨٠ 

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (QS. Al-Baqarah: 280)

Wallahua'lam

Related Posts:

Adab Berhutang (Bagian 1)


1. Catatlah hutang piutang.

Catatlah hutang piutang antara orang yang meminjamkan hutang dan orang yang berhutang agar tidak terjadi salah paham. Sebab hutang adalah sesuatu yang harus dibayar dan tidak ada hutang yang hilang begitu saja kecuali yang menghutangkan sudah mengikhlaskan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيۡنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى فَٱكۡتُبُوهُۚ وَلۡيَكۡتُب بَّيۡنَكُمۡ كَاتِبُۢ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَلَا يَأۡبَ كَاتِبٌ أَن يَكۡتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُۚ فَلۡيَكۡتُبۡ وَلۡيُمۡلِلِ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ وَلۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبۡخَسۡ مِنۡهُ شَيۡ‍ٔٗاۚ فَإِن كَانَ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ سَفِيهًا أَوۡ ضَعِيفًا أَوۡ لَا يَسۡتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلۡيُمۡلِلۡ وَلِيُّهُۥ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَٱسۡتَشۡهِدُواْ شَهِيدَيۡنِ مِن رِّجَالِكُمۡۖ فَإِن لَّمۡ يَكُونَا رَجُلَيۡنِ فَرَجُلٞ وَٱمۡرَأَتَانِ مِمَّن تَرۡضَوۡنَ مِنَ ٱلشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحۡدَىٰهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحۡدَىٰهُمَا ٱلۡأُخۡرَىٰۚ وَلَا يَأۡبَ ٱلشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُواْۚ وَلَا تَسۡ‍َٔمُوٓاْ أَن تَكۡتُبُوهُ صَغِيرًا أَوۡ كَبِيرًا إِلَىٰٓ أَجَلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِ وَأَقۡوَمُ لِلشَّهَٰدَةِ وَأَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَرۡتَابُوٓاْ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً حَاضِرَةٗ تُدِيرُونَهَا بَيۡنَكُمۡ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَلَّا تَكۡتُبُوهَاۗ وَأَشۡهِدُوٓاْ إِذَا تَبَايَعۡتُمۡۚ وَلَا يُضَآرَّ كَاتِبٞ وَلَا شَهِيدٞۚ وَإِن تَفۡعَلُواْ فَإِنَّهُۥ فُسُوقُۢ بِكُمۡۗ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٢٨٢ 

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu´amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu´amalahmu itu), kecuali jika mu´amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 282)

Jika sang pemberi hutang tidak mencatat, maka sama saja memberi kesempatan pihak yang berhutang untuk memungkiri hutangnya. Dalam hal ini harus senantiasa waspada karena kerap kali hutang piutang itu menimbulkan permusuhan.

2. Melunasi hutang dengan cara yang baik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ سِنٌّ مِنْ الْإِبِلِ فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ فَقَالَ أَعْطُوهُ فَطَلَبُوا سِنَّهُ فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوْقَهَا فَقَالَ أَعْطُوهُ فَقَالَ أَوْفَيْتَنِي أَوْفَى اللَّهُ بِكَ قَالَ النَّبِيُّ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi mempunyai hutang kepada seseorang, (yaitu) seekor unta dengan usia tertentu. Orang itupun datang menagihnya. (maka) be;iaupun berkata, “berikan kepadanya” kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Nabi (pun) berkata: “berikan kepadanya”, diapun menjawab, “engkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga Allah swt membalas dengan setimpal”. Maka Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian (hutang)”. (HR. Bukhari)

3. Berniat tidak melunasi hutang sama dengan pencuri.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi SAW Bersabda : “Barangsiapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya), maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari, Kitab Al-Istiqradh, no. 2387)

Tidak boleh seseorang berniat untuk tidak membayar hutang kepada orang yang menghutangkan. Sebab hal ini sama saja menjadikan orang yang berhutang sebagai pencuri. Jika kita berniat dan berbuat seperti itu, dipastikan tidak akan mendapatkan ketenangan hidup di dunia dan di akhirat.

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri….” (HR. Ibnu Majah)

4. Jangan menunda-nunda membayar hutang

Diusahakan untuk segera melunasi hutang jika sudah memiliki uang atau harta yang cukuo untuk melunasinya. Sebab tidak ada yang tahu kita akan mati kapan, dan jangan sampai mati dalam keadaan meninggalkan hutang. Maka dari itu sebisa mungkin untuk tidak menunda-nunda dalam membayar dan melunasi hutang. 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىءٍ فَلْيَتْبَعْ 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Memperlambat (menunda-nunda) pembayaran hutang yang dilakukan oleh orang kaya merupakan perbuatan zhalim. Jika salah seorang kamu dialihkan kepada orang yang mudah membayar hutang, maka hendaklah beralih (diterima pengalihan tersebut)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bersambung ...

Related Posts:

Ayat Uluhiyyah


Ayat-ayat yang memuat kata dasar “Ilah” yang dari kata ini dapat dibentuk kata “Uluhiyyah” yang berjumlah 147 ayat ini, terdiri dari atas: 120 ayat tergolong Makkiyyah dan 27 ayat tergolong Madaniyyah

Beberapa contoh ayat Uluhiyyah 

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ 

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (QS. Al-Fatihah: 5)

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ 

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku" (QS. Al-Anbiya: 25)

وَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ 

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS. Al-Baqarah: 163)

أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ 

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan (QS. Shaad: 5)

إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ ٣٥ وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۢ 

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? (QS. Ash-shaffat: 35-36)

Related Posts:

Moralitas Da'i


Da'i atau Da'iyah adalah subjek dan pelaku dakwah. Oleh karena itu seorang da'i dan da'iyah meski memiliki moralitas yang dapat dieprtanggungjawabkan. Sedangkan tolak ukur yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengukur kualitas perilaku seorang adalah norma-norma moral.

Norma-norma moral bagi da'i dan da'iyah tentunya sangat diukur oleh norma-norma yang di ajarkan syari'at islam, yang kemudian akan menjadi moralitas yang berbentuk dalam akhlak da'i atau da'iyah.

Baca Juga: Tugas dan Fungsi Da'i 

Aklak d'i ialah akhlak Islam yang Allah nyatakan dalam al-Quran dan Rasulullaj menjelaskan dalam sunnah beliau serta para sahabat menerapkannya dalam tingkah laku dan peri hidup mereka. Akhlak Islam yang sebaiknya dimiliki seorang da'i dijelaskan oleh Tuty Alawiyah dan punya hubungan erat dengan pelaksanaan dakwah adalah sebagai berikut:

a. Al-Shidiq (benar, tidak dusta)

b. Al-Shabr (tabah, sabar)

c. Al-Rahman (rasa kasih sayang)

d. Tawadhu' (merendshkan diri, tidak sombong)

Related Posts:

Tugas dan Fungsi Da'i



1. Meluruskan Akidah; Sudah menjadi naluri bahwa manusia selalu tidak lepas dari kesalahan dan kekeliruan tidak terkecuali terhadap keyakinan dan akidahnya. Dalam hal ini da'i menunjukan siapa Tuhan yang hakiki dengan petunjuk al-Qur'an dan al-Sunnah.

2. Memotivasi umat untuk beribadah dengan baik dan benar. 

Baca Juga: Pengertian Da'i

3. Amar ma'ruf nahi munkar.

4. Menolak kebudayaan yang menrusak.

Related Posts:

Pengertian Da'i


Kata da'i berasal dari bahasa arab bentk mudzakar (laki - laki), yang berarti orang yang mengajak, kalau muanas (perempuan) disebut da'iyah. Dalam kamus bahasa Indonesia da'i di artikan "orang yang pekerjaannya berdakwah, pendakwa: melalui kegiatan berdakwah para da'i menyebaluaskan ajaran islam. 

Dengan kata lain da'i adalah orang yang mengajak kepada orang baik secara langsung atau tidak langsung, melalui lisan, tulisan, atau perbuatan untuk mengamalkan ajaran-ajaran islam atau menyebar luaskan ajaran islam, melalukan upaya perubahan kepada kondisi yabg lebih baik menurut ajaran islam.

Baca Juga: Fungsi Komunikasi

Da'i ibarat seorang pemandu terhadap terhadap orang-orang yang igin mendapat keselamatan di dunia dan akhirat. Ia adalah petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami terlebih dahulu mana jalan yang harus dilalui dan yang tidak boleh dialaui oleh seorang muslim, sebelum dia menjadi petunjuk bagi orang lain.

Da'i dalam prespektif ilmu komunikasi dapat dikategorikan sebagai komunikator yang bertugas menyampaikan informasi dari sumber melalui saluran yang sesuai pada komunikan. Karena Komunikator yang baik adalah komunikator yang mampu menyampaikan imformasi atau pesan kepada komunikan.

Related Posts:

Fungsi Komunikasi



Deddy Mulyana dalam bukunya, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengutip Kerangka berpikir William I. Gorden mengenai fungsi-fungsi komunikasi yang dibagi menjadi empat bagian.

1. FUNGSI KOMUNIKASI SOSIAL

Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan. Pembentukan konsep diri.

Komunikasi sosial merupakan komunikasi yang dilakukan sebagai bentuk pemenuhan diri untuk merasa terhibur, nyaman, dan tentram. Dua komunikan yang saling berkomunikasi tanpa menentukan topik sebelumnya dan tanpa ada tujuan khusus, mampu berkomunikasi hingga berjam – jam. Pesan – pesan yang saling ditukarkan mungkin hal yang remeh, namun pembicaraan antara keduanya menimbulkan rasa senang dan nyaman.

a. Pembentukan konsep diri

konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan hal ini kiota dapatkan dari inforamasi yang disampaikan orang lain kepada kita. Aspek – aspek konsep diri meliputi jenis kelamin, agama, suku, pendidikan, pengalaman, rupa fisik, dan lain sebagainya yang kita tanam dalam diri kita melalui peryataan ( umpan balik ) dari orang lain, yang akhirnya menuntut kita untuk berperilaku sebagaimana orang lain memandang kita.

b. Pernyataan eksistensi diri

Orang berkomunikasi untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis. Bila kita berdiam diri maka seolah – olah kita tidak ada ( menurut persepsi orang lain ). Sikap aktif dari individu merupakan bentuk peryataan dirinya bahwa dia ada. Sedangkan sikap pasif ( diam ), akan memepengaruhi orang lain untuk mempersepsikan bahwa kita tidak tidak ada dan tidak dinutuhkan.

c. Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan

Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita harus berkomunikasi dengan orang lain dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Kebutuhan biologis seperti makanan dan minuman. Kebutuhan psikologis seperti sukses dan kebahagiaan. Melalui komunikasi pula, kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Kita belajar makana cinta, kasih sayang, keintiman, simpati, rasa hormat, bangga, benci dan lain sebaagainya. Melalui komunikasi, kita dapat mengalami berbagai kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan yang satu dengan perasaan lainnya.

Baca Juga: Contoh Kutipan

2. FUNGSI KOMUNIKASI EKSPRESIF

Komunikasi ekspresif tidak secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi orang lain, namun dapat terjadi sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen dalam menyampaikan perasaan ( emosi ) kita. Perasaan tersebut disampaikan melalui pesan – pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, takut, marah atau benci dapat disampaikan lewat kata – kata, namun dapat tersampaikan pula melaui perilaku nonverbal.

3. FUNGSI KOMUNIKASI RITUAL

Komunikasi ritual sering dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara - upacara berlainan sepanjang tahun. Dalam kegiatan –kegiatan tersebut orang mengucapakan kata – kata dan menampilkan perilaku yang bersifat simbolik.

4. FUNGSI KOMUNIKASI INSTRUMENTAL

Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur (persuasif). Komunikasi instrumental mengandung muatan persuasif yang mempengaruhi komunikan untuk mempercayai bahwa pesan yang disampaikan komunikator akurat dan layak untuk diketahui.

Related Posts:

Contoh-Contoh Kutipan



Contoh kutipan langsung kurang dari 5 baris

Parsudi Suparlan menjelaskan bahwa kebudayaan adalah “serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dimiliki manusia, dan yang digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya”.[1]

Contoh kutipan langsung 5 baris atau lebih

Nurcholis Madjid menjelaskan hubungan agama dan budaya:
Agama dan budaya adalah dua bidang yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Agama bernilai mutlak, tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat. Sedangkan budaya, sekalipun berdasarkan agama, dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Sebagian besar budaya didasarkan pada agama tidak pernah terjadi sebaliknya. Oleh karena itu, agama adalah primer, dan budaya adalah sekunder.[2]

Contoh kutipan tidak langsung
Al-Qur’an berfungsi sebagai hakim yang mengatur jalannya kehidupan manusia agar berjalan dengan lurus, oleh karena itu ketika orang Islam berselisih dalam segala urusan maka hendaklah ia berhakim kepada Al-Qur’an[3]

Dengan demikian dapat disimpulkan sebagaimana yang disampaikan oleh Jalaludin Rahmat, bahwa dalam Al-Qur’an terdapat tiga istilah yang mengacu pada makna pokok manusia yaitu, basyar, insan, dan al-nas.[4]




[1] Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung:Rosda, 2015), Cet. ke-15, hlm. 28.
[2] Ibid., hal. 34.
[3] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali, 2014), Cet. ke-21, hlm. 71.
[4] Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Op. Cit., hlm. 205.

Related Posts: