Surga Kelas Ekonomi


Diriwayatkan oleh Muslim, dari Abdullah bin Masud, Rasulullah bersabda, Saya sudah tahu siapakah yang terakhir keluar dari neraka dan yang terakhir masuk surga. Ada seorang yang keluar dari neraka dengan merangkak. Allah kemudian berfirman kepadanya, Pergilah dan masuklah ke dalam surga. Orang itu kemudian pergi menuju surga sambil berangan-angan bahwa surga telah penuh, orang itu lalu kembali lagi, Wahai Tuhanku, saya mendapati surga telah penuh. Allah lalu berfirman kepadanya, Pergilah ke surga, engkau akan mendapatkan sepuluhkali lipat luas dunia. Orang itu berkata, Apakah Engkau mengolok-olokku? Dan Engkau adalah Raja segala Raja. Ibnu Masud melanjutkan, Dan saya melihat Rasulullah tertawa hingga nampak kedua gigi gerahamnya. Dan itu adalah para penghuni surga kelas paling bawah. Perkataan orang tersebut bukan karena dia tidak percaya kepada Allah tetapi disebabkan karena sangat gembiranya akan menerima karunia sebesar itu. Sebuah karunia yang sama sekali tidak pernah terdetik di dalam hatinya. Ini sama dengan kasus yang diriwayatkan oleh Muslim tentang seseorang yang kehilangan tunggangannya di tengah gurun pasir, setelah dia putus asa dan sudah yakin bahwa dia akan binasa di tengah gurun tiba-tiba dia menemukan kembali onta tunggangannya, langsung saja orang tersebut memuji kebesaran Allah dan berkata, Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan saya adalah Tuhan-Mu. Begitu gembiranya sehingga dia salah ucap.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, Yang terakhir masuk surga adalah seseorang yang berjalan diatas shirat, kadangkala berdiri tegak dan kadangpula merangkak dan kadangkala badannya dijilat oleh api jahannam. Setelah dia berhasil melewati shirat, dia menoleh ke arah jahannam dan berkata, Maha suci Dia yang telah menyelamatkan diriku darimu, Allah telah memberiku karunia yang tidak pernah diberikannya kepada seorangpun, baik kepada umat yang terdahulu maupun kepada umat yang terakhir. Orang tersebut kemudian mengangkat kepalanya sehingga dia melihat sebatang pohon, diapun berkata, Wahai Tuhanku, dekatkanlah saya kepada pohon itu supaya saya bisa berteduh di bawahnya dan mereguk airnya. Allah berfirman kepadanya, Wahai Anak Adam, kalau Aku memenuhi permintaanmu itu pastilah engkau akan meminta yang lainnya. Orang itu berkata, Wahai Tuhanku, saya berjanji tidak akan meminta yang lainnya. Allah kemudian memenuhi permintaan orang tersebut karena Dia melihatnya sudah tidak sabar lagi. Allah kemudian mendekatkan orang tersebut ke bawah pohon itu sehingga dia bisa berteduh di bawahnya dan mereguk airnya. Tiba-tiba orang itu melihat sebatang pohon yang lain, yang lebih bagus dari yang pertama, diapun memohon kepada Allah sekali lagi, Wahai Tuhanku, dekatkanlah saya ke pohon itu supaya saya bisa berteduh di bawahnya dan mereguk airnya dan saya berjanji tidak akan meminta yang lainnya lagi. Allah berfirman kepadanya, Wahai Anak Adam, kalau Aku memenuhi permintaanmu, membawamu ke bawah pohon itu pastilah engkau akan meminta yang lainnya. Orang tersebut berkata, Saya tidak akan meminta yang lainnya. Orang itu lalu berjanji kepada Tuhannya untuk tidak meminta yang lainnya. Allah memenuhi permintaannya karena Dia melihatnya sudah tidak sabar lagi untuk mendekat ke pohon tersebut tetapi ketika dia telah di dekatkan ke pohon tersebut dia melihat sebatang pohon di pintu gerbang surga yang lebih bagus dan lebih rindang daripada pohon pertama dan kedua, dan dia kembali memohon untuk di dekatkan kepadanya, dan Allah kembali mengabulkan permohonannya, dari bawah pohon itu dia mendengar suara gelak tawa dan canda riang para penghuni surga. Dia kemudian berkata kepada Allah, Wahai Tuhanku, masukkanlah saya ke dalam surga. Allah berfirman kepadanya, Wahai Anak Adam, alangkah penipunya engkau! Puaskah engkau apabila Aku memberimu seperti dunia dan ditambah duakali lipat lagi?. Orang itu lalu berkata, Wahai Tuhanku apakah Engkau mengolok-olokku? Dan Engkau adalah Tuhan semesta alam. Ibnu Masud lalu tertawa sambil bertanya, Apakah kalian tidak mau bertanya kenapa saya tertawa. Merekapun lalu bertanya, Kenapa Anda tertawa?. Dia menjawab, Begitulah saya melihat Rasulullah tertawa. Kami lalu bertanya, Kenapa engkau tertawa wahai Rasulullah?. Rasulullah menjawab, Saya tertawa dengan tertawa Tuhan semesta alam, Dia berkata, Aku tidak mengolok-olokmu tetapi Aku Maha Kuasa melakukan apa yang Aku kehendaki.

Diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashri, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah akan mengendara.i seekor kuda dari yaqut merah dan bersayap emas dengan diiringi oleh beribu-ribu pelayan yang mengabdi kepadanya, apabila engkau melihatnya pastilah engkau akan melihat sebuah kenikmatan dan kerajaan yang besar.

Diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, Musa bertanya kepada Tuhannya, dia berkata, Wahai Tuhanku, seperti apakah penghuni surga yang paling rendah?. Allah berfirman, Yaitu seorang yang masuk surga setelah semua orang masuk ke dalam surga, Allah lalu berfirman kepadanya, Masuklah ke dalam surga!. Orang itu lalu menjawab, Wahai Tuhanku, bagaimana saya bisa masuk? Sedangkan semua orang telah menempati tempatnya masing-masing. Allah berfirman kepadanya, Maukah engkau apabila Aku memberimu tempat seluas wilayah maharaja dunia?. Orang itu menjawab, Saya mau. Allah berfirman, Engkau akan mendapatkannya dan ditambah duakali lipat lagi, duakali lipat lagi, duakali lipat lagi. Dan pada yang kelima orang tersebut berkata, Saya mau. Allah lalu berfirman kepadanya, Engkau akan mendapatkannya dengan ditambah sepuluhkali lipat yang serupa dengannya, engkau juga akan mendapatkan apa yang engkau inginkan. Orang itu berkata, Saya mau. Musa bertanya, Wahai Tuhanku, lalu siapakah para penghuni surga yang paling tinggi?. Allah berfirman, Mereka adalah yang Aku balas kehormatan mereka dengan tangan-Ku, mereka akan menerima apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terdetik dalam hati.

Diriwayatkan oleh Bukhori, Rasulullah bersabda, Sesungguhnya orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan yang paling terakhir masuk ke surga akan keluar dari neraka dengan merangkak. Allah lalu berfirman kepadanya, Masuklah ke surga!. Orang itu menjawab, Wahai Tuhanku, surga telah penuh. Orang itu terus menjawab seperti itu sampai tiga kali bahwa surga telah penuh. Allah lalu berfirman, Engkau akan mendapatkannya seluas sepuluh kali lipat dunia.

Dalam riwayat yang lain disebutkan, Sesungguhnya penghuni surga yang paling rendah akan mendapatkan tujuh istana, istana dari emas, istana dari perak, istana dari permata, istana dari zamrud, istana dari yaqut, istana yang berwarna sama dengan warna Arsy dan istana yang tidak bisa dilihat oleh mata, pada setiap istana terdapat pakaian, perhiasan dan bidadari-bidadari yang jumlahnya tidak ketahui selain oleh Allah.

Diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah bersabda, Penghuni surga yang paling rendah akan melihat-lihat tamannya dan segala kenikmatan serta kesenangannya selama perjalanan seribu tahun dan sesungguhnya penghuni surga yang paling tinggi adalah mereka yang bisa melihat wajah Tuhannya pagi dan petang.

Mujahid berkata, Penghuni surga yang paling rendah akan berjalan-jalan mengelilingi kerajaannya selama seribu tahun sehingga dia melihat batasnya yang paling jauh sebagaimana dia melihat batas yang paling dekat.

Wallahua'lam

Related Posts:

Teman Bergaul


Perumpamaan Teman

إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَجَلِيْسِ السُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ. فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُّحْذِيَكَ, وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً. وَنَافِخُ الْكِيْرِإِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا مُنْتِنَةً.
“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dan yang jahat ialah bagaikan penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Bila berteman dengan penjual minyak wangi; mungkin ia memberimu, atau engkau membelinya, atau paling tidak engkau akan mendapatkan harumnya. Sedangkan berteman dengan pandai besi; bajumu akan terpercik api, atau paling tidak engkau akan mendapat bau yang tidak enak. (HR. Muttafaq Alaih).

إِنَّ الشَّيْطَانَ ذِئْبُ اْلإِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ, يَأْخُذُ الشَّاةَ الْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ. فَإِيَّاكَ وَالشُّعَابَ, وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةَ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ.
“Sesungguhnya syetan itu serigalanya manusia, seperti serigala memangsa domba yang keluar dari kelompoknya dan terpencar. Maka hati-hatilah engkau, jangan menyendiri. Engkau harus bersama jamaah (orang berilmu), berkumpul dengan orang-orang awam dan berkumpul di masjid. (HR. Ahmad).


Hikmah Bergaul dengan Orang yang Shaleh

Mengubah syak menjadi yakin.
Mengubah riya menjadi ikhlas.
Mengubah lalai menjadi ahli dzikir.
Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
Mengubah sombong menjadi tawadhu.
Mengubah akhlak buruk menjadi akhlak mulia dan suka menerima nasihat.

Setia Kawan

إِنَّ أَحَدَكُمْ مِرْأَةُ أَخِيْهِ فَإِذَا رَأى فِيْهِ شَيْأً فَلْيُمِطْهُ عَنْهُ.

“Sesungguhnya salah seorang di antara kalian adalah cermin saudaranya (temannya); jika melihat sesuatu (keburukan) padanya maka hendaklah membersihkannya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Jangan Berkhianat

أَللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ, عَيْنَاهُ تَرَيَانِيْ, وَقَلْبُهُ يَرْعَانِيْ, إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا, وَإِنْ رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekasih/teman yang khianat, kedua matanya selalu memandangku tetapi hatinya berpaling dariku. Apabila melihat kebaikanku ia menyembunyikannya, dan apabila melihat keburukanku ia menyiarkannya.” (HR. Ibnu Najjar).

Sabar dalam Bergaul

أَلْمُؤْمِنُ الَّذِيْ يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلى أَذَاهُمْ خَيْرٌ مِنَ الَّذِيْ لأَ يُخَالِطُ النَّاسَ وَلأَ يَصْبِرُ عَلى أَذَاهُمْ.

“Seorang mukmin yang bergaul dengan orang lain dan ia bersabar atas gangguan mereka adalah lebih baik daripada orang yang tidak suka bergaul dan tidak suka sabar atas gangguan orang lain.” (HR. Ibnu Majah).

Wallahua'lam

Related Posts:

Seputar Bulan Sya'ban (Bagian Kedua)


Puasa pada Akhir bulan Syaban 

Telah tsabit dalam Shahihain dari Imran bin Hushain bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bersabda: Apakah engkau berpuasa pada sarar (akhir) bulan ini? Dia berkata: Tidak. Maka beliau bersabda: Apabila engkau berbuka maka puasalah dua hari. Dan dalam riwayat Bukhari: Saya kira yang dimaksud adalah bulan Ramadhan. Sementara dalam riwayat Muslim: Apakah engkau puasa pada sarar (akhir) bulan Syaban? (HR. Bukhari 4/200 dan Muslim No. 1161).

Telah terjadi ikhtilaf dalam penafsiran kata sarar dalam hadits ini, dan yang masyhur maknanya adalah akhir bulan. Dan dikatakan sararusy syahr dengan mengkasrahkan sin atau memfathahkannya dan memfathahkannya ini yang lebih benar. Akhir bulan dinamakn sarar karena istisrarnya bulan (yakni tersembunyinya bulan).

Apabila seseorang berkata, telah tsabit dalam Shahihain dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa salla, beliau bersabda: Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya kecuali orang yang terbiasa berpuasa maka puasalah. (HR. Bukhari No. 1983 dan Muslim No. 1082), maka bagimana kita mengkompromikan hadits anjuran berpuasa (Hadits Imran bin Hushain tadi) dengan hadits larangan ini?

Berkata kebanyakan ulama dan para pensyarah hadits: Sesungguhnya orang yang ditanya oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam ini telah diketahui oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam bahwa dia ini terbiasa berpuasa atau karena dia punya nadzar sehingga diperintahkan untuk membayarnya.

Dan dikatakan bahwa dalam masalah ini ada pendapat lain, dan ringkasnya bahwa puasa di akhir bulan Syaban ada pada tiga keadaan:

1.Berpuasa dengan niat puasa Ramadhan sebagai bentuk kehati-hatian barangkali sudah masuk bulan Ramadhan. Puasa seperti ini hukumnya haram.

2.Berpuasa dengan niat nadzar atau mengqadha Ramadhan yang lalu atau membayar kafarah atau yang lainnya. Jumhur ulama membolehkan yang demikian.

3.Berpuasa dengan niat puasa sunah biasa. Kelompok yang mengharuskan adanya pemisah antara Syaban dan Ramadhan dengan berbuka membenci hal yang demikian, di antaranya adalah Hasan Al-Bashri meskipun sudah terbiasa berpuasa- akan tetapi Malik memberikan rukhsah (keringanan) bagi orang yang sudah terbiasa berpuasa. Asy-Syafii, Al-Auzai, dan Ahmad serta selainnya memisahkan antara orang yang terbiasa dengan yang tidak.

Secara keseluruhan hadits Abu Hurairah tadilah yang digunakan oleh kebanyakan ulama. Yakni dibencinya mendahului Ramadhan dengan puasa sunah sehari atau dua hari bagi orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa, dan tidak pula mendahuluinya dengan puasa pada bulan Syaban yang terus-menerus bersambung sampai akhir bulan.

Apabila seseorang berkata, kenapa puasa sebelum Ramadhan secara langsung ini dibenci (bagi orang-orang yang tidak punya kebiasaan berpuasa sebelumnya)? Jawabnya adalah karena dua hal:

Pertama: agar tidak menambah puasa Ramadhan pada waktu yang bukan termasuk Ramadhan, sebagaimana dilarangnya puasa pada hari raya karena alasan ini, sebagai langkah hati-hati/peringatan dari apa yang terjadi pada ahli kitab dengan puasa mereka yaitu mereka menambah-nambah puasa mereka berdasarkan pendapat dan hawa nafsu mereka.

Atas dasar ini maka dilaranglah puasa pada yaumusy syak (hari yang diragukan). Berkata Umar: Barangsiapa yang berpuasa pada hari syak maka dia telah bermaksiat kepada Abul Qasim shallallahu alaihi wa alihi wa sallam. Dan hari syak adalah hari yang diragukan padanya apakah termasuk Ramadhan atau bukan yang disebabkan karena adanya khabar tentang telah dilihatnya hilal Ramadhan tetapi khabar ini ditolak.

Adapun yaumul ghaim (hari yang mendung sehingga tidak bisa dilihat apakah hilal sudah muncul atau belum maka di antara ulama ada yang menjadikannya sebagai hari syak dan terlarang berpuasaa padanya. Dan ini adalah perkataaan kebanyakan ulama.

Kedua: Membedakan antara puasa sunah dan wajib. Sesungguhnya membedakan antara fardlu dan sunah adalah disyariatkan. Oleh karenanya diharamkanlah puasa pada hari raya (untuk membedakan antara puasa Ramadhan yang wajib dengan puasa pada bulan Syawwal yang sunnah).

Dan Rasulullah melarang untuk menyambung shalat wajib dengan dengan shalat sunah sampai dipisahkan oleh salam atau pembicaraan. Terlebih-lebih shalat sunah qabliyah Fajr (Shubuh) maka disyariatkan untuk dipisahkan/dibedakan dengan shalat wajib. Karenanya disyariatkan untuk dilakukan di rumah serta berbaring-baring sesaat sesudahnya.

Dan Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam ketika melihat ada yang sedang shalat qabliyah kemudian qamat dikumandangkan, beliau berkata kepadanya: Apakah shalat shubuh itu empat rakaat? (HR. Bukhari No.663).

Barangkali sebagian orang yang jahil mengira bahwasanya berbuka (tidak berpuasa) sebelum Ramadhan dimaksudkan agar bisa memenuhi semua keinginan (memuaskan nafsu) dalam hal makanan sebelum datangnya larangan dengan puasa. Ini adalah salah/keliru dan merupakan kejahilan dari orang yang berparasangka seperti itu. Wallahu taala alam.

Maraji: Lathaaiful Maarif fi ma Limawasimil Aami minal Wadhaaif, Ibnu Rajab Al-Hambali.

Al-Ilmam bi Syaiin min Ahkamish Shiyam, Abdul Aziz Ar-Rajihi.

(Diterjemahkan dari artikel berjudul Haula Syahri Syaban di www.islam-qa.com oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

Related Posts:

Seputar Bulan Sya'ban (Bagian Pertama)


Syaban adalah nama bulan. Dinamakan Syaban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasyaabun (berpencar) untuk mencari sumber air. Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam sering berpuasa pada bulan ini. Artikel ini membahas hal-hal yg berkaitan dengan bulan Syaban, khususnya masalah puasa di Bulan Syaban

Syaban adalah nama bulan. Dinamakan Syaban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasyaabun (berpencar) untuk mencari sumber air. Dikatakan demikian juga karena mereka tasyaub (berpisah-pisah/terpencar) di gua-gua. Dan dikatakan sebagai bulan Syaban juga karena bulan tersebut syaaba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadhan. Jamaknya adalah Syaabanaat dan Syaaabiin.

Shaum di bulan Syaban
Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata: Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa sampai kami katakan beliau tidak pernah berbuka. Dan beliau berbuka sampai kami katakan beliau tidak pernah berpuasa. Saya tidak pernah melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Syaban. (HR. Bukhari No. 1833, Muslim No. 1956). Dan dalam riwayat Muslim No.1957 : Adalah beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa pada bulan Syaban semuanya. Dan sedikit sekali beliau tidak berpuasa di bulan Syaban.

Sebagian ulama di antaranya Ibnul Mubarak dan selainnya telah merajihkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam tidak pernah penyempurnakan puasa bulan Syaban akan tetapi beliau banyak berpuasa di dalamnya.

Pendapat ini didukung dengan riwayat pada Shahih Muslim No. 1954 dari Aisyah radhiyallahu anha beliau berkata: Saya tidak mengetahui beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Dan dalam riwayat Muslim juga No. 1955 dari Aisyah radhiyallahu anha, dia berkata: Saya tidak pernah melihatnya puasa satu bulan penuh semenjak beliau menetap di Madinah kecuali bulan Ramadhan. 

Dan dalam Shahihain dari Ibnu Abbas, dia berkata: Tidaklah Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa asatu bulan penuh selain Ramadhan. (HR. Bukhari No. 1971 dan Muslim No.1157). Dan Ibnu Abbas membenci untuk berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan. Berkata Ibnu Hajar: Shaum beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam pada bulan Syaban sebagai puasa sunnah lebih banyak dari pada puasanya di selain bulan Syaban. Dan beliau puasa untuk mengagungkan bulan Syaban.

Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu anhuma, dia berkata: Saya berkata: Ya Rasulullah, saya tidak pernah melihatmu berpuasa dalam satu bulan dari bulan-bulan yang ada seperti puasanmu di bulan Syaban. Maka beliau bersabda: Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. Dan merupakan bulan yang di dalamnya diangkat amalan-amalan kepada rabbul alamin.

Dan saya suka untuk diangkat amalan saya sedangkan saya dalam keadaan berpuasa. (HR. Nasai, lihat Shahih Targhib wat Tarhib hlm. 425). Dan dalam sebuah riwayat dari Abu Dawud No. 2076, dia berkata: Bulan yang paling dicintai Rasulullah untuk berpuasa padanya adalah Syaban kemudian beliau sambung dengan Ramadhan. Dishahihkan oleh Al-Albani, lihat Shahih Sunan Abi Dawud 2/461.

Berkata Ibnu Rajab: Puasa bulan Syaban lebih utama dari puasa pada bulan haram. Dan amalan sunah yang paling utama adalah yang dekat dengan Ramadhan sebelum dan sesudahnya. Kedudukan puasa Syaban diantara puasa yang lain sama dengan kedudukan shalat sunah rawatib terhadap shalat fardhu sebelum dan sesudahnya, yakni sebagai penyempurna kekurangan pada yang wajib.

Demikian pula puasa sebelum dan sesudah Ramadhan. Maka oleh karena sunah-sunah rawatib lebih utama dari sunah muthlaq dalam shalat maka demikian juga puasa sebelum dan sesudah Ramadhan lebih utama dari puasa yang jauh darinya.

Sabda beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam: Syaban bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan, menunjukkan bahwa ketika bulan ini diapit oleh dua bulan yang agung bulan haram dan bulan puasa- manusia sibuk dengan kedua bulan tersebut sehingga lalai dari bulan Syaban.

Dan banyak di antara manusia mengganggap bahwa puasa Rajab lebih utama dari puasa Syaban karena Rajab merupakan bulan haram, padahal tidak demikian. Dalam hadits tadi terdapat isyarat pula bahwa sebagian yang telah masyhur keutamaannya baik itu waktu, tempat ataupun orang bisa jadi yang selainnya lebih utama darinya.

Dalam hadits itu pula terdapat dalil disunahkannya menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan. Sebagaimana sebagian salaf, mereka menyukai menghidupkan antara Maghrib dan Isya dengan shalat dan mereka mengatakan saat itu adalah waktu lalainya manusia.

Dan yang seperti ini di antaranya disukainya dzikir kepada Allah taala di pasar karena itu merupakan dzikir di tempat kelalaian di antara orang-orang yang lalai. Dan menghidupkan waktu-waktu yang manusia lalai darinya dengan ketaatan punya beberapa faedah, di antaranya:

Menjadikan amalan yang dilakukan tersembunyi. Dan menyembunyikan serta merahasiakan amalan sunah adalah lebih utama, terlebih-lebih puasa karena merupakan rahasia antara hamba dengan rabbnya. 

Oleh karena itu maka dikatakan bahwa padanya tidak ada riya. Sebagian salaf mereka berpuasa bertahun-tahun tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Mereka keluar dari rumahnya menuju pasar dengan membekal dua potong roti kemudian keduanya disedekahkan dan dia sendiri berpuasa.

Maka keluarganya mengira bahwa dia telah memakannya dan orang-orang di pasar menyangka bahwa dia telah memakannya di rumahnya. Dan salaf menyukai untuk menampakkan hal-hal yang bisa menyembunyikan puasanya. 

Dari Ibnu Masud dia berkata: Jika kalian akan berpuasa maka berminyaklah (memoles bibirnya dengan minyak agar tidak terkesan sedang berpuasa). Berkata Qatadah: Disunahkan bagi orang yang berpuasa untuk berminyak sampai hilang darinya kesan sedang berpuasa.

Demikian juga bahwa amalan shalih pada waktu lalai itu lebih berat bagi jiwa. Dan di antara sebab keutamaan suatu amalan adalah kesulitannya/beratnya terhadap jiwa karena amalan apabila banyak orang yang melakukannya maka akan menjadi mudah, dan apabila banyak yang melalaikannya akan menjadi berat bagi orang yang terjaga.

Dalam shahih Muslim No. 2948 dari hadits Maqal bin Yassar: Ibadah ketika harj sepeti hijarah kepadaku. Yakni ketika terjadinya fitnah, karena manusia mengikuti hawa nafsunya sehingga orang yang berpegang teguh akan melaksanakan amalan dengan sulit/berat.

Ahli ilmu telah berselisih pendapat tentang sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa alihi wa sallam banyak berpuasa di bulan Syaban ke dalam beberapa perkataan:

1. Beliau disibukkan dari puasa tiga hari setiap bulan karena safar atau hal lainnya. Maka beliau mengumpulkannya dan mengqadhanya (menunaikannya) pada bulan Syaban. Dan Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam apabila mengamalkan suatu amalan sunah maka beliau menetapkannya dan apabila terlewat maka beliau mengqadhanya.

2.Dikatakan bahwa istri-istri beliau membayar hutang puasa Ramadhannya pada bulan Syaban sehingga beliaupun ikut berpuasa karenanya. Dan ini berkebalikan dengan apa yang datang dari Aisyah bahwa dia mengakhirkan untuk membayar hutang puasanya sampai bulan Syaban karena sibuk (melayani) Rasulullah.

3.Dan dikatakan bahwa beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam berpuasa karena pada bulan itu manusia lalai darinya. Dan pendapat ini yang lebih kuat karena adanya hadits Usamah yang telah disebutkan tadi yang tercantum di dalamnya: Itulah bulan yang manusia lalai darinya antara Rajab dan Ramadhan. (HR. Nasai. Lihat Shahihut Targhib wat Tarhib hlm. 425).

Dan adalah beliau shallallahu alaihi wa alihi wa sallam apabila masuk bulan Syaban sementara masih tersisa puasa sunah yang belum dilakukannnya, maka beliau mengqadhanya pada bulan tersebut sehingga sempurnalah puasa sunah beliau sebelum masuk Ramadhan sebagaiman halnya apabila beliau terlewat sunah-sunah shalat atau shalat malam maka beliau mengqadhanya-.

Dengan demikian Aisyah waktu itu mengumpulkan qadhanya dengan puasa sunahnya beliau. Maka Aisyah mengqadha apa yang wajib baginya dari bulan Ramadhan karena dia berbuka lantaran haid dan pada bulan-bulan lain dia sibuk (melayani) Nabi shallallahu alaihi wa alihi wa sallam.

Maka wajib untuk diperhatikan dan sebagai peringatan bagi orang yang masih punya utang puasa Ramadhan sebelumnya untuk membayarnya sebelum masuk Ramadhan berikutnya.

Dan tidak boleh mengakhirkan sampai setelah Ramadhan berikutnya kecuali karena dharurat, misalnya udzur yang terus berlanjut sampai dua Ramadhan.

Maka barang siapa yang mampu untuk mengqadha sebelum Ramadhan tetapi tidak melakukannya maka wajib bagi dia di samping mengqadhanya setelah bertaubat sebelumnya untuk memberi makan orang-orang miskin setiap hari, dan ini adala perkataannya Malik, Asy-Syafii dan Ahmad. 

Demikian juga termasuk faedah dari puasa di bulan Syaban adalah bahwa puasa ini merupakan latihan untuk puasa Ramadhan agar tidak mengalami kesulitan dan berat pada saatnya nanti. Bahkan akan terbiasa sehingga bisa memasuki Ramadhan dalam keadaan kuat dan bersemangat.

Dan oleh karena Syaban itu merupakan pendahuluan bagi Ramadhan maka di sana ada pula amalan-amalan yang ada pada bulan Ramadhan seperti puasa, membaca Al-Quran, dan shadaqah.

Berkata Salamah bin Suhail: Telah dikatakan bahwa bulan Syaban itu merupakan bulannya para qurra (pembaca Al-Quran). Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Syaban dia berkata: Inilah bulannya para qurra. Dan Amr bin Qais Al-Mulai apabila masuk bulan Syaban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Quran.
Bersambung..

Related Posts:

INSTAGRAM MARKETING



Hallo temen-temen ,, setelah sebelumnya kamu udah bikin instagram sendiri, terus memperbaiki tampilanya dan mengisi foto-foto dengan produk yang akan di jual,, kali ini saya akan bahas dari mana aja sih pelanggan bisa masuk ke profil kita, dan langsung beli produk,,
Jika Belum Baca Dulu Cara Awal Membangun Toko Instagram
ada beberapa cara menarik pelanggan di instagram, ada paid promote, paid kroyok, endorse, dan colek pelanggan,, mana yang paling efektif ?? semua tergantung gimana cara kamu memaksimalkanya, tergantung PP dimana, tergantung foto dan caption yang di gunakan, tergantung nyolek target yang tepat atau ngga.
pusing ?? mending kita bahas satu per satu yaa
1.Paid Promote
Paid promote adalah iklan berbayar di akun akun besar yang ada di instagram, yang di maksud akun besar disini, akun yang memiliki banyak followers dan banyak konfersi ( like dan komennya banyak)
kita ambil contoh @duniajilbab, nah nanti kita bayar dulu untuk booking jadwalnya, kalau udah dapet, nanti kita ngasihin foto dan caption yang bagus, tinggal tunggu di promotin deh sama akunya @duniajilbab,,
efektifitas tergantung pada jam postingan, hari postingan, foto + caption, Dan akun Paid Promotenya
2.Paid Kroyok
Paid Kroyok(PK), ngga jauh beda sama PP sistemkerjanya, hanya saja di Paid kroyok ini kita di promotin sama 20an lebih akun,, misalkan ikutan PK 200rb followers,, nanti kita akan di promote sama akun-akun yang memiliki followers minimal 200rb followers,, akun apa aja yang ngepromotinya ?? ya ga tentu kadang akun publik kadang olshop ,, tapi yang pasti followersnya 200rb,,
ada grup2nya sih, kadang ada yang PK 100k ada yang PK 150k dll,, paling gede biasanya 255k
efektifitas tergantung pada grup PK, gue rekomendasiin mending PK di 200k++ ,, tergantung jam postingan, tergantung foto caption
mininos udah jarang PK sekarang , sekarang aga kurang efektif sih, tapi kalau kamu mau nyobain PK bisa ke Line ini : @sfsfamily ( pakai @ )
Dan sejujurnya kita gatau Paid Keroyok ini masih ada atau ngga hehehe
3.Endorse
Endorse atau simplenya promote di selebgram, apa itu selebgram ?? mereka adalah artis instagram yang punya ratusan ribu bahkan ada yang jutaan followers,, nah kalau mau di endorse, nanti kita bayar ama si selebgram, terus selebgramnya milih baju mana yang mereka suka, nah nanti kita ngasihin baju ke selebgram, dan tunggu di posting deh sama si selebgramnya,, biasanya prosesnya aga lama, kita daftar dan ngirim barang bulan januari, di postingnya bulan februari,,
oiya kalau kamu mau endorse pilih-pilih dulu selebgramnya yaa,, cukup liat followersnya, minimal ratusan ribu, terus liat komenya, komentar di foto selebgramnya banyak ngga ? manusia ngga ? jangan sampai komentarnya isinya peninggi badan semua,,
efektifitas tergantung seebgramnya, jadi pilih selebgram yang punya feedback bagus
4.Colek Target
Ini yang paling enak,, kenapa ? karena cara ini bisa di lakukan secara GRATIS,,
apa maksud dari colek pelanggan ?? colek pelanggan di sini adalah cara gimana membuat pelanggan ngeliat olshop kita,, caranya ?? bisa dengan ngelike foto target, komen di foto target, atau follow target,, oiya target di sini adaah bener-bener orang yang tertarget ya, karena kamu reseller @mininos_id tentu targetnya cewe, berhijab, remaja
Cara nyari targetnya gimana ??
Pertama, kira-kira target kamu nge follow akun apa ya ?? mungkin bisa aja nge follow akun joke seperti @dagelan ?? atau ngefollow akun muslim2 seperti @kartun.muslimah ?? atau nge follow olshop yang ngejual kebutuhan wanita ??
oke kita anggap kamu sudah menentukan kemana target kamu nge follow ,, anggap aja ke akun A ,, nah si akun A ini punya folowers yang cukup bagus followersnya 2M (2 juta),, kamu bisa dapetin data target kamu dengan mengklik followersnya,, kan muncul tuh list orang-orang yang ngefollow akun A,, tugas kamu follow mereka 1 1,, dalam 5 menit kamu cukup follow 10 orang ,, jangan terlalu nafsu ya ntar kena blokir sama instagram,, nanti udah 5 menit baru follow 10 lagi,, dengan waktu yang di jeda-jeda tapi konsisten kamu bisa ngefollow 250-500 orang sehari,, jangan banyak2 juga yaa,, dan jangan terlalu dikit juga
pas follow jangan ngasal, sambil di liat fotonya cewe apa bukan, keliatan foto asli apa bukan,, oiya selain nge follow kamu bisa juga spam like foto target,, sama di liat dulu dari foto, terus klik orangnya , kamu like deh fotonya ( minimal 5foto di like ),, supaya ntar yang di like heran "ini siapa nih ngelike foto aku?" terus lihat IG jualan mu deh,,
atau bisa juga kamu komen fotonya, misalkan
"wah cantik ka fotonya, kayanya kalau pakai gamis dari kita bakal lebih kece deeh hihi :)"
itu contoh yaa, kamu mainin aja kreatifitas kamu dalam mengolah kata agar orang tertarik
( Copywriting )
Perlu di ingat teknik ini memang efektif, tapi harus teratur jangan sampai kebanyakan dalam waktu yang singkat,, kenapa ?? ya nanti akunya di blok sama instagram..
dan jangan terlalu dikit juga,, ntar lama,, intinya kudu KONSISTEN!!
dan sebagai bocorin, mininos awal juga promonya kaya gini,, lumayan lah sampai belasan ribu followers dan punya modal, baru deh mulai ngiklan yang berbayar..
efektifitas tergantung pada tepat atau tidaknya target yang kamu colek
.
Nah, itu dia 4 cara menarik pelanggan di instagram,, mana yang lebih efektif ?? semuanya menurut saya efektif,, Oiya ada 1 yang ketinggalan, Instagram Ads ,, tapi ini bakal gue bahas barengan sama Facebook ads aja yaa..
.
.
Thank udah baca sampai akhir semoga bermanfaat, dan jangan lupa di praktekin :)..


Related Posts:

CARA AWAL MEBANGUN TOKO DI INSTAGRAM



Hallo temen-temen, saya kali ini akan bahas bagaimana cara memulai Online Shop,, kalau sebelumnya kalian berjualan barang @shaalihaaproject berjualan ke temen2 rumah atau temen sekolah, , dan kalian dapet profit yang lumayan dari sana, sekarang mari kita tingkatin penjualan, dengan mencari customer secara online..
.
Sebelum memulai, perlu di ingat bahwa membangun online shop itu harus serius, ga cuma asal jadi ga cuma asal coba,, kalau gitu ya paling kamu cuma buang-buang waktu doang,, mulailah dengan  ngasih nama olshop yang bagus, punya instagram khusus olshopnya, akun line@ khusus olshop, pokonya bener-bener fokus dengan olshopnya,, penghasilan ? Ya itung sendiri aja kalau kamu bisa ngejual 10pcs aja per harinya,, di tambah ngejualin ke temen-temen sekitaran daerah kamu
.
Berbeda dengan sebelumnya, karna ngirimnya otomatis ke customer kalian, yang ga tentu pembelinya dari kota apa,, kamu akan menggunakan format dropship, apa itu dropship ? mungkin gambar di atas sudah cukup untuk menjelaskanya,, keuntunganya lagi, ongkir di tanggung customer looh, jadi kalian ga perlu pusing2 mikirin ongkir,,
.
Penting juga untuk  membuat e-mail khusus untuk bisnis, kalau saya rekomendasiin pakai gmail.com ,, nah jika udah punya email khusus bisnis, kalau kamu mau bikin akun2 lainya yang khusus bisnis bisa gunain email yang sama, supaya ga pusing ntar akunya,, oiya nama emailnya cocokin sama nama olshop ya contohnya shaalihaaproject@gmail.com
Lanjut, mulai dari instagram dulu okee ? E-mail udah ada kan ? Nah sekarang bikin akun olshop kamu pake email bisnis yang tadi,, supaya profesional pisahin instagram pribadi sama instagram olshop
.
Percantik dan isi etalase instagram, percantik tampilan instagram dengan ngisi foto profil, isi biodata, isiin juga kontak bbm/line/wa pokonya kemana mereka akan order,, bisa juga isiin tagline olshop di bio,,
.
Selanjutnya, upload foto produk di jam2 orang megang hp, kapan aja itu ? Pagi sebelum kerja, siang jamnya break, dan malem jamnya santai upload jangan banyak2 sekaligus, tiap jam upload 3foto cukup, jadi sehari upload 9 foto, atau kalau mau lebih ya atur sendiri deh,, tapi jangan banyak banget, ntar ke blokir sama pihak instagram
.
Pas upload foto, jangan lupa isii  detail produk, isi keterangan detail harga bahan, kode barang, dan kontak kamu, kemana mereka kalau mau order,, dan jangan lewatkan hashtag juga ya ini penting buat mancing pelanggan, hashtagnya apa aja ? Ya harus sesuai sama barang yang di jual, misalkan #tunik #hijabmurah #supplierhijab dll , bisa juga #dagelan #hijabootindo #muslimah pokonya isi yang sesuai target dan yang kira2 banyak di search sama orang, maximalkan dengan menggunakan 25hashtag.
.
Agar lebih profesional, jangan campur2 barang dagangan, kalau udah jual baju hijab ya udah baju aja, atau kalau mau campur bisa sama jual hijabnya kalau masih berhubungan gpp campur, tapi kalau jualan baju hijab di campur jualan juga peninggi badan, di tambah jualan tas2, ah ya ntar keliatan ga jelas ini olshop jualan apa siiiiih,,
.
Disini masih dalam tahap ngebangun etalase toko, jadi jangan dulu gebyar promo2, fokus aja dulu upload foto teratur, sampai foto udah keisi minimal 80foto,, oiya foto produknya @shaalihaaproject udah ada dan update terus di google drive shaalihaa project yaa.

Related Posts:

PENJELASAN SISTEM RESELLER SHAALIHAA PROJECT


Hallo temen-temen, di Thread ini saya akan jelaskan sistem reseller/dropshiper Shaalihaa Project, dan saya akan jelaskan dalam bentuk Q&A yang sering di tanyain oleh temen-temen reseller yaa..

Pertama, banyak yang nanya gimana caranya Jadi Reseller/Dropship ???

Syarat Jadi Reseller ???
Syarat jadi reseller, cukup izin aja lewat WA / DM Instagram kalau kamu mau jadi reseller/dropshiper nya Shaalihaa Project. Selanjutnya kami akan kirimkan syarat-syaratnya.

Produk yang ready yang mana aja ??
Produk Shaalihaa Project itu semuanya SIAP ORDER, bukan ready yaa.
Kenapa ga ready ?? emm sebetulnya ready, cuma karena barang di kita cepet banget abis tapi cepet juga restoknya. Jadi ada kemungkinan kecil barang mendadak habis kak, dan tentu akan segera kita konfirmasi. Biasanya jika masih restok 1-2 hari juga sudah beres!!

Keuntungan ??
Keuntungan ini sebetulnya luas jawabanya. Contoh
* kamu untuk ga perlu stok barang, cukup jualin menggunakan foto2 realpicture dari kita :)
* kamu gaperlu cape packing dan beli kresek+lakban dll untuk pengiriman
* ga perlu bawa barang ke ekspidisi (jne,jnt,dll)
* gaperlu takut rugi, orang ga nyetok barang jadi kemungkinan rugi ya kecil :D
tapi tentu saya pahami maksud dari pertanyaan keuntungan disini adalah komisi yang didapat kan ??

POTONGAN HARGA sekitar 5rb/pcs untuk hijab dan 10rb/pcs untuk gamis.

cuma 5rb untungnya ??
kamu bisa UP jadi 10rb/pcs, caranya kamu wajib order 3x menggunakan nomor wa yang sama,, jika udah order 3x minta saja kode diskon 10rb ke admin WA ,, dan penggunaan kodenya sama ya, di simpan dibawah format order

cuma 10rb untungnya ??
Shaaliha  Project awal jadi reseller ngambil untungnya juga 10rb looh :D dan lumayan dengan ketekunan kita bisa sampai ngejualin puluhan item/hari (saat jadi reseller) ya itung sendiri aja yaa berapa keuntungan perbulanya hehehe

tapi tenang ajaa, kalau pingin untungnya aga gedean juga bisaa, kamu bisa naikin lagi harga yang Shaalihaa Projectsesuka hati kamu, asal wajar aja yaa ,, saran kita sih maksimal naikin 20rb itu juga udah gede kok,, lebih baik fokuskan untuk menjual produk sebanyak banyaknyaa...

Cara Cek Ongkir ??
kita biasa gunakan aplikasi My Jne , karena ini apk yang terbaru di update datanya
*Download aplikasi My Jne diplaystore
*Cek Tarifk
*Masukan pengiriman dari Bandung
*Masukan tujuan ke kecamatan dan pastikan kotanya benar
*kita biasa pakai yang layanan REG

Format Order Untuk Reseller ??
Sama saja seperti format order biasa, kamu bisa langsung kontak WA untuk format ordernyaa
tapi untuk dropship, kamu tambahkan

Nama Pengirim : (Olshop Kamu)
No. Pengirim : (Nomor Kamu)

Related Posts:

Ayat dan Hadits Hutang Piutang



Syari’at Hutang (Qardh)


مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥٓ أَضۡعَافٗا كَثِيرَةٗۚ وَٱللَّهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ٢٤٥ 

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan (QS. Al-Baqarah: 245)

مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١١ 

Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan dia akan memperoleh pahala yang banyak (QS. Al-Hadid: 11)

إِن تُقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعِفۡهُ لَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ ١٧ 

Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun (QS. At-Taghabun: 17)

Peringatan Keras bagi yang ingin Berhutang

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, bahwasannya Rasulullah saw bersabda: “Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali hutangnya” (HR. Muslim)

Wallahua'lam

Related Posts:

Sinopsis Film SEXY KILLERS


Sexy Killer adalah sebuah film dokumenter yang disutradarai oleh Dandhi D Laksono dan di produksi oleh Rumah Produksi Watch Doc, film ini melibatkan dua jurnalis yang berkeliling indonesia dan dibantu puluhan videographer dari berbagai daerah. Film ini adalah film terakhir dari serangkaian film yang bertajuk Ekspedisi Indonesia Biru.

Film ini menceritakan tentang bagaimana sumber daya menjadi "pembunuh" bagi rakyat kecil. Dimulai dari Kalimantan Timur, disana banyak rakyat kecil yang sengsara atau tercemari limbah dari perusahaan batu bara, sejak adanya perusahaan batu bara banyak lahan-lahan rakyat kecil yang tergusur bahkan limbahnya mencemari diri mereka hingga banyak menelan korban akbit dari lubang-lubang bekas tambang yang seharusnya ditutup kembali tapi malah dibiarkan begitu saja.

Tidak sampai disitu saja, tongkang-tongkang pembawa batu bara dari kalimantan tersebut mengirim batu baranya ke daerah jawa dan bali, dua pulau pengkonsumsi sumber daya paling rakus.

Salah satu transit pengirimannya adalah di pulau karimun jawa. Kita tahu bahwa pulau karimun jawa adalah salah satu objek wisata yang paling eksotis karena keindahan flora dan fauna yang ada di laut, namun semenjak adanya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang diresmikan pada tahun 2015 dan disebut-sebut yang terbesar di Asia Tengggara, kondisi lingkungannya berubah drastis dari mulai terumbu karang banyak yang hancur akibat lalu lalangnya tongkang dan tumbuhannya pun mulai berkurang produktifitasnya.

Diakhir film ini ditutup dengan data yang sangat mencengangkan yaitu tentang siapa saja pemegang saham dari perusahaan-perusahaan yang "membunuh" rakyat kecil.

Dan satu hal lagi, ini ada hubungannya dengan PILPRES.

Penasaran dengan filmnya? Tonton filmnya di link berikut ini Film Sexy Killers

Adegan di awal hanyalah pemanis, jangan terkecoh !!!

Related Posts:

Adab Berhutang (Bagian 2)



5. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang

“sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran hutang…” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

6. Jangan pernah mempesulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.

“Allah SWT akan memasukkan ke dalam Surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi hutang..” (HR. Ahmad, An Nasa’I, dan Ibnu Majah)

7. Jangan pernah meremehkan hutang walaupun sedikit

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada hutangnya hingga hutangnya dibayarkan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ad Darimi, dan Ibnu Majah) Meski sudah meninggal dunia hutang itu akan tetap menjadi hutang sebelum semua dilunasi oleh ahli waris.

8. Jangan Pernah Berbohong kepada pihak yang menghutangi

“Sesungguhnya, apabila seseorang berhutang, maka bila ia bicara ia akan dusta dan bila ia berjanji ia akan ingkari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

9. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

... وَأَوۡفُواْ بِٱلۡعَهۡدِۖ إِنَّ ٱلۡعَهۡدَ كَانَ مَسۡ‍ُٔولٗا ٣٤ 

“… Dan penuhilah Janji. Karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban..” (QS Al Isra : 34)

10. Jangan Pernah lupa doakan orang yang telah menghutangi.

“Barangsiapa yang telah berbuat kebaikn kepadamu, balaslah kebaikannya itu. Jika engkau tidak mendapati apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya hingga engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya”. (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

11. Memberikan penangguhan waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam melunas hutangnya setelah jatuh tempo.

وَإِن كَانَ ذُو عُسۡرَةٖ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيۡسَرَةٖۚ وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٨٠ 

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (QS. Al-Baqarah: 280)

Wallahua'lam

Related Posts:

Adab Berhutang (Bagian 1)


1. Catatlah hutang piutang.

Catatlah hutang piutang antara orang yang meminjamkan hutang dan orang yang berhutang agar tidak terjadi salah paham. Sebab hutang adalah sesuatu yang harus dibayar dan tidak ada hutang yang hilang begitu saja kecuali yang menghutangkan sudah mengikhlaskan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيۡنٍ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى فَٱكۡتُبُوهُۚ وَلۡيَكۡتُب بَّيۡنَكُمۡ كَاتِبُۢ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَلَا يَأۡبَ كَاتِبٌ أَن يَكۡتُبَ كَمَا عَلَّمَهُ ٱللَّهُۚ فَلۡيَكۡتُبۡ وَلۡيُمۡلِلِ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ وَلۡيَتَّقِ ٱللَّهَ رَبَّهُۥ وَلَا يَبۡخَسۡ مِنۡهُ شَيۡ‍ٔٗاۚ فَإِن كَانَ ٱلَّذِي عَلَيۡهِ ٱلۡحَقُّ سَفِيهًا أَوۡ ضَعِيفًا أَوۡ لَا يَسۡتَطِيعُ أَن يُمِلَّ هُوَ فَلۡيُمۡلِلۡ وَلِيُّهُۥ بِٱلۡعَدۡلِۚ وَٱسۡتَشۡهِدُواْ شَهِيدَيۡنِ مِن رِّجَالِكُمۡۖ فَإِن لَّمۡ يَكُونَا رَجُلَيۡنِ فَرَجُلٞ وَٱمۡرَأَتَانِ مِمَّن تَرۡضَوۡنَ مِنَ ٱلشُّهَدَآءِ أَن تَضِلَّ إِحۡدَىٰهُمَا فَتُذَكِّرَ إِحۡدَىٰهُمَا ٱلۡأُخۡرَىٰۚ وَلَا يَأۡبَ ٱلشُّهَدَآءُ إِذَا مَا دُعُواْۚ وَلَا تَسۡ‍َٔمُوٓاْ أَن تَكۡتُبُوهُ صَغِيرًا أَوۡ كَبِيرًا إِلَىٰٓ أَجَلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ أَقۡسَطُ عِندَ ٱللَّهِ وَأَقۡوَمُ لِلشَّهَٰدَةِ وَأَدۡنَىٰٓ أَلَّا تَرۡتَابُوٓاْ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً حَاضِرَةٗ تُدِيرُونَهَا بَيۡنَكُمۡ فَلَيۡسَ عَلَيۡكُمۡ جُنَاحٌ أَلَّا تَكۡتُبُوهَاۗ وَأَشۡهِدُوٓاْ إِذَا تَبَايَعۡتُمۡۚ وَلَا يُضَآرَّ كَاتِبٞ وَلَا شَهِيدٞۚ وَإِن تَفۡعَلُواْ فَإِنَّهُۥ فُسُوقُۢ بِكُمۡۗ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱللَّهُۗ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ٢٨٢ 

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu´amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu´amalahmu itu), kecuali jika mu´amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah: 282)

Jika sang pemberi hutang tidak mencatat, maka sama saja memberi kesempatan pihak yang berhutang untuk memungkiri hutangnya. Dalam hal ini harus senantiasa waspada karena kerap kali hutang piutang itu menimbulkan permusuhan.

2. Melunasi hutang dengan cara yang baik

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ لِرَجُلٍ عَلَى النَّبِيِّ سِنٌّ مِنْ الْإِبِلِ فَجَاءَهُ يَتَقَاضَاهُ فَقَالَ أَعْطُوهُ فَطَلَبُوا سِنَّهُ فَلَمْ يَجِدُوا لَهُ إِلَّا سِنًّا فَوْقَهَا فَقَالَ أَعْطُوهُ فَقَالَ أَوْفَيْتَنِي أَوْفَى اللَّهُ بِكَ قَالَ النَّبِيُّ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi mempunyai hutang kepada seseorang, (yaitu) seekor unta dengan usia tertentu. Orang itupun datang menagihnya. (maka) be;iaupun berkata, “berikan kepadanya” kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya, akan tetapi mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Nabi (pun) berkata: “berikan kepadanya”, diapun menjawab, “engkau telah menunaikannya dengan lebih. Semoga Allah swt membalas dengan setimpal”. Maka Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian (hutang)”. (HR. Bukhari)

3. Berniat tidak melunasi hutang sama dengan pencuri.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ قَالَ مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلَافَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi SAW Bersabda : “Barangsiapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya), maka Allah akan tunaikan untuknya. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya), maka Allah akan membinasakannya.” (HR. Bukhari, Kitab Al-Istiqradh, no. 2387)

Tidak boleh seseorang berniat untuk tidak membayar hutang kepada orang yang menghutangkan. Sebab hal ini sama saja menjadikan orang yang berhutang sebagai pencuri. Jika kita berniat dan berbuat seperti itu, dipastikan tidak akan mendapatkan ketenangan hidup di dunia dan di akhirat.

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasi hutangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri….” (HR. Ibnu Majah)

4. Jangan menunda-nunda membayar hutang

Diusahakan untuk segera melunasi hutang jika sudah memiliki uang atau harta yang cukuo untuk melunasinya. Sebab tidak ada yang tahu kita akan mati kapan, dan jangan sampai mati dalam keadaan meninggalkan hutang. Maka dari itu sebisa mungkin untuk tidak menunda-nunda dalam membayar dan melunasi hutang. 

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَطْلُ الْغَنِىِّ ظُلْمٌ وَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِىءٍ فَلْيَتْبَعْ 

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Memperlambat (menunda-nunda) pembayaran hutang yang dilakukan oleh orang kaya merupakan perbuatan zhalim. Jika salah seorang kamu dialihkan kepada orang yang mudah membayar hutang, maka hendaklah beralih (diterima pengalihan tersebut)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bersambung ...

Related Posts:

Ayat Uluhiyyah


Ayat-ayat yang memuat kata dasar “Ilah” yang dari kata ini dapat dibentuk kata “Uluhiyyah” yang berjumlah 147 ayat ini, terdiri dari atas: 120 ayat tergolong Makkiyyah dan 27 ayat tergolong Madaniyyah

Beberapa contoh ayat Uluhiyyah 

إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ 

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan (QS. Al-Fatihah: 5)

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِيٓ إِلَيۡهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدُونِ 

Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku" (QS. Al-Anbiya: 25)

وَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ 

Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS. Al-Baqarah: 163)

أَجَعَلَ ٱلۡأٓلِهَةَ إِلَٰهٗا وَٰحِدًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عُجَابٞ 

Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan (QS. Shaad: 5)

إِنَّهُمۡ كَانُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ يَسۡتَكۡبِرُونَ ٣٥ وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓاْ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٖ مَّجۡنُونِۢ 

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri. Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? (QS. Ash-shaffat: 35-36)

Related Posts:

Moralitas Da'i


Da'i atau Da'iyah adalah subjek dan pelaku dakwah. Oleh karena itu seorang da'i dan da'iyah meski memiliki moralitas yang dapat dieprtanggungjawabkan. Sedangkan tolak ukur yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengukur kualitas perilaku seorang adalah norma-norma moral.

Norma-norma moral bagi da'i dan da'iyah tentunya sangat diukur oleh norma-norma yang di ajarkan syari'at islam, yang kemudian akan menjadi moralitas yang berbentuk dalam akhlak da'i atau da'iyah.

Baca Juga: Tugas dan Fungsi Da'i 

Aklak d'i ialah akhlak Islam yang Allah nyatakan dalam al-Quran dan Rasulullaj menjelaskan dalam sunnah beliau serta para sahabat menerapkannya dalam tingkah laku dan peri hidup mereka. Akhlak Islam yang sebaiknya dimiliki seorang da'i dijelaskan oleh Tuty Alawiyah dan punya hubungan erat dengan pelaksanaan dakwah adalah sebagai berikut:

a. Al-Shidiq (benar, tidak dusta)

b. Al-Shabr (tabah, sabar)

c. Al-Rahman (rasa kasih sayang)

d. Tawadhu' (merendshkan diri, tidak sombong)

Related Posts:

Tugas dan Fungsi Da'i



1. Meluruskan Akidah; Sudah menjadi naluri bahwa manusia selalu tidak lepas dari kesalahan dan kekeliruan tidak terkecuali terhadap keyakinan dan akidahnya. Dalam hal ini da'i menunjukan siapa Tuhan yang hakiki dengan petunjuk al-Qur'an dan al-Sunnah.

2. Memotivasi umat untuk beribadah dengan baik dan benar. 

Baca Juga: Pengertian Da'i

3. Amar ma'ruf nahi munkar.

4. Menolak kebudayaan yang menrusak.

Related Posts:

Pengertian Da'i


Kata da'i berasal dari bahasa arab bentk mudzakar (laki - laki), yang berarti orang yang mengajak, kalau muanas (perempuan) disebut da'iyah. Dalam kamus bahasa Indonesia da'i di artikan "orang yang pekerjaannya berdakwah, pendakwa: melalui kegiatan berdakwah para da'i menyebaluaskan ajaran islam. 

Dengan kata lain da'i adalah orang yang mengajak kepada orang baik secara langsung atau tidak langsung, melalui lisan, tulisan, atau perbuatan untuk mengamalkan ajaran-ajaran islam atau menyebar luaskan ajaran islam, melalukan upaya perubahan kepada kondisi yabg lebih baik menurut ajaran islam.

Baca Juga: Fungsi Komunikasi

Da'i ibarat seorang pemandu terhadap terhadap orang-orang yang igin mendapat keselamatan di dunia dan akhirat. Ia adalah petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami terlebih dahulu mana jalan yang harus dilalui dan yang tidak boleh dialaui oleh seorang muslim, sebelum dia menjadi petunjuk bagi orang lain.

Da'i dalam prespektif ilmu komunikasi dapat dikategorikan sebagai komunikator yang bertugas menyampaikan informasi dari sumber melalui saluran yang sesuai pada komunikan. Karena Komunikator yang baik adalah komunikator yang mampu menyampaikan imformasi atau pesan kepada komunikan.

Related Posts:

Fungsi Komunikasi



Deddy Mulyana dalam bukunya, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar mengutip Kerangka berpikir William I. Gorden mengenai fungsi-fungsi komunikasi yang dibagi menjadi empat bagian.

1. FUNGSI KOMUNIKASI SOSIAL

Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan. Pembentukan konsep diri.

Komunikasi sosial merupakan komunikasi yang dilakukan sebagai bentuk pemenuhan diri untuk merasa terhibur, nyaman, dan tentram. Dua komunikan yang saling berkomunikasi tanpa menentukan topik sebelumnya dan tanpa ada tujuan khusus, mampu berkomunikasi hingga berjam – jam. Pesan – pesan yang saling ditukarkan mungkin hal yang remeh, namun pembicaraan antara keduanya menimbulkan rasa senang dan nyaman.

a. Pembentukan konsep diri

konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan hal ini kiota dapatkan dari inforamasi yang disampaikan orang lain kepada kita. Aspek – aspek konsep diri meliputi jenis kelamin, agama, suku, pendidikan, pengalaman, rupa fisik, dan lain sebagainya yang kita tanam dalam diri kita melalui peryataan ( umpan balik ) dari orang lain, yang akhirnya menuntut kita untuk berperilaku sebagaimana orang lain memandang kita.

b. Pernyataan eksistensi diri

Orang berkomunikasi untuk menunjukkan bahwa dirinya eksis. Bila kita berdiam diri maka seolah – olah kita tidak ada ( menurut persepsi orang lain ). Sikap aktif dari individu merupakan bentuk peryataan dirinya bahwa dia ada. Sedangkan sikap pasif ( diam ), akan memepengaruhi orang lain untuk mempersepsikan bahwa kita tidak tidak ada dan tidak dinutuhkan.

c. Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan

Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita harus berkomunikasi dengan orang lain dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan kita. Kebutuhan biologis seperti makanan dan minuman. Kebutuhan psikologis seperti sukses dan kebahagiaan. Melalui komunikasi pula, kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Kita belajar makana cinta, kasih sayang, keintiman, simpati, rasa hormat, bangga, benci dan lain sebaagainya. Melalui komunikasi, kita dapat mengalami berbagai kualitas perasaan itu dan membandingkannya antara perasaan yang satu dengan perasaan lainnya.

Baca Juga: Contoh Kutipan

2. FUNGSI KOMUNIKASI EKSPRESIF

Komunikasi ekspresif tidak secara langsung ditujukan untuk mempengaruhi orang lain, namun dapat terjadi sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen dalam menyampaikan perasaan ( emosi ) kita. Perasaan tersebut disampaikan melalui pesan – pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, takut, marah atau benci dapat disampaikan lewat kata – kata, namun dapat tersampaikan pula melaui perilaku nonverbal.

3. FUNGSI KOMUNIKASI RITUAL

Komunikasi ritual sering dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara - upacara berlainan sepanjang tahun. Dalam kegiatan –kegiatan tersebut orang mengucapakan kata – kata dan menampilkan perilaku yang bersifat simbolik.

4. FUNGSI KOMUNIKASI INSTRUMENTAL

Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan dan mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan dan juga untuk menghibur (persuasif). Komunikasi instrumental mengandung muatan persuasif yang mempengaruhi komunikan untuk mempercayai bahwa pesan yang disampaikan komunikator akurat dan layak untuk diketahui.

Related Posts:

Contoh-Contoh Kutipan



Contoh kutipan langsung kurang dari 5 baris

Parsudi Suparlan menjelaskan bahwa kebudayaan adalah “serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, resep-resep, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dimiliki manusia, dan yang digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya”.[1]

Contoh kutipan langsung 5 baris atau lebih

Nurcholis Madjid menjelaskan hubungan agama dan budaya:
Agama dan budaya adalah dua bidang yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Agama bernilai mutlak, tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat. Sedangkan budaya, sekalipun berdasarkan agama, dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Sebagian besar budaya didasarkan pada agama tidak pernah terjadi sebaliknya. Oleh karena itu, agama adalah primer, dan budaya adalah sekunder.[2]

Contoh kutipan tidak langsung
Al-Qur’an berfungsi sebagai hakim yang mengatur jalannya kehidupan manusia agar berjalan dengan lurus, oleh karena itu ketika orang Islam berselisih dalam segala urusan maka hendaklah ia berhakim kepada Al-Qur’an[3]

Dengan demikian dapat disimpulkan sebagaimana yang disampaikan oleh Jalaludin Rahmat, bahwa dalam Al-Qur’an terdapat tiga istilah yang mengacu pada makna pokok manusia yaitu, basyar, insan, dan al-nas.[4]




[1] Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, (Bandung:Rosda, 2015), Cet. ke-15, hlm. 28.
[2] Ibid., hal. 34.
[3] Abuddin Nata, Metodologi Studi Islam, (Jakarta: Rajawali, 2014), Cet. ke-21, hlm. 71.
[4] Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, Op. Cit., hlm. 205.

Related Posts:

Adab Tidur Part 2



7. Doa-doa hendak tidur

Rasulullah saw. mengajarkan doa-doa hendak tidur yang redaksinya bermacam-macam, di antaranya :

اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

Ya Allah aku berserah diri kepada-Mu dan aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, aku hadapkan diriku kepada-Mu, aku lindungkan daya upayaku kepada-Mu, dalam suka atau tidak suka, tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari azab-Mu kecuali hanya kepada-Mu, aku beriman kepada kitab-Mu yang engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah engkau utus.Apabila Engkau meninggal dunia (di waktu tidur), maka kamu akan meninggal dunia dengan memegang fitrah (agama Islam)”. (HR. Al-Jama'ah)


بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ 

Ya Allah dengan nama-Mu aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati (HR. Muslim, II:579)

8. Doa Ketika Susah Tidur

Menurut Siti Aisyah kalau Rasulullah saw. susah tidur (guling gasahan sunda), beliau berdoa dengan doa sebagai berikut : Tidak ada Tuhan selain Allah yang Meha Esa dan Mahagagah, Pengurus langit, bumi, dan seisinya, Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun. Al Mustadrak, I:540

9. Doa Tergaja dari Mimpi

Mimpi adalah bunga tidur yang dapat dialami setiap orang. Mimpi bukanlah “bius” yang dipergunakan orang sebagai sandaran takdir, pelarian dari kenyataan, atau alasan untuk menghindar dari kewajiban. Dengan kata lain, mimpi tidak bisa dijadikan hujjah untuk membolehkan melakukan sesuatu atau meninggalkannya. Sebab mimpi adanya dalam tidur, sedangkan orang tidur tidak termasuk orang yang memiliki kelayakkan untuk meriwayatkan, sebab dia tidka memiliki ketelitian dan kekuatan hafalan. Irsyadul Fuhul:249

Sunah nabiwiyah telah merinci masalah mimpi, dan banyak hadis yang berbicara tentang masalah ini, hingga Imam AL-Bukhari dalam kitabnya menghimpun suatu bab dengan nama Kitabut Ta’bir, beliau memasukan 99 hadis ke dalamnya.

Rasulullah saw. pernah menjelaskan bahwa mimpi itu ada tiga: Mimpi dari Allah, mimpi yang menyedihkan dan menakutkan dari setan, dan mimpi yang berasal dari permbicaraan seseorang dalam waktu terjaga, lalu melihatnya dalam tidurnya H.r. Ibnu Majah

Kemudian Rasulullah saw. memberikan pelajaran apabila kita terjaga dari mimpi seperti hadis berikut dari Sa’id Al-Khudri

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الرُّؤْيَا يُحِبُّهَا فَإِنَّهَا مِنْ اللَّهِ فَلْيَحْمَدْ اللَّهَ عَلَيْهَا وَلْيُحَدِّثْ بِهَا وَإِذَا رَأَى غَيْرَ ذَلِكَ مِمَّا يَكْرَهُ فَإِنَّمَا هِيَ مِنْ الشَّيْطَانِ

Bahwasanya ia mendengar Nabi saw. bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bermimpi yang dicintainya maka hal itu hanya dari Allah karena itu hendaklah ia memuji Allah dan menceritakannya. Akan tetapi jika ia bermimpi selain itu, yaitu hal yang tidak disukainya maka hal itu adalah dari setan. H.r. Al-Bukhari. Fathul Bari, 14:394



Ada juga hadis lain dari sahabat Abu Qatadah, sebagai berikut :

الرُّؤْيَا مِنْ اللَّهِ وَالْحُلْمُ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَنْفُثْ عَنْ يَسَارِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ وَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ

Mimpi yang baik itu dari Allah dan yang jelek itu dari setan, karena itu apabila kalian mimpi yang jelek, hendaklah isti’adzah (berlindung kepada Allah) dan hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya sebeb hal itu tidak membahayakannya. Al-Bukhari. Fathul Bari 14:423

10. Doa Bangun Tidur

Seseorang yang dibangunkan oleh Allah dari tidurnya, sepantasnyalah ia mengucapkan rasa syukur atas diberi kepercayaan lagi oleh-Nya untuk melanjutkan usianya. Imflementasi rasa syukur tersebut diungkapkan dalam bentuk doa. Antara lain sebagai berikut :

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Dari Hudzaifah, ia berkata, “Nabi saw. apabila beliau bangun dari tidurnya beliau mengucapkan, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan aku kembali setelah mematikanku, dan kepada-Nya lah tempat kembali’”. Al-Bukhari. Fathul bari, XII:396. Muslim, II:579

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah saw. memerintahkan apabila seseorang bangun dari tidurnya ucapkanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang melah menyelamatkan kembali jiwaku dan mengembalikan kembali ruhku serta mengizinkanku kembali untuk mengingat-Nya. Sunan At-Tirmidzi, V:441

Doa bangun itu bukan digaungkan untuk membangunkan orang yang tidur, dan cukup hanya dibaca satu kali

11. Intinsyak dan mencuci tangan setelah bangun tidur

Dalam hadis dari Abu Hurairah diterangkan

إِذَا اِسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلَاثًا, فَإِنَّ اَلشَّيْطَانَ يَبِيتُ عَلَى خَيْشُومِهِ

Rasulullah saw. bersabda, “Apabila salah seorang dari kamu bangun dari tidur, hendaklah masukan air kehidung dan menghembuskannya tiga kali, karena setan itu bermalam di lobang hidungnya”. Muttafaq alaih

إذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلَا يَغْمِسْ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلَاثًا فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

Apabila seseorang dari kamu bangun dari tempat tidurnya, janganlah ia celupkan tangannya di bejana sebelum ia cuci tiga kali karena ia tidak tahu di mana tangannya itu tidur . Muttafaq alaih

Related Posts:

Hukum Memperingati Isra & Mir`aj



Setiap tanggal 27 di bulan Rajab kaum muslimin biasa menyelenggarakan acara keagamaan yaitu Isra dan Miraj. Benarkah Isra dan Miraj tersebut terjadi pada saat tersebut ? Bolehkah kita memperingatinya ?

Mari kita simak fatwa seorang Ulama Ahlus Sunnah, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Bazz -rahimahullah- seputar masalah ini.

(Fatwa Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Bazz –rahimahullah)

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada Rasullah SAW, keluarga dan para shahabatnya.

Amma Ba’du,

Tidak diragukan lagi, bahwa Isra’ & Mi’raj merupakan tanda dari Allah yang menunjukkan atas kebenaran Rasul-Nya Muhammad SAW dan keagungan kedudukannya di sisi Tuhannya, selain juga membuktikan atas kehebatan Allah dan kebesaran kekuasaan-Nya atas semua makhluk.
Firman Allah :

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 17:1)

Diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwasanya Allah telah menaikkannya ke langit, dan pintu-pintu langit itu terbuka untuknya, hingga beliau sampai ke langit yang ke tujuh, kemudian beliau diajak bicara oleh Tuhan serta diwajibkan shalat lima waktu, yang semula diwajibkan lima puluh waktu, tetapi Muhammad kembali kepadanya minta keringanan, sehingga dijadikannya lima waktu; namun demikian, walau yang diwajibkan lima waktu saja tetapi pahalanya tetap seperti yang lima puluh waktu, karena perbuatan baik itu (al-hasanah) akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Kepada Allah-lah kita ucapkan puji dan syukur atas segala nikmat-Nya.

Baca Juga : Adab sebelum tidur, wajib baca !!!

Tentang malam saat diselenggarakannya Isra’ & Mi’raj itu belum pernah diterangkan ketentuannya (kapan kejadiannya-pen) oleh Rasulullah SAW, jikalau ada ketentuannya maka itupun bukan dari Rasulullah SAW, menurut para ahli ilmu. Hanya Allah yang mengetahui akan hikmah kelalaian manusia.

Seandainya ada (hadits) yang menetapkan kapan kejadian malam Isra’ & Mi’raj , tetaplah tidak boleh bagi kaum muslimin untuk mengkhususkannya dengan ibadah-ibadah tertentu, selain juga tidak boleh mengadakan upacara perkumpulan apapun, karena Rasulullah SAW dan para sahabatnya tidak pernah mengadakan upacara-upacara seperti itu dan tidak pula mengkhususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut. Juka peringatan malam tersebut disyari’atkan, pasti Rasulullah SAW menjelaskannya kepada ummat baik melalui ucapan maupun perbuatan.

Jika pernah dilakukan oleh beliau, pasti diketahui dan masyhur, dan tentunya akan disampaikan oleh para sahabat kepada kita, karena mereka telah menyampaikan apa-apa yang dibutuhkan ummat manusia dari Nabinya, mereka (para sahabat) belum pernah berlebih-lebihan sedikitpun dalam masalah agama, bahkan merekalah orang-orang pertama kali melakukan kebaikan setelah Rasulullah SAW, Maka jikalau upacara peringatan malam Isra’ & Mi’raj ada tuntunannya, niscaya para sahabat akan lebih dahulu menjalankannya.

Nabi Muhammad adalah orang yang paling banyak memberi nasehat kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah kerasulannya sebaik-baik penyampaian dan menjalankan amanat Tuhan-nya dengan sempurna. Oleh karena itu jika peringatan malam Isra’ & Mi’raj dan pengagungannya itu dari Agama Allah, tentu tidak akan dilupakan dan disembunyikan oleh Rasulullah SAW, tetapi karena hal itu tidak ada jelaslah bahwa upacara dan pengagungan malam tersebut bukan dari ajaran Islam sama sekali. Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi ummat ini, mencukupkan nikmat-Nya kepada mereka dan mengingkari siapa saja yang berani mengada-adakan sesuatu hal dalam agama, karena cara tersebut tidak dibenarkan oleh Allah.

Allah berfirman :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan Aku ridho Islam sebagai agama bagimu.” (Q.S. Al-Maidah:3)

Allah berfirman pula :

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاء شَرَعُوا لَهُم مِّنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَن بِهِ اللَّهُ وَلَوْلَا كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang tidak diridhoi Allah? Sekiranya tidak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang zhalim itu akan memperoleh adzab yang pedih.” (Q.S. Asy-Syurua:21)


Dalam hadits-hadits shahih Rasulullah SAW telah memperingatkan kita agar kita waspada dan menjauhkan diri dari perbuatan bid’ah, dan dijelaskan bahwa bid’ah itu sesat, sebagai suatu peringatan bagi ummatnya sehingga mereka menjauhinya dan tidak mengerjakannya, karena bid’ah itu mengandung bahaya yang sangat besar.

Dari A’isyah ra. dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda :”Barangsiapa mengada-adakan suatu perbuatan (dalam agama) setelahku, yang belum pernah ada, maka tidak akan diterima.” (H.R. Bukhari)

Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa mengerjakan suatu perbuatan yang belum kami perintahkan, maka ia tertolak.”

Dari Jabir ra. berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda dalam khutbah Jum’at :
“Amma Ba’du, Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah (Al-Qur’an), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW dan sejahat-jahatnya perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan, dan setiap bid’ah (yang diada-adakan) itu adalah sesat.” (H.R. Muslim)

Dalam kitab-kitab Sunan, diriwayatkan dari Irbadh bin Saariyah ra. bahwasanya ia pernah berkata : “Rasulullah SAW pernah menasehati kami dengan nasehat yang mantap, (jika kita mendengarnya) hati kita akan bergetar dan air mata akan berlinang. Maka kami berkata kepadanya,”Wahai Pesuruh Allah, seakan-akan nasehat ini seperti nasehat orang yang akan berpisah, maka berlah kami wasiat.” Selanjutnya Rasulullah SAW bersabda: “Aku wasiatkan kepada kamu sekalian agar selalu bertaqwa kepada Allah, mendengarkan dan menta’ati (perintah-Nya), walaupun yang memerintahkan kamu itu (berasal dari) seorang hamba. Sesungguhnya barangsiapa diantara kamu yang berumur panjang (sampai pada suatu masa), maka akan menjumpai banyak perselisihan, maka (ketika itu) kamu wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaarrasyidin yang telah mendapat petunjuk sesudahku, pegang dan gigitlah dengan gigi gerahamu sekuat-kuatnya. Dan sekali-kali jangan mengada-ada hal-hal baru (dalam agama), karena setiap hal baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.”


Dan masih banyak lagi hadits-hadits lain yang semakna dengan hadits ini. Para sahabat dan ulama shalih telah memperingatkan kita agar waspada terhadap perbuatan bid’ah serta menjauhinya.

Bukankah hal ini merupakan tambahan dalam agama dan syari’at? Allah tidak memperkenankan penambahan-penambahan dalam agama berupa perbuatan bid’ah, karena hal itu menyerupai perbuatan musuh-musuh Allah yaitu bangsa Yahudi dan Nasrani (seperti mereka memperingati hari kenaikan Isa AS, muslimin memperingati Isra’ & Mi’raj / kenaikan Rasululullah SAW ke langit ketujuh, begitu pula mereka memperingati hari kelahiran Nabi Isa AS, muslimin pun ikut-ikutan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad AS, yang padahal semua perbuatan ini tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya dan tidak pernah disyari’atkan, pen)

Adanya penambahan-penambahan dalam agam itu (berarti) menuduh agama Islam kurang dan tidak sempurna, dengan jelas ini tergolong kerusakan besar, kemungkinan yang sesat dan bertentangan dengan firman Allah :

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku dan Aku ridho Islam sebagai agama bagimu.” (Q.S. Al-Maidah:3)

Selain itu juga bertentangan dengan hadits-hadits Rasulullah SAW yang memperingatkan kita dari perbuatan bid’ah dan agar menjauhinya.

Kami berharap, semoga dalil-dalil yang telah kami sebutkan tadi cukup memuaskan bagi mereka yang menginginkan kebenaran, dan mau mengingkari perbuatan bid’ah, yakni bid’ah mengadakan upacara peringatan malam Isra’ & Mi’raj, dan supaya kita sekalian waspada terhadapnya, karena sesungguhnya hal itu bukan dari ajaran Islam sama sekali. Tatkala Allah mewajibkan orang-orang muslim itu agar saling nasehat-menasehati dan saling menerangkan apa-apa yang telah disyariatkan Allah dalam agama serta mengharamkan penyembunyian ilmu, maka kami memandang perlu untuk mengingatkan saudara-saudara kami dari perbuatan bid’ah ini yang telah menyebar diberbagai belahan bumi, sehingga dikira sebagian orang berasal dari agama.

Maha Suci Engkau Ya Allah, Engkaulah yang kami minta untuk memperbaiki keadaan kaum muslimin ini, dan memberi kepada mereka kemudahan dalam memahami agama Islam. Semoga Allah melimpahkan taufiq kepada kita semua untuk berpegang teguh dengan agama yang haq ini, tetap konsisten menjalaninya dan meninggalkan apa-apa yang bertentangan dengannya. Allahlah Penguasa segala-galanya. Semoga shalawat dan salam selalu terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Amiin.

[Kontributor : Abu Abdirrahman Uli, 10 Desember 2001 ]


Wallahua'lam

Related Posts:

Adab Tidur Part 1



Dalam salah satu definisi yang disebut an-naum atau tidur ialah isitirahatnya urat syaraf di otak disebabkan uap air yang naik ke otak. Sedangkan dalam depinisi lain bahwa tidur ialah diangkatnya ruh oleh Allah swt. tanpa dimatikan. Ar-Raghib al-Asfahani

Tidur merupakan salah satu nikmat dari Allah dan di antara tanda kekuasaan-Nya. Sebagaimana firman-Nya

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan di antara tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari, dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. Q.S. Ar-Rum:23

Selain itu, tidur pun merupakan salah satu sarana penenang dan sarana beristirahat manusia dari hirup pikuk kesibukan yang tengah dihadapinya. Firman-Nya

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاساً وَالنَّوْمَ سُبَاتاً وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُوراً 

Dia-lah yang menjadikan untukmu malam sebagai pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia yang menjadikan siang untuk bangun berusaha. Al-Furqan:47

Untuk itu, alangkah baiknya kita menyempurnakan nikmat Allah tersebut dengan mengikutsertakan adab-adabnya. Adapun adab-adabnya sebagaimana yang akan diterangkan di bawah ini

Baca Juga : Kenapa sih orang banyak yang hijrah?

1. Wudu sebelum Tidur

Berwudu sebelum tidur hukumnya sunat. Wudu ini dilakukan seperti halnya berwudu ketika akan melaksanakan salat, artinya tidak ada tata cara yang dikurangi atau ditambah. Rasulullah saw. bersabda

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ

Apabila kamu hendak tidur, berwudulah seperti wudu untuk salat. Fathul-Bari, XII:389, dan Abu Daud, II:491

Dari Aisyah, ia berkata, “Rasulullah saw. itu apabila hendak tidur, padahal dalam keadaan junub, maka beliau membasuh kemaluannya lalu berwudu seperti halnya berwudu untuk salat”. H.R. Al-Jamaah

Hikmah disunahkan wudu sebelum tidur ini, karena mempunyai keutamaan-keutamaan. Keutamaan itu antara lain tidur dalam keadaan suci, menjauhkan permainan setan disaat tidur, bahkan, malaikat pun akan mendoakannya. Rasulullah saw. bersabda

مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، فَلَمْ يَسْتَيْقِظْ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فُلاَنٍ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا

Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka para malaikat tidur di sisi kepalanya, dan ketika ia dibangunkan pasti didoakan oleh malaikat (yaitu), “Ya Allah ampunilah hambamu ini, yaitu si Pulan, karena ia tidurdalam keadaan suci”. H.R. At-Thabrani

2. Membersihkan Tempat Tidur

Sebelum tidur Rasulullah saw. menganjurkan untuk membesihkan tempat tidur. Adapun tujuannya adalah agar tempat tidur itu bersih serta terhindar dari yang dapat mengganggu kenyamanan tidur atau membahayakan. Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَأْخُذْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ فَلْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ وَلْيُسَمِّ اللهَ فَإِنَّهُ لاَ يَعْلَمُ مَا خَلَفَهُ بَعْدَهُ.

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan, ‘bismillaah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” HR. Al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714, at-Tirmidzi no. 3401 dan Abu Dawud no. 5050. Lafazh yang seperti ini berdasarkan riwayat Muslim


3 . Berbaring ke sebelah Kanan

Rasulullah saw. apabila tidur biasa memiringkan badannya ke sebelah kanan.

Dari Al-Barra bin Azib, ia berkata, “Rasulullah saw. itu setiap kali hendak tidur beliau memiringkan badannya ke sebelah kanan. Fathul-Bari, XII:389. Muslim, II:560 dan Abu Daud, II:491

Tidur dengan memiringkan badan ke sebelah kanan mempunyai beberapa faidah. Antara lain cepat terjaga dari tidurnya, hati akan terasa ringan dan tenang karena letak hati ada di sebelah kanan badan. Menurut Ibnul Jauzi, “Posisi tidur tersebut menurut ilmu kedokteran adalah posisi badan yang terbaik ketika tidur. Adapun miringkan badan dalam hal memiringkan badan ke sebelah kanan ketika tidur fungsinya untuk menurunkan makanan kemudian berbalik ke kiri berfungsi untuk mencerna makanan”. Fathul-Bari, XII:391 

Oleh karena itu, tidak dianjurkan tidur itu dilakukan sesaat setelah makan, sebab pada waktu itu jantung sedang aktif bekerja dan darah sedang berada di bagian bawah. Adapun idealnya tidur itu dilakukan minimal setengah jam setelah makan, agar saluran pernafasan normal kembali, karena makanan telah turun ke perut besar. Kronobiologis:34

Baca Juga : Siapakah kaum anshor itu?

4. Meletakkan Telapak Tangan di atas Pipi

Rasulullah saw. apabila tidur selain memiringkan badannya ke sebelah kanan, juga suka meletakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan. Sebagaimana hadis di bawah ini

Dari Al-Barra bin Azib, ia berkata, “Sesungguhnya Nabi saw. berbaring di tempat tidurnya beliau meletakkan tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan. ­H.r. At-Tirmidzi, V:439 Ibnu Majah, II:453 dan Abu Daud, II:491

5. Berdoa sebelum Tidur
Berdoa sebelum tidur sangat dianjurkan, karena apabila ia mati ketika tidur itu maka mati dalam keadaan fitrah. Firman-Nya

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati diwaktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir. QS. Az-Zumar: 42

Sedangkan apabila ia tidur hingga bangun pagi maka ia akan mendapat kebaikan.

Ada pun doa-doanya insya Allah akan diterangkan pada edisi selanjutnya.


Wallahua'lam

Related Posts: